Category Archives: JS Menulis

Asap Kalimantan: Terbengkalainya kewajiban para pemimpin bumi?

Oleh : Kastrat JS x SF

Islam merupakan agama rahmatan lil-alamin yang artinya mengayomi semesta dan segala isinya (menyeluruh), tanpa kecuali. Hakikat dari seorang muslim adalah menerapkan seluruh nilai-nilai dalam islam sebagai gaya hidupnya, termasuk di dalamnya berkenaan dengan menjaga lingkungan. Perlu kita sadari bahwa bumi yang kita pijak ini adalah sebuah titipan Ilahi yang harus kita rawat. Sebagai penduduk yang tinggal di bumi sudah sewajarnya kita menjaga keberlangsungan dan kenyamanan kehidupan kita sendiri dengan merawat yang telah ada. Lebih lanjut, disinilah peran umat muslim untuk ikut berperan aktif menjaga, merawat, dan memperbaiki segala kerusakan yang ada akibat dari beberapa perbuatan manusia di Bumi. Peran umat Islam, yang dalam surah Al-Baqarah dikatakan bahwa merekalah pemimpin/khalifah di muka bumi, agaknya perlu untuk diingat kembali. Sebagai khalifah atau pemimpin di Bumi hendaknya melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin dengan menjaga Bumi dan segala isinya serta mengingatkan manusia yang satu dengan yang lainnya, baik itu pelestarian alam maupun perdamaian di dalamnya. read more

Mudahnya Belajar Menjadi Pembeda

Opini Tahu Bulat #1*

Oleh : Anonim

Kamu tau nggak sih psychological burden seseorang yang berkumpul dengan orang-orang dengan tipikal yang jauh berbeda darinya? Pernah ngalamin belum sih ngulang kuliah bersama dedek-dedek tingkat yang berjarak 2-3 tahun darimu? Lah, itu cuma 2-3 tahun. Ini saia sendirian di grup yang sekitar 80% penduduknya 4-5 tahun lebih muda dari saia, dan hanya kenal sekitar 10% di antaranya (itupun nggak kenal deket, heuheu T.T).

Penulis tidak berniat untuk mencurahkan hati (curhat) di tulisan ini. Penulis hanya berupaya menggali salah satu persoalan akut di Jama’ah Shalahuddin dengan mengawalinya melalui satu pemikiran personal. Persoalan akut yang penulis maksud ialah sikap anggota Jama’ah Shalahuddin yang tidak intelek dalam memandang perbedaan di antara mereka. Mengapa penulis sebut persoalan akut? Alasan utamanya yakni persoalan ini telah terjadi sejak lama, jauh sebelum penulis bergabung di lembaga ini. Penulis melacak sejarah masalah ini bermula sejak meluasnya pemahaman gerakan Islam transnasional di wilayah kampus awal dekade 1990-an. Alasan lainnya yakni adanya logika imperial (conquer and expand) antaranggota yang mengakibatkan perebutan pengaruh dan nilai di antara mereka. read more

Narasi Pola Pergerakan Islam Mahasiswa Kini dan Masa Depan

Oleh : Muhammad Miftah Jauhar

Seorang tokoh pergerakan Islam di Indonesia sekarang menceritakan bahwa terdapat 3 fase pola gerakan Islam di lingkungan kampus. Fase pertama yaitu fase sebelum tahun 1970an, saat nuansa Islam di kampus masih bernuansa kuat dengan 2 entitas besar Islam di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Pada fase ini, perkembangan Islam di kampus masih belum terlihat adanya perkembangan signifikan, kegiatan bernuansa Islam pun berupa kegiatan tradisional. Fase kedua yaitu saat pemerintah Indonesia mencetuskan NKK BKK sebagai respon pemerintah yang risih terkait kegiatan politik kampus. Beberapa pihak berpendapat bahwa mahasiswa saat itu sangat aktif dalam mengkritik pemerintah, sehingga pemerintah melarang segala kegiatan berbasis politik di kampus. Hal ini terjadi sekitar tahun 1978 dan membuat kalangan mahasiswa kehilangan ruang untuk berapresiasi, ruang selain akademik, dan ruang kritis mahasiswa. Namun justru karena adanya pelarangan tersebut dari pemerintah, nuansa baru yang tidak terpikirkan oleh pemerintah muncul, kegiatan keagamaan terutama Islam merebak di lingkungan kampus. Salah satu akibatnya adalah munculnya Lembaga Dakwah Kampus pertama kali di Indonesia yaitu Jama’ah Shalahuddin (JS) UGM. Pada fase ini, perkembangan Islam di Indonesia terutama lingkungan kampus sangat signifikan. Di UGM, dengan bantuan JS UGM melalui kegiatan Lautan Jilbab oleh Cak Nun berhasil membuat gebrakan baru terkait pemakaian jilbab oleh mahasiswi Islam. read more

Harmoni Kehidupan : Islam, Cinta, IPTEK, dan Indonesia

Oleh : Muhammad Miftah Jauhar

Rumah tidak akan berdiri kokoh jika salah satu penyangga rumah tersebut rapuh. Peradaban Islam tidak akan lahir jika komponen-komponen yang menopangnya tidak sempurna, Bahkan laptop yang digunakan untuk menulis sedikit kisah ini pun tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya jika kehilangan salah satu tombolnya. Jika merujuk kepada fenomena remaja, tentu kisah Dilan tidak akan sempurna jika tidak ada Milea. Begitulah Allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini saling melengkapi, saling mendukung, dan saling berkontribusi dalam pelaksanaan kehidupan sesuai dengan perintahNya. read more

RILIS Tragedi Penembakan di Christchurch

RILIS

Tragedi Penembakan di Christchurch

 Oleh:

JAMA’AH SHALAHUDDIN 

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kronologi Singkat

Setiap muslim laksana satu tubuh, luka pada suatu bagian akan dirasakan oleh yang lainnya. Telah terjadi tragedi kelam yang dideklarasikan sebagai kejadian luar biasa oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Adern. Penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Masjid An Noor dan Masjid Linwood, terjadi pada siang hari Jumat (15/3). Penembakan terjadi sekitar pukul 13:40 waktu setempat, dimana umat muslim berkumpul pasca pelaksanaan ibadah shalat Jum’at. Dalam insiden tersebut dikabarkan bahwa 49 korban tewas dan terdapat dua WNI yang terkena tembakan. read more