Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Mirza Satriawan: Menguak Sirah Rasulullah SAW. Sebagai Metode Dakwah Masa Kini

  • Ramadhan di Kampus
  • 12 Maret 2024, 08.00
  • Oleh :

Safari Ilmu di Bulan Ramadan (SAMUDRA) RDK UGM 1445 H hari pertama berlangsung pada Senin, 11 Maret 2024, dibersamai oleh pembicara Mirza Satriawan, S.Si., M.Si., Ph.D. dengan membawa tajuk “Memahami Metode Dakwah Nabi dalam Membangun Masyarakat Madinah sebagai Inspirasi Menyongsong Peradaban Berkemajuan.” Dosen FMIPA UGM tersebut, memaparkan sirah Rasulullah saw. yang didalamnya terkandung metode dakwah di mana sepatutnya bisa menjadi jalan dakwah masa kini dari saat kisah di Makkah. “Kalau bisa memahami metode dakwah Nabi dalam membangun masyarakat Madinah, tentunya tidak bisa dilakukan hanya sepotong di bagian Madinahnya, tetapi dilihat secara keseluruhan karena masyarakat Madinah terdiri dari sebagian kaum Muhajirin yang pembinaannya telah dilakukan Rasulullah saw. ketika di Makkah,” jelas Ustaz Mirza di Masjid Kampus UGM. 

 

Pertama, beliau mengutip QS. Al Ahzab ayat 21, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” Kutipan tersebut beliau sampaikan sebagai alasan umat Islam harus mengikuti metode pengajaran Rasulullah saw. karena beliau merupakan suri tauladan dalam segala lini kehidupan terlebih terkait dengan dakwah agama. 

 

Hal selanjutnya, pembukaan Ustaz Mirza yaitu dengan membahas langkah awal dalam membedakan antara metode dan hal teknis dakwah Nabi saw. untuk kemudian mengetahui mana yang diikuti atau bisa diimprovisasi. Thoriqoh (metode dakwah) merupakan hal bersifat tetap yang tidak berubah dari masa Rasulullah saw. hingga sekarang. Berbeda dengan uslub (teknis dakwah), sifatnya mengikuti perubahan dan kebutuhan zaman. Keduanya memiliki tujuan, tetapi yang merupakan langkah wajib diikuti dan hasilnya pasti tercapai adalah thoriqoh. 

 

Pemaparan lanjutan menurut beliau, langkah-langkah di atas diungkap dalam kutipan para ulama yang telah mengkaji sirah Rasulullah saw. terbagi 3 tahapan dakwah. Pertama, pembinaan dan pembentukan kelompok dakwah, Rasulullah saw. menanamkan akidah dan tsaqofah (budaya) Islam pada keluarga dan teman dekat dalam rangka menyiapkan kader di Makkah. 

 

Tahapan kedua, interaksi dengan masyarakat, pertarungan pemikiran, dan pergolakan politik, Rasulullah saw. menggunakan kekuatan argumen untuk menyerang secara pemikiran (termasuk juga kebiasaan jahiliah) masyarakat Makkah dan tidak melibatkan kekerasan fisik maupun material. 

 

Tahapan akhir ketika penerimaan kekuasaan, penerapan Islam dan dakwah ke seluruh dunia, di saat Rasulullah saw. mulai menjadi pemimpin negara Madinah sehingga menggunakan cara mempersaudarakan, kemudian memperkuat dakwahnya untuk mengamankan kabilah dengan piagam madinah dan peperangan.

 

Selaras dengan ketiga tahapan tersebut, Ustaz Mirza menutup kajian SAMUDRA RDK UGM 1445 H hari pertama melalui penggalan QS. Yusuf ayat 108, dan menyimpulkan, “Ini semua adalah jalan hidup yang telah ditempuh Rasulullah saw. yang merupakan metode dakwah beliau di mana seharusnya menjadi jalan hidup kita juga.” (Hanifah/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

Saksikan videonya berikut ini:

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=eRXcXP2CdbQ” height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada