Category Archives: Opini

Sisi Humanitas dari Pandemi COVID-19

Sebagaimana yang kita ketahui kasus pandemi COVID-19 telah menyentak warga dunia. Self Quarantiee (karantina mandiri), social distancing bahkan lockdown merupakan bentuk kebijakan masing-masing pemerintah dipakai untuk menyikapi laju penyebaran virus Corona. Sudah pasti kebijakan ini berdampak langsung terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Selama masa tanggap darurat, setiap orang harus mengisolasi diri di rumahnya. Area bisnis, industri, pendidikan, dan hiburan juga menerima dampak yang sama. Kegiatan-kegiatan publik diundur dan bahkan dibatalkan demi keselamatan jiwa. Bagi masyarakat modern, kebiasaan berdiam diri di rumah (rebahan) merupakan pekerjaan pemalas, kini menjadi upaya menyelamatkan dunia saat pandemi muncul. Kini orang tidak bekerja tentu berdampak terhadap kebutuhan logistik keluarga. Akibatnya tidak sedikit orang melakukan panic buying, mengkritik pemerintah tanpa solusi, dan tetap melakukan rutinitas walau harus terpapar virus Corona.

read more

Diskursus ISIS di Era Demokrasi

Oleh: Yusufshid

Ada WNI yang gabung ISIS. Mereka membakar paspornya. Tapi kemudian mereka bertaubat. Mereka ingin kembali ke Indonesia. Negara bukan tuhan yang bisa mengetahui isi hati manusia. Yang Negara harus lakukan adalah berusaha memastikan (pertaubatan)-nya. Kemudian memberikan hak-hak warga negara seadil-adilnya.

Seharusnya, sikap Negara kepada Rakyat itu sama seperti sikap Ibu kepada Anaknya. Menyayangi semuanya, tanpa membeda-bedakan.Namun, wajar jika ada sebagian warga Indonesia menolak pemulangan WNI Eks ISIS ke tanah airnya. Hal itu sebagaimana seorang anak protes ke Ibunya, menolak saudaranya yang nakal pulang ke rumah. Anak itu menolak saudaranya pulang karena, pertama dia takut dinakali oleh saudaranya, kedua karena dia ingin Ibunya memberikan reward kepada dirinya yang taat, dan menghukum saudaranya yang nakal.Namun, wajarnya seorang Ibu, ia tetap ingin seluruh anaknya berkumpul di rumah. Ibu yang bijak pasti akan memulangkan anaknya, membinanya agar menjadi baik dan menyayangi saudaranya. Ibu yang bijak juga pasti berusaha memahamkan anaknya yang penurut. Bahwa orang yang nakal itu juga saudaranya. Ibu sayang semuanya. Ibunya hanya mau berusaha bersikap adil.  Tidak membedakan satu sama lain.

read more

Ke(tidak)siapan Kalimantan Menyambut Warga Kosmopolitan Jakarta

Oleh : Rizky Wisuda Wardani – pembelajar yang masih belajar

Jakarta, kota metropolitan dengan begitu banyak cerita yang tersimpan didalamnya. Jakarta, tempat dimana orang-orang memikirkan pekerjaan yang terus mengejar seakan tidak boleh berhenti walau sampai di rumah. Jakarta, terkadang menjadi tujuan utama para kaum urban dalam mengadu nasib karena “katanya” kalau kerja di Jakarta pasti bisa sukses. Tapi, nanti itu hanya akan menjadi cerita bagi kaum yang sudah menikmati Jakarta, kaum-kaum yang sedari dulu sudah hidup di Jakarta dan merasakan kerasnya Ibu kota. Nanti, Jakarta bukan lagi Ibu kota yang di incar oleh para kaum urban, bukan lagi tempat para petinggi-petinggi negara, dan bukan lagi tempat yang layak untuk menjadi tempat singgah. Pemindahan Ibu kota, menjadi sebab utama orang-orang memikirkan apakah semua akan lepas dari Jakarta? Apakah berlomba-lomba ke pulau seberang untuk segera mendirikan perusahaan akan menjadi pilihan para pebisnis muda? Lalu, apakah Jakarta akan menjadi kota dan bergabung dengan Jawa Barat? Karena itu, pembahasan ini akan menarik.

read more

Asap Kalimantan: Terbengkalainya kewajiban para pemimpin bumi?

Oleh : Kastrat JS x SF

Islam merupakan agama rahmatan lil-alamin yang artinya mengayomi semesta dan segala isinya (menyeluruh), tanpa kecuali. Hakikat dari seorang muslim adalah menerapkan seluruh nilai-nilai dalam islam sebagai gaya hidupnya, termasuk di dalamnya berkenaan dengan menjaga lingkungan. Perlu kita sadari bahwa bumi yang kita pijak ini adalah sebuah titipan Ilahi yang harus kita rawat. Sebagai penduduk yang tinggal di bumi sudah sewajarnya kita menjaga keberlangsungan dan kenyamanan kehidupan kita sendiri dengan merawat yang telah ada. Lebih lanjut, disinilah peran umat muslim untuk ikut berperan aktif menjaga, merawat, dan memperbaiki segala kerusakan yang ada akibat dari beberapa perbuatan manusia di Bumi. Peran umat Islam, yang dalam surah Al-Baqarah dikatakan bahwa merekalah pemimpin/khalifah di muka bumi, agaknya perlu untuk diingat kembali. Sebagai khalifah atau pemimpin di Bumi hendaknya melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin dengan menjaga Bumi dan segala isinya serta mengingatkan manusia yang satu dengan yang lainnya, baik itu pelestarian alam maupun perdamaian di dalamnya.

read more

Analisis CSR: MPM Muhammadiyah dan Pembangunan Sosial Pedesaan

Oleh: Kiki Dwi Setiabudi (FISIPOL UGM 2016)

Tanggung jawab dalam persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk perusahaan. Tanggung jawab persoalan sosial pada perusahaan atau dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) merujuk pada konsep bahwa perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, yakni  dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dalam memberikan kebaikan dan perbaikan bagi pemberdayaan dan pembangunan masyarakat, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.

read more