Category Archives: Catatan Shalahuddin

Catatan Shalahuddin adalah sebuah sub kategori yang fokus menampung pengalaman-pengalaman para anggota Shalahuddin yang beraneka rupa. Jangan lewatkan pengalaman-pengalaman seru mereka.

Bincang Media “Optimalisasi Peran Media Lembaga Dakwah”

BINCANG MEDIA

“OPTIMALISASI PERAN MEDIA LEMBAGA DAKWAH”

Hari, Tanggal : Jumat, 19 Juni 2020

Waktu            : 20.00 WIB – 21.30 WIB

Tempat           : Grup WhatsApp

Acara             : Bincang Media

Narasumber   : Firman Islami (Kepala Syiar Media Gamais ITB 2020)

RINGKASAN HASIL DISKUSI:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

1.Media adalah substansi yang menjadi power bagi lembaga dakwah kampus di tengah kondisi pandemi saat ini yang mengharuskan kita semua untuk membatasi kegiatan atau aktivitas secara langsung (luring), namun tetap mampu mensyiarkan dakwah secara daring melalui multimedia yang dimiliki oleh masing-masing LDK read more

Q.S Muhammad Ayat 33

8 Maret 2020

Notula: Fadhlurrahman Yusuf Fardan

Catatan Kajian Ahad Pagi

Pemateri: Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.A.

Muhammad: 33

يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْٓااَطِيْعُوااللّٰهَوَاَطِيْعُواالرَّسُوْلَوَلَاتُبْطِلُوْٓااَعْمَالَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.”

Pembahasan ayat ini dimulai dari isi perintah yang pertama, yakni atii’u Allaah wa atii’u ar-rasuul. Ayat ini tidak menggunakan ati’u Allah wa ar-rasul yang sebenarnya bermakna sama. Namun kata ati’u sengaja diulangi. Salah satu hikmah diulangnya kata ati’u adalah penekanan bahwasanya beriman kepada Allah harus dilengkapi dengan kepatuhan yang sungguh-sungguh pada syariat yang dibawa oleh Rasulullah. Selain itu, ayat ini juga menegaskan bahwa hadits Rasul berfungsi sebagai pelengkap Al-Qur’an. Ketika ada hukum yang belum dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an, maka hadits Rasul yang melengkapinya. read more

Mudahnya Belajar Menjadi Pembeda

Opini Tahu Bulat #1*

Oleh : Anonim

Kamu tau nggak sih psychological burden seseorang yang berkumpul dengan orang-orang dengan tipikal yang jauh berbeda darinya? Pernah ngalamin belum sih ngulang kuliah bersama dedek-dedek tingkat yang berjarak 2-3 tahun darimu? Lah, itu cuma 2-3 tahun. Ini saia sendirian di grup yang sekitar 80% penduduknya 4-5 tahun lebih muda dari saia, dan hanya kenal sekitar 10% di antaranya (itupun nggak kenal deket, heuheu T.T).

Penulis tidak berniat untuk mencurahkan hati (curhat) di tulisan ini. Penulis hanya berupaya menggali salah satu persoalan akut di Jama’ah Shalahuddin dengan mengawalinya melalui satu pemikiran personal. Persoalan akut yang penulis maksud ialah sikap anggota Jama’ah Shalahuddin yang tidak intelek dalam memandang perbedaan di antara mereka. Mengapa penulis sebut persoalan akut? Alasan utamanya yakni persoalan ini telah terjadi sejak lama, jauh sebelum penulis bergabung di lembaga ini. Penulis melacak sejarah masalah ini bermula sejak meluasnya pemahaman gerakan Islam transnasional di wilayah kampus awal dekade 1990-an. Alasan lainnya yakni adanya logika imperial (conquer and expand) antaranggota yang mengakibatkan perebutan pengaruh dan nilai di antara mereka. read more

Teruntuk Agni

Berita itu sampai kepadaku dengan cara yang kurang lebih sama dengan cara ia sampai kepada orang lain. Di siang hari yang terasa begitu panjang itu, aku memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas dan membuka media sosialku. Kubuka timeline dan aku pun melihat video-video lawakan yang tidak berhasil menaikkan mood-ku, kritikan yang senantiasa diluncurkan terhadap pemerintah, lantas kemudian tertegun sejenak. “Apa ini?” Sebuah berita yang berbeda dari biasanya. Aku pun membuka tautan tersebut dan cukup terkejut saat membaca kontennya. Berita itu mengulas mengenai kejadian menyedihkan yang telah terkubur setelah setahun lamanya. Tentang seorang gadis bernama samaran Agni, yang harus dengan mandiri memperjuangkan keadilan terhadap kasus pemerkosaan yang dialaminya. read more

Melihat Kebhinekaan dalam Jama’ah Shalahuddin

Oleh: Fakhirah Inayaturrobbani

Pengantar

Jama’ah Shalahuddin (JS) merupakan lembaga dakwah kampus (LDK) intra kampus tingkat universitas yang diakui secara legal oleh Universitas Gadjah Mada. Suasana multikultural terasa kental di organisasi ini, sebab anggotanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, secara sadar JS meletakkan kemajemukan menjadi modal dasar organisasi yang dicantumkan dalam pasal D. Modal Dasar Gerak Dakwah Jama’ah Shalahuddin (Jamaah Shalahuddin, 2015).

Menariknya, selain keberagaman asal suku dan budaya, dalam tubuh Jamaah Shalahuddin juga terdapat berbagai corak pemikiran Islam yang berbeda-beda dari tiap-tiap anggotanya. Hal ini dapat disebabkan, tidak sedikit anggota JS yang bergabung dengan organisasi mahasiwa baik ke-Islaman maupun umum esktra kampus UGM.  Perbedaan corak pemikiran ini dapat didasari oleh pandangan fiqih hingga implementasi syariah yang berbeda. Sehingga, mempunyai konsekuesi logis menimbulkan perbedaan pendapat dalam memandang titik penyelesaian masalah. Pada essai kali ini saya akan fokus pada keragaman corak pemikiran Islam di tubuh JS dan bagaimana JS menghadapinya. read more