Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam

Dahsyat. Sebuah kata yang mewakili betapa besarnya fitnah yang dialami oleh umat akhir zaman sekarang ini. Kenikmatan yang menipu, kenikmatan yang melalaikan dan segala tipu daya yang berasal dari syaithan menyerbu manusia. Seakan-akan itu sebuah kenikmatan pada awalnya, akan tetapi akan berubah kesengsaraan di akhirnya. Itulah fitnah Duhaima’1, fitnah yang datang setelah fitnah ahlas dan fitnah sara’. Dalam buku Huru-Hara Irak, Syiria dan Mesir karya ustadz Abu Fatiah Al-Adnani dijelaskan ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai perbedaaan wujud dan kapan terjadinya fitnah tersebut. Ada pendapat ulama yang mengenai media massa yang meracuni akal pikir para pemuda Islam sekarang ini dan tidak luput juga pendapat mengenai konspirasi dibalik perang melawan terorisme global, yang memperkuat hegemoni kaum zionis internasional. Ada pendapat menarik yang membuat kita tercengang yaitu bentuk lain dalam fitnah tersebut ialah paham demokrasi yang hampir dari seluruh sendi-sendi masyarakat dipaksa untuk menganut paham tersebut.

Ditambah lagi, semakin merajalela nya al-harj2 , semakin mempertegas akan datangnya hari akhir dan tentunya semakin dekatnya nubuwwat Rasulullah SAW yang telah disampaikan. Apa nubuwat Rasulullah SAW? Inilah yang perlu kita perhatikan selanjutnya.

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad)

Itulah nubuwwat yang telah dijanjikan oleh nabi Muhammad SAW pada masa lalu, dan hampir akan terjadi di masa sekarang. Berdasar konteks, dari hadist tersebut kita hidup pada periode mulkan jabbriyaan atau sering kita sebut dengan penguasa-penguasa yang diktator. Atau bahkan ada fakta yang lebih jauh mencengangkan, dengan banyaknya rezim-rezim diktator yang telah bertumbangan di negara-negara muslim saat ini, dan kemudian beralih kepada sistem  demokrasi, dapat jadi hal tersebut merupakan tahap akhir dari fase keempat. Dan apabila ideologi tersebut telah hancur, maka hal itu merupakan awal dari fase terakhir yaitu fase kelima, Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah.

Sehingga jangan heran, jika ternyata banyak saudara-saudara kita yang ada di Syam, Mesir dan hampir saudara muslim di seluruh dunia mengalami penganiayaan dan pembunuhan massal, hal ini dikarenakan ketakutan/phobia Barat terhadap akan datang suatu masa dimana Islam akan berjaya kembali. Karena bagi mereka kejayaan Islam merupakan masa kegelapan, masa kelam bagi mereka, sehingga mereka akan senantiasa berusaha untuk meluluhlantahkan segala kekuatan kaum muslimin. Tapi sungguh agama yang mulia ini, akan senantiasa tetap ada dan kekal di muka bumi ini. Ada sebuah pernyataan menarik dari ust. Bachtiar Nasir ketika orasinya dalam Parade Tauhid di Yogyakarta bahwasannya mereka telah amnesia sejarah. Iya amnesia sejarah, mereka lupa akan sejarah, atau bahkan mereka telah mengetahui itu, akan tetapi mungkin mereka berpikir akan dapat meruntuhkan kutukan bagi mereka yang telah ada saat ini. Atas izin Allah, sungguh kejahatan akan senantiasa kalah, dan kebaikan akan senantiasa menang. Kita masih ingat, kisah Namrudz, seorang raja yang bengis, yang bermimpi ada seorang bayi laki-laki yang akan merebut mahkotanya, dan menghancurkannya. Atas dasar mimpi itulah, Namrudz ingin membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir, akan tetapi ada satu bayi istimewa, dan bayi yang ditakutkan itu pun atas izin Allah akhirnya masih hidup dan tumbuh besar dan akhirnya menghancurkan Namrudz, yang mengaku dirinya sendiri sebagai Tuhan. Dan tentunya banyak cerita-cerita masa lalu yang lain yang telah dikisahkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berangkat dari cerita itulah, mungkin rasa takut yang dihadapi kaum zionis-komunis internasional selama ini seperti itu. Mereka percaya akan nubuwwat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, dan akhirnya mereka memulai jalan perang, membuat gejolak di timur tengah, untuk membasmi segala umat muslim yang ada, dan tidak ada satu pun yang tersisa. Tapi sungguh Allah akan senantiasa selalu membantu hamba-Nya yang sabar dan kemenangan itu akan segera terwujud. Satu hal yang perlu kita ketahui, kita hidup di akhir zaman, zaman yang penuh dengan fitnah, dan kenikmatan yang melalaikan.

Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk menjelang dan menyambut akan datangnya kemenangan tersebut yaitu dengan meluruskan Aqidah dan memurnikan Tauhid. Sungguh hal ini adalah yang utama dan yang paling utama, dan cara yang ditempuh pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW dalam berda’wah dan menjadi aspek yang paling fundamental sebelum aspek-aspek yang lainnya. Tidak hanya itu saja, sebagai seorang aktivis haruslah dapat menyeimbanginya dengan cara memperjuangkan mengembalikkan kehidupan Islam berupa penegakan hukum dan syariat di bumi Allah ini, minimal dengan cara ketika menjalankan aktivitas sehari-hari berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah, kritis terhadap permasalahan sekitar dan solutif, yang terakhir dan tak kalah penting fokus pada keilmuan masing-masing. Apabila hal ini benar-benar dipersiapkan, in sya Allah, umat Islam akan siap untuk menyongsong kejayaan umat Islam di masa yang akan datang. Wallahu a’lam.

[1] HR. Abu Dawud no. 3704, Ahmad no. 5892, Al-Hakim no. 8574

[2] al-harj, pembunuhan. HR. Muslim

 

Oleh : Yusuf Maulana, Sekretaris Umum 1438 H, Teknik Fisika 2014

One thought on “Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.