Category Archives: Kirim Tulisan

New Normal: Sebuah Perubahan atau Penyesuaian Kehidupan?

Source: @artstation Pinterest

PENDAHULUAN

Coronavirus merupakan virus yang menginfeksi saluran pernafasan dan menyebabkan Coronavirus disease (Covid-19). Coronavirus ini muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki gejala awal seperti flu hingga infeksi saluran pernafasan akut, yang bisa berujung pada kematian (Stoppnemonia.id). Penyebaran virus ini cepat dan meluas hingga hampir seluruh negara di dunia terinfeksi oleh Covid-19. Dilansir dari Infeksi Emerging milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada Juni 2020 terdapat 216 dari 241 total negara di dunia yang terjangkit virus Covid-19. Sampai saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Sampai dengan tanggal 17 Juni 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia melalui web covid19.go.id menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia ada sebanyak 41.431 orang, dengan jumlah pasien sembuh 16.243 orang, dan pasien meninggal 2.276 orang. Sedangkan secara global, dari data 216 negara di dunia, jumlah pasien positif Covid-19 terkonfirmasi adalah 8.184.331 orang, dengan jumlah kematian mencapai 443.960 orang. read more

Skenario Pendidikan Indonesia Era New Normal

Source: Pixabay

PENDAHULUAN

Pernyataan resmi Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada Jum’at 15 Mei 2020, menjadi babak awal new normal di Tanah Air. New normal secara formal didefinisikan sebagai langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 ini tidak hanya menyebabkan  krisis kesehatan, virus ini telah berkembang menjadi penyebab krisis sosial-ekonomi pula. Dengan penerapan new normal keseimbangan dan produktivitas ekonomi di tengah pandemi bisa terjaga. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) bisa sedikit ditolong dengan menguatnya sektor konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan. read more

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Oleh : Rahmat Tri Prawira Agara

source: https://www.bumiqu.org/

Dalam waktu yang tidak lama lagi, umat muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan yang paling ditunggu-tunggu selama setahun, yaitu bulan suci Ramadhan. Akan tetapi, tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, di tahun ini perayaan Ramadhan akan terasa berbeda karena di saat yang sama terjadi peristiwa pandemi virus Corona di seluruh dunia.

Salah satu himbauan yang dikeluarkan oleh WHO dan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan Social Distancing yang dilakukan dengan membatasi interaksi dengan orang lain dan mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI juga telah mengeluarkan fatwa dan surat edaran tentang himbauan dan tata cara pelaksanaan ibadah di tengah pandemi. read more

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

source: Wikipedia Ibnu Sina

source: Gambar wikipedia Ibnu Sina

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

Oleh : Amrina Rosyada (Staf Media Center Jama’ah Shalahuddin)

Meminjam istilah Malcolm Gladwell pada salah satu karyanya, Outlier, istilah outlier digunakan untuk orang-orang yang mungkin bisa dibilang sangat spesial, luar biasa, memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata. Para outliers inilah yang sering kita sebut “jenius”.  Jika outliers adalah orang-orang yang paling hebat, paling terkenal, paling berkilau namanya, maka pantaslah kiranya apabila kita sebut Ibn Sina sebagai outlier. read more

Diskursus ISIS di Era Demokrasi

Oleh: Yusufshid

Ada WNI yang gabung ISIS. Mereka membakar paspornya. Tapi kemudian mereka bertaubat. Mereka ingin kembali ke Indonesia. Negara bukan tuhan yang bisa mengetahui isi hati manusia. Yang Negara harus lakukan adalah berusaha memastikan (pertaubatan)-nya. Kemudian memberikan hak-hak warga negara seadil-adilnya.

Seharusnya, sikap Negara kepada Rakyat itu sama seperti sikap Ibu kepada Anaknya. Menyayangi semuanya, tanpa membeda-bedakan.Namun, wajar jika ada sebagian warga Indonesia menolak pemulangan WNI Eks ISIS ke tanah airnya. Hal itu sebagaimana seorang anak protes ke Ibunya, menolak saudaranya yang nakal pulang ke rumah. Anak itu menolak saudaranya pulang karena, pertama dia takut dinakali oleh saudaranya, kedua karena dia ingin Ibunya memberikan reward kepada dirinya yang taat, dan menghukum saudaranya yang nakal.Namun, wajarnya seorang Ibu, ia tetap ingin seluruh anaknya berkumpul di rumah. Ibu yang bijak pasti akan memulangkan anaknya, membinanya agar menjadi baik dan menyayangi saudaranya. Ibu yang bijak juga pasti berusaha memahamkan anaknya yang penurut. Bahwa orang yang nakal itu juga saudaranya. Ibu sayang semuanya. Ibunya hanya mau berusaha bersikap adil.  Tidak membedakan satu sama lain. read more