Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Tatang Muttaqin Jelaskan Manajemen Talenta Untuk Menghadapi Bonus Demografi

  • Ramadhan di Kampus
  • 6 April 2024, 16.23
  • Oleh :

Ramadan Public Lecture (RPL) pada malam hari ini, (05/04), dibersamai oleh Tatang Muttaqin, Ph.D. yang merupakan Staf Ahli Bidang Talenta, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dalam kajiannya, Tatang Muttaqin membahas mengenai Grand Design Manajemen Talenta Nasional untuk Menghadapi Bonus Demografi 2030-2040. Bangsa Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi negara maju, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan menjadikan sumber daya manusianya berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas pada dasarnya berbasis pada bagaimana mengoptimalkan generasi angkatan kerja menjadi lebih produktif, menguasai teknologi, dan memberikan dampak besar untuk kemajuan ekonomi.

 

Tatang Muttaqin mengatakan bahwa pada tahun 2024-2037 Indonesia berada pada posisi yang sangat baik secara demografi, populasi jumlah angkatan kerja produktif ada di posisi yang optimal. Ini merupakan peluang yang bagus bagi Indonesia. Dalam Q.S. An-Nisa’ : 9 dijelaskan bahwa hendaklah kalian merasa khawatir/was-was meninggalkan generasi selanjutnya yang lemah. Maka bertakwalah kepada Allah Swt. dan yakinkan generasi tersebut dengan komunikasi terbaik. 

 

Semua negara saat ini sedang mempersiapkan diri untuk lebih maju, mereka mencari pemuda terbaik untuk mengisi negeri nya. Hal ini menyebabkan terjadinya war of talent (perang talenta). Banyak pemuda Indonesia yang memilih melanjutkan pendidikan dan mengejar karirnya di luar negeri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Untuk menjadi negara yang maju, Indonesia perlu menyiapkan SDM yang dimilikinya. Menyiapkan SDM yang kokoh sangat penting untuk memastikan bonus demografi benar-benar terjadi dan tidak menjadi disaster demografi.

 

Pemerintah akan mengeluarkan peraturan presiden terkait grand design manajemen talenta. Ada 3 area yang akan dikembangkan, yaitu bidang riset inovasi, bidang seni budaya, dan bidang olahraga. Grand design manajemen talenta ditujukan untuk menjadi lokomotif, mencari anak-anak terbaik bangsa untuk menjadi lokomotif yang akan meningkatkan pertumbuhan nasional. Akses pendidikan bagi anak bangsa perlu diperluas. Selain itu, kesehatan seperti kebutuhan gizi juga merupakan hal yang penting. Pendidikan yang berkualitas tanpa kesehatan yang baik akan mengganggu produktivitas seseorang.

 

Beberapa hal penting dari semua itu adalah bagaimana membagun ekosistem yang kuat. Saat ini Indonesia sudah memiliki capaian yang baik, angka partisipan pendidikan semakin tinggi dan kualitas pendidikan semakin baik. Namun, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Ulama mengatakan bahwa teruslah merawat apa yang saat ini sudah baik tetapi jangan berhenti disana. Teruslah berinovasi untuk menemukan yang lebih baik sehingga terjadi continue improvement (perbaikan yang terus-menerus).

 

Sistem Informasi Manajemen Talenta telah tersebar luas di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu grand design dari manajemen talenta. Ada banyak anak yang diterima pendidikan melalui jalur talenta ini dan diharapkan mereka dapat mengembangkan talenta yang dimilikinya. Sudah ada sekitar 1500 anak muda bertalenta yang kini tersebar di luar negeri dan ketika mereka kembali ke Indonesia, kita perlu menyiapkan landasan yang tepat sehingga mereka dapat berkembang dengan nyaman di Indonesia. Demikianlah, perlunya anak terbaik bangsa sebagai lokomotif untuk dapat mempercepat perjalanan bangsa menuju Indonesia emas 2045. (Jullanar Hanun/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif)

 

 

 

[ux_text font_size=”1.55″]

Saksikan videonya berikut ini:

[/ux_text]
[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=TdvJe5JSdJ0″ height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada