Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Tabligh Akbar Maulid POP 1446 H | Teladan Kepemimpinan Rasulullah Saw di Era Kontemporer

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 30 September 2024, 19.36
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

“Dilahirkan menjadi umat Rasulullah Saw adalah sebuah kemuliaan, tetapi pada kenyataanya terjadi gap yang cukup besar antara harapan tersebut dengan realita sosial yang terjadi pada saat ini.” 

~Amien Rais~

 

Rangkaian kegiatan Maulid Pop 1446 H telah diselenggarakan pada September 2024. sebuah kolaborasi apik antara LDK Jama’ah Shalahuddin UGM dan Takmir Masjid Kampus UGM, tabligh Akbar adalah puncak dari rangkaian acara tersebut. Acara yang dikemas dalam bentuk gelar wicara ini mengambil tema besar “Teladan Rasulullah Saw: Menghidupkan Moral Kepemimpinan di Era Kontemporer.” 

Dua tokoh intelektual besar, Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D., dan Prof. Dr. Machasin, M.A., hadir sebagai pemantik diskusi, dipandu oleh moderator Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, S.T., Ph.D. Malam yang syahdu itu dipenuhi dengan renungan tentang sosok Rasulullah SAW, teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali dalam hal kepemimpinan. Di tengah dialog yang hangat, Amien Rais mengawali dengan sebuah refleksi: “Dilahirkan menjadi umat Rasulullah SAW adalah sebuah kemuliaan, tetapi pada kenyataannya terjadi gap yang cukup besar antara harapan tersebut dengan realita sosial yang terjadi pada saat ini.”

Prof. Dr. Machasin pun turut memperkaya dialog dengan menyoroti tiga ciri khas kepemimpinan Rasulullah SAW, sebagaimana termaktub dalam QS at-Taubah ayat 128.

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Tiga sifat kepemimpinan tersebut adalah kepedulian terhadap umatnya, membimbing dan mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya, dan melindungi umatnya dari ancaman atau tantangan problematika yang terjadi. 

Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak ke-2 di dunia, tetapi pada realitanya banyak terjadi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, dan ketidakadilan dimana hukum yang berlaku runcing ke bawah dan tumpul ke atas. Amien Rais menjelaskan bahwa dinasti-dinasti Islam memiliki masa-masa kejayaan dan masa keterpurukan, mayoritas keterpurukan tersebut disebabkan karena kelalaian para pemimpin terhadap urusan ukhrawi dan memberatkan urusan keduniawian. Hal itu juga berlaku pada bangsa Indonesia karena Indonesia merupakan bagian dari dunia Islam. Amien Rais juga menambahkan bahwa tidak ada janji yang benar-benar ditepati kecuali janji Allah karena pada realitanya terjadi gap yang cukup besar antara janji dan realita yang diberikan oleh seorang manusia.

Prof. Dr. Machasin menambahkan bahwa kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini disebabkan karena kualitas sumber daya manusianya diukur berdasarkan matrialismenya bukan pada sifat kemanusiannya, sebagai contoh mahasiswa mengerjakan tugas dengan bergantung sepenuhnya pada AI (Artificial Intelligence) sehingga hasil akhir yang didapatkan mahasiswa adalah angka atau nilai saja, sedangkan pengetahuan itu didapatkan melalui proses panjang. Di akhir sesi, beliau memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk memperkuat aspek-aspek moralitas dan akhlak dalam kehidupannya sebagai bekal menjadi seorang khalifah di muka bumi. 

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=1LXODA7qaP8″]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada