26Okt/16

Menanti Peran Muslimah sebagai Konstruktor Peradaban

img_0709

Oleh Egia Astuti
Departemen Kajian dan Strategi Jamaah Shalahuddin UGM

Tidak bisa dipungkiri bahwa umat muslim hari ini tengah berada dalam masa kegelapan. Tidak ubahnya seperti keadaan sebelum datangnya Islam. Kemiskinan, kriminalitas, dan kerusakan moral tak dapat dibendung di negeri mayoritas muslim semisal Indonesia. Di saat yang sama, umat muslim di Timur Tengah, Rohingya dan daerah-daerah lain mengalami penindasan dari para musuh Allah. Miris. Namun, inilah fakta yang hari ini betul-betul terjadi di tubuh umat muslim yang tengah tercerai-berai ini. read more

20Okt/16

Kari Massaman dan Komunitas Muslim pada Era Ayutthaya, Siam

dsc_1047

Oleh Nur Hidayati
Staff Kajian dan Aksi Strategis Jamaah Shalahuddin

Massaman Curry atau “Kari Massaman” adalah salah satu makanan khas dari Thailand. Pada tahun 2011 , website www.CNNGO.com memasukkan kari massaman sebagai “World’s 50 Most Delicious Foods.”(50 makanan paling lezat di dunia) . Kari massaman terbuat dari ayam, daging yang dibungkus oleh rempah-rempah bumbu kari ini terdiri dari bawang bombay, bawang putih, jahe, kulit jeruk lemon parut. Kuah khasnya yang kental santan dan taburan kacang membuat kari massaman disukai semua orang. Di samping kelezatannya sebagai salah satu makanan Thailand, munculnya kari massaman ada kaitannya dengan perdagangan, politik dan agama di Thailand abad ke-17. Kata Massaman bukanlah berasal dari kalimat Thailand melainkan dari Bahasa Persia Musulmán/Mosalmán (مسلمان‎‎)  yang berarti Muslim [1] . read more

13Okt/16

Menginfakkan Diri

Oleh : Muhammad Fahmi Mubarak

Staf Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin

Telah banyak narasi tentang konsep infak dan sedekah, tentang bagaimana kita mengeluarkan sedikit-banyak-nya harta yang diikhlaskan untuk bermacam kebaikan di jalan-Nya, tentang teori dan implikasi ketika kita menginfakkan harta, yang kesemuanya bermuara pada satu hasil yang senada: imbalan dari-Nya akan berlipat ganda. Percaya atau tidak, ribuan manusia telah membuktikannya, bahwa teori itu bukan sekedar teori. Infak bagai sinar yang dibiaskan ke segala arah dan dipantulkan kembali oleh cermin-cermin. Cahaya yang dihasilkan menjadi berlipat ganda. read more

26Sep/16

Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Oleh Habib Haidar
Tim Gelanggang Jamaah Shalahuddin

Pernahkah Anda mendengar soal Bahan Berbahaya Beracun, atau yang biasa disingkat dengan B3? Atau Anda juga pernah mendengar soal Ateisme? Apabila belum, barangkali kita perlu lebih banyak berdiskusi lebih lanjut. Mari kita sejenak berliterasi madani.

Kesadaran akan menjaga kebersihan menjadi sangat penting bagi kita sebagai umat manusia. Identifikasi B3 patut kita sadari dan antisipasi. Terkadang dalam hal yang sederhana pun kita lalai, seperti sisa obat-obatan yang sudah tidak terpakai, akan tetapi dibuang begitu saja. Akibatnya, sisa obat-obatan tersebut akan mencemari lingkungan kita. Ada dua solusi yang ditawarkan di sini untuk persoalan lingkungan, antara lain: read more

23Sep/16

Muslimahs Role as Peacemakers (2): Women and Terrorism

Oleh Raka Nur Wijayanto

Sekretaris Umum Jama’ah Shalahuddin

“So throughout history, women have participated in violent uprisings, performing strategic, supportive and even combat roles in a wide range of violent movements. Today, as Sjoberg, et al (2011:2) have noted, “women’s active involvement in militant and terrorist organizations – as support personnel, as logistics personnel, as kinetic resources, as attackers, kidnappers and hijackers and as martyrs – has grown substantially and become a matter of public attention and record across the globe.”. While this has become problematic and has generated questions about the frequency, importance, uniqueness and meaning of women’s terrorist activities, it is becoming very clear that the relationship between women, gender and terrorism cannot be ignored any longer. Questions about the motivations of the women who become active in these organizations are been raised –do they participate on strictly religious, political or personal reasons and which of these are more important as guiding and motivating their decisions?” read more

08Sep/16

Muslim yang Membaca

Oleh Fakhirah Inayaturrobbani

Departemen Kajian Strategis Jamaah Shalahuddin UGM

“Khairu jaliisin fii al-zamaani kitabun”

Indonesia merupakan negeri dengan populasi Muslim terbesar di dunia [1]. Ironisnya, riset yang dilakukan Unesco pada tahun 2014 lalu mengungkapkan bahwa hanya satu dari seribu orang Indonesia gemar membaca [2]. Hal ini menunjukkan mayoritas orang Indonesia, mau tidak mau termasuk muslimnya, jarang membaca. Selaras dengan hal itu, riset bertajuk The Worlds Most Literate Nations yang dilansir oleh Central Connecticut State University 2016 juga menempatkan Indonesia pada posisi ke-60 dari 61 negara [3]. Posisi yang lagi-lagi kurang membanggakan. read more

26Agu/16

Islam dan Realita Fisika di Masa Kontemporer

Oleh Aldy Pradhana (Ketua Umum Jama’ah Shalahuddin 1437 H)

Fisika (bahasa Yunani: φυσικός (fysikós), “alamiah”, dan φύσις (fýsis), “alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan (ahli fisika) mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.1 Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami objek material yang dipelajari oleh fisikawan atau umat manusia adalah alam semesta, dari mulai unsur yang sifatnya mikroskopis hingga makroskopis. read more

06Agu/16

Memetik Buah Semangat Aktivis Mahasiswa Nahdatul Ulama UGM

Oleh Taufik Hidayat anggota Gadjah Mada Menghafal Al-Qur’an (GMMQ) 2014

Selasa pagi, 2 Agustus 2016, menjadi salah satu momentum yang tepat untuk misi kebaikan khusus yang teremban oleh para aktivis dakwah kampus. Pada pagi itu, tujuh orang perwakilan dari Jama’ah Shalahuddin berkunjung ke Keluarga Mahasiswa Nahdatul Ulama (KMNU) UGM yang bertempat di Sekretariat KMNU UGM, Jl. Pandega Marta, Kab. Sleman, Prov. D.I.Yogyakarta. Kunjungan ini bermaksud untuk menjalin silaturahim dan mengetahui perkembangan KMNU UGM serta berusaha menjalin kerjasama antara Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM dengan KMNU UGM. Di tempat tersebut, rombongan JS UGM disambut oleh Ferdy Azmal F. (FIB UGM 2014) selaku Ketua Umum KMNU UGM, dan Rilwanu Arroiyyan (SV UGM 2014) selaku Kadep. Kajian dan Amaliyah serta beberapa pengurus yang lain. read more

10Mei/16

Menautkan Hati di Senja yang Redup

Oleh Ima Kusumawati, Manajer Dosha 1437 H

Waktu menunjukkan pukul 06.30. Seseorang telah berpakaian rapi menuntun motor menuju halaman rumah. Dari belakang diikuti sesosok gadis kecil yang menggunakan jilbab putih, berbaju putih, dan memakai rok panjang warna merah. Sang ibu melambaikan tangan tanda melepaskan suami dan anaknya untuk beraktivitas pagi ini. Suasana pagi yang masih sedikit berkabut menambah kesejukan kampung ini. Para petani sudah berinteraksi dengan lumpur di sawah. Bapak/Ibu guru sudah berdiri di depan gerbang sekolah menyambut anak-anak didiknya. Di pasar sudah ramai para pedagang dan pembeli saling menawar untuk mendapatkan barang yang ingin dibeli. Suasana ini saya rasakan di kampung saya. Setiap pagi hingga menjelang senja tiba, semua orang tengah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. read more