Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

JS Kunjungi Gamais ITB, LDK Syahid UIN Jakarta, dan Salam UI

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 9 November 2023, 08.25
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Untuk pertama kalinya setelah pandemi COVID-19, Jama’ah Shalahuddin UGM (JS UGM) kembali mengadakan kunjungan luring ke Lembaga Dakwah Kampus di luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 November 2023. Rombongan yang berjumlah 51 orang berkunjung ke beberapa tempat di Bandung dan Jakarta.

Rombongan Jama’ah Shalahuddin berangkat dari Masjid Kampus UGM pada Jumat (3/11) pukul 21.00 WIB dan sampai di Masjid Al Jabbar pada Sabtu (4/11) pukul 09.00 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Masjid Salman ITB untuk berkunjung ke GAMAIS ITB. Rombongan di terima pada pukul 13.30 WIB di Gedung GSG Masjid Salman ITB. Presiden GAMAIS ITB, Ichwan Ramadhanil menyambut baik kedatangan para pengurus JS UGM. Dhanil berharap, kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk kedua lembaga mengadakan kolaborasi dan sinergi dakwah di skala nasional. Senada dengan itu, Ketua JS UGM, Indra Oktafian Hidayat juga menyampaikan bahwasanya kunjungan ini merupakan silaturahmi dengan tujuan lebih besar ke depan. Harapannya, kedua belah pihak bisa saling belajar dan bertukar pikiran mengenai lembaga masing-masing sehingga bisa sama-sama memecahkan permasalahan umat, terutama di skala nasional nanti.

Adapun di waktu yang sama, GAMAIS ITB juga menerima kunjungan dari Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (LDK Syahid) sehingga tiga lembaga dakwah kampus berkumpul di Gedung GSG Masjid Salman ITB untuk saling bertukar pikiran. Ketua LDK Syahid, Razzaq Hammam Alamsyah menyampaikan bahwa sebuah keberuntungan bahwa kunjungan ini menghadirkan tiga lembaga dakwah kampus dari regional yang berbeda tanpa harus berkunjung ke JS UGM di Yogyakarta. Terdapat pula sesi Focus Group Discussion berdasarkan unit yang ada pada ketiga lembaga serta penyerahan kenang-kenangan sebagai penutup kegiatan.

Setelah maghrib, rombongan JS UGM melanjutkan perjalanan untuk sejenak jalan-jalan di Jl. Braga, Bandung. Setelah itu, di malam hari, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Ukhuwah Islamiyah dan kemudian bersih diri dan menunaikan salat shubuh. Pukul 06.00 WIB, rombongan berangkat ke Tebet Eco Park untuk bertemu dengan pengurus SALAM UI. Pengurus JS UGM disambut di taman outdoor ini dengan harapan bisa sekaligus menikmati keindahan kota Jakarta. Ketua SALAM UI, Rizky Alfian Fatra menyampaikan bahwa sejatinya SALAM UI dan JS UGM sudah menjalin kerjasama dan silaturahmi sejak lama, tetapi baru kembali bertemu di kunjungan kali ini. Ketua JS UGM, Indra Oktafian Hidayat juga berharap JS UGM dan SALAM UI bisa bertukar pikiran mengenai lembaga masing-masing dan bisa memperoleh insight baru yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing.

Kunjungan JS UGM ke LDK Nasional ini merupakan langkah awal sinergi dan kolaborasi antara lembaga dakwah kampus tingkat nasional. Semoga, lembaga dakwah kampus semakin maju dan memberikan dampak lebih luas lagi untuk Indonesia. Aamiin.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin