Dakwah dan Literasi

Oleh: Rifda Hanin Vidyadhara H

(Departemen Pelayanan dan Syiar JS 1439 H)

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS 3: 104)

Terjemahan dari kutipan ayat Al-Quran di atas, kiranya sudah dapat menjelaskan dengan baik, betapa perlunya bagi kita untuk mengambil peran dalam kegiatan dakwah sekecil apapun itu. Karena menurut pepatah, bagaimanapun juga, tiap-tiap kita hakikatnya adalah da’i sebelum menjadi apapun di dunia ini. Bentuk dakwah yang paling sederhana –misalnya bagi mereka yang pandai berbicara, menguasai public speaking, dan memahami tentang isu-isu keagamaan adalah dengan berceramah dalam suatu kajian atau berorasi dihadapan publik. Namun, bagaimana halnya jika dakwah tidak disederhanakan ke dalam makna sesempit itu saja? Bagaimana jika dakwah tidak hanya identik dengan ceramah dan berbicara saja? Bagaimana jika ada alternatif lain selain berbicara yang sama-sama mampu menghujamkan makna kepada siapa saja yang mau memahaminya? Karena sekali lagi, bagaimanapun juga, dakwah adalah seni tentang mengajak sebanyak-banyaknya orang agar berbuat dan menebar kebaikan di muka bumi –tentu dengan apapun cara-cara yang Ia ridhoi. read more

1924, Runtuhnya Khilafah, dan Pentingnya Membangun Gerakan Islam Alternatif

Oleh: Ahmad Naufal Azizi, Akbar Abdul Rokhim, Gilang Wahyu Basyari, Jorghi Arbiansyah, Muhammad Miftah Jauhar, Muhammad Daffa Syauqi A

Sebab Hancurnya Turki Utsmani

Turki Utsmani merupakan benteng terakhir umat Islam dalam bingkai Khilafah sebelum ‘diruntuhkan’ oleh Mustafa Kemal Ataturk pada 3 Maret 1924 silam. Kehancurkan Kekhalifahan Turki Utsmani ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor baik itu faktor internal maupun eksternal. Disisi lain, beragam propaganda yang dilancarkan oleh negara-negara Eropa dan kenyataan bahwa saat kejadian berlangsung terjadi perang dunia pertama semakin membuat proses runtuhnya khilafah semakin cepat dari perkiraan. Keruntuhan ini tentulah bukan merupakan proses yang terjadi dalam waktu semalam, namun merupakan kumpulan dari rangkaian peristiwa yang saling ‘mendukung’ dan berkaitan satu sama lain. read more

#NoHijabDay: Sebuah Penjelasan

Oleh: Yuliyanti Hasanah

(Departemen Kajian Strategis JS UGM 1439 H)

Salah satu isu yang akhir-akhir ini geger di media sosial selain “Kartu Kuning Jokowi” ialah hashtag #NoHijabDay di twitter. Gerakan ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah Iran yang mewajibkan perempuan memakai hijab tanpa terkecuali (bahkan non muslim sekalipun). Berdasarkan artikel yang dimuat limilaties.net tentang The Personal, The Political, and The Public: Performing Hijab in Iran”, kebijakan Pemerintah Iran dalam mewajibkan hijab ini diawali ketika Revolusi 1979 dengan jatuhnya rezim monarki Pahlavi yang melarang pemakaian hijab dan terpilihnya Ayatollah Khomeini sebagai pemimpin baru yang membuat peraturan wajib hijab kembali. Pada 8 Maret 1979, sehari setelah peraturan tersebut diresmikan, ribuan perempuan turun ke Jalan Teheran menuntut Khomeini bahwa peraturan terhadap perempuan yang menolak berhijab tidak ada bedanya dengan memaksa perempuan menanggalkan hijab seperti yang dilakukan Pahlavi. read more

RILIS: Sikap dan Solidaritas Untuk Ghouta

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”
(HR Muslim no 2669 dan Ahmad II/252, 352)

Kronologi
Duka terulang lagi, seperti di Aleppo beberapa waktu lalu. Duka menjadi latar yang benar-benar sedang terjadi di Ghouta Timur. Lewat sejumlah gambar yang direkam penduduk dan tim medis di sana, Ghouta menunjukkan imaji yang mengoyak hati siapapun yang menyimaknya. Gambar jasad keluarga dengan lima anak dikeluarkan dari balik runtuhan. Si bayi yang digendong berlarian menjauh dari runtuhan. Anak-anak yang terbaring lemas di ranjang ambulance dengan wajah penuh luka. Serta gambar-gambar kehancuran masif pasca-serangan udara yang jatuh di Ghouta Timur satu minggu terakhir.[1] read more

Struktur Pengurus Jama’ah Shalahuddin UGM 1439 H

Ketua Umum : Kiki Dwi Setiabudi (F. ISIPOL – Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2016)

Sekretaris Umum : Ahmad Fauzaan Joelva Jusuf (F. Ekonomika dan Bisnis – Ilmu Ekonomi 2016)
Bidang Informasi dan Kesekretariatan : Irva Visnu Frandana (Sekolah Vokasi – Penilaian Properti 2015)

Bendahara Umum : Firda Inten Rasyidah (F. Ekonomika dan Bisnis – Akuntansi 2015)
Bendahara 2 : Nina Ichrah Yaduni (Sekolah Vokasi – Bahasa Jepang 2015)
Bidang Shariah Enterpreneurship (Shar-E) : Dzikrullah Umam (F. ISIPOL – Sosiologi 2015) read more

[ARSIP] Struktur Pengurus 1438 H

Struktur Pengurus Harian Jamaah Shalahuddin UGM 1438 H:

Ketua Umum : Yarabisa Yanuar (TEKNIK – Teknik Mesin 2014)

Sekretaris Umum : Yusuf Maulana (TEKNIK – Teknik Fisika 2014)
Bidang Arsip dan Perpustakaan : Irva Visnu Frandana (SV – Penilaian Properti 2015)

Bendahara Umum :
– Bayu Adi Prasetyo (Sekolah Vokasi – Akuntansi 2014)
– Ani Rohmatillah (Matematika dan Ilmu Pengetahuan – Fisika 2015)

Biro Khusus Kaderisasi:
– Taufik Hidayat (Sekolah Vokasi – Teknik Elektro 2014)
– Yoga Sulistya Winata (Sekolah Vokasi – Akuntansi 2014)
– Baladika Sukma Zufara (Matematika dan Ilmu Pengetahuan – Fisika 2014)
– Syahril Effendi Sitakar (Sekolah Vokasi – Teknik Mesin 2014)
– Giovanny Putri Andini (PSIKOLOGI – Psikologi 2014)
– Fitriana Huda Erfani (Sekolah Vokasi – Kearsipan 2014) read more

Rasulullah, The Charismatic Leader

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)

Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW. read more

Hadiah Kecil Untuk Sahabat

Oleh Ar. Fatahillah

Seperti biasanya, aku lebih memilih duduk di bangku terdepan pojok dekat jendela kelas. Teman-teman menganggapnya suatu hal yang biasa. Dengan duduk di depan kelas penyampaian materi dari guru lebih mudah dipahami. Setiap harinya, aku suka duduk di depan pojok dekat jendela kelas ini. Tidak banyak yang aku lakukan saat jam istirahat. Tidak sama seperti teman-teman yang lain. Yang rawuh akan kejenakaannya. Masa-masa SMA memang masa-masa yang paling krusial dalam kehidupan. Ya, banyak orang yang bilang seperti itu. Masa yang tidak akan terlupakan. Canda, tawa, sedih, luka bersama teman seperjuangan. Sambil memandang jendelaku merenung akan esensi dari masa ini. read more

Balada Coklat Cinta

Oleh: Izzuddin Robbani

Ketua Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin UGM 1436-1437 H

(D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi UGM, 2014)

Siang itu dikala teriknya sinar matahari berada pada kondisi terpanasnya, kami dari Jama’ah Shalahuddin UGM yang diwakili oleh Ikhwan Rivani, Yoga Sulistiya, dan Izzuddin Robbani berkunjung ke kantor Syam Organizer yang berlokasi di Manggisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul untuk menyerahkan bantuan kaum muslimin untuk kemudian disampaikan kepada rakyat Suriah. read more

Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)

Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H

Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.

Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.

X