Category Archives: JS Menulis

Siapakah Beliau??

Oleh: Genta Ramadhan

Siapakah beliau?

Sosok di atas tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 dan meninggal pada umur 69 tahun di Yogyakarta 26 April 1959.  Ki Hajar Dewantara merupakan seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan di Indonesia. Salah satu perannya dalam bidang pendidikan adalah berdirinya Perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Berdasarkan jasa-jasa beliau dalam merintis pendidikan di Indonesia , berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

read more

Hai Kawan! Aku datang!

Oleh: Afifah Rosyida

Source: Pixabay_Ramadhan

Bulan yang penuh keberkahan telah datang menghampiri, mengetuk pintu-pintu yang semula sunyi. Satu bulan yang sangat dinanti bagi umat muslim. Suatu momen yang terjadi hanya satu tahun sekali. Ketika seluruh umat muslim serentak bersama melakukan puasa, terkecuali bagi mereka yang berhalangan sesuai syariat yang sudah Islam ajarkan. Bagaimana tidak terlihat begitu indah, setiap orang bersama-sama menahan lapar dan dahaga mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya di ufuk barat. Pemandangan yang khas tidak akan terlewat oleh mata kala sore hari, hiruk pikuk para pencari menu buka puasa. Berjajar para pedagang dengan tawaran takjil yang beragam, kumandang adzan maghrib sangatlah dinanti. Tak cukup sampai disitu, ibadah sholat tarawih dan tadarus bersama di surau tiap daerah terlihat begitu menyejukkan mata. Keseluruhan insan manusia saling berburu amalan—amalan kebaikan. Kesyahduan terasa semakin dalam ketika para umat muslim telah menyelesaikan kewajiban berpuasa di bulan ini, Idul Fitri. Bagian yang tidak akan pernah dilupa, takbir dikumandangkan lantang disetiap sudut pengeras suara entah itu dimasjid, jalan kampung, gedung, ataupun tanah lapang terbuka. Setelah itu, rangkaian kegiatan lebaran akan berjalan selama beberapa hari. Berkunjung dirumah sanak saudara, mengantri pembagian angpau dari para tetua, berebut makanan dimeja tamu, makan ketupat ditiap rumah tetangga sampai kenyang, bermain bunga api, membuat petasan dari bambu, dan masih banyak lagi. Bukankah itu sangat indah? Apakah kamu tidak merindukannya?

read more

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis

Oleh : Rahmat Tri Prawira Agara

source: https://www.bumiqu.org/

Dalam waktu yang tidak lama lagi, umat muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan yang paling ditunggu-tunggu selama setahun, yaitu bulan suci Ramadhan. Akan tetapi, tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, di tahun ini perayaan Ramadhan akan terasa berbeda karena di saat yang sama terjadi peristiwa pandemi virus Corona di seluruh dunia.

Salah satu himbauan yang dikeluarkan oleh WHO dan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan Social Distancing yang dilakukan dengan membatasi interaksi dengan orang lain dan mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI juga telah mengeluarkan fatwa dan surat edaran tentang himbauan dan tata cara pelaksanaan ibadah di tengah pandemi.

read more

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

source: Wikipedia Ibnu Sina

source: Gambar wikipedia Ibnu Sina

Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa

Oleh : Amrina Rosyada (Staf Media Center Jama’ah Shalahuddin)

Meminjam istilah Malcolm Gladwell pada salah satu karyanya, Outlier, istilah outlier digunakan untuk orang-orang yang mungkin bisa dibilang sangat spesial, luar biasa, memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata. Para outliers inilah yang sering kita sebut “jenius”.  Jika outliers adalah orang-orang yang paling hebat, paling terkenal, paling berkilau namanya, maka pantaslah kiranya apabila kita sebut Ibn Sina sebagai outlier.

read more

Sisi Humanitas dari Pandemi COVID-19

Sebagaimana yang kita ketahui kasus pandemi COVID-19 telah menyentak warga dunia. Self Quarantiee (karantina mandiri), social distancing bahkan lockdown merupakan bentuk kebijakan masing-masing pemerintah dipakai untuk menyikapi laju penyebaran virus Corona. Sudah pasti kebijakan ini berdampak langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selama masa tanggap darurat, setiap orang harus mengisolasi diri di rumahnya. Area bisnis, industri, pendidikan, dan hiburan juga menerima dampak yang sama. Kegiatan-kegiatan publik diundur dan bahkan dibatalkan demi keselamatan jiwa. Bagi masyarakat modern, kebiasaan berdiam diri di rumah (rebahan) merupakan pekerjaan pemalas, kini menjadi upaya menyelamatkan dunia saat pandemi muncul. Kini orang tidak bekerja tentu berdampak terhadap kebutuhan logistik keluarga. Akibatnya tidak sedikit orang melakukan panic buying, mengkritik pemerintah tanpa solusi, dan tetap melakukan rutinitas walau harus terpapar virus Corona.

read more