Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

Pendahuluan

“Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Q.S Ar-Ra’d: 4)

Kurma memiliki nama latin phoenix dactylifera, merupakan buah jadul (6.000-4.000 SM) yang sampai zaman modern ini masih laris dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada orang yang pulang dari berhaji tetapi tidak membawa oleh-oleh buah kurma. Bahkan saya juga belum pernah mendengar pada tiap bulan Ramadhan, bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak pernah memakan buah kurma dari awal sampai akhir Ramadhan. Teman-teman saya yang non-muslim pun banyak yang mengkonsumsi kurma ketika bulan Ramadhan. Begitulah buah kurma, jadul tetapi tetap mantul dan dijadikan sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir seperti yang disampaikan oleh Allah dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 4 pada awal pembukaan artikel ini. Artinya, kalau ada orang yang tidak bisa mengambil pelajaran yang mengantarkan dirinya kepada kebesaran Allah dari buah kurma, maka ada yang salah dalam proses berfikir dari orang tersebut.

Kurma merupakan buah yang unik. Unik karena Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Al-Qur’an. Unik karena Rasulullah SAW menjadikan kurma sehari-hari sebagai makanan wajib keluarga. Unik karena dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia, dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50º C dan dalam kadar garam yang ekstrim, bisa memiliki jangka waktu kadaluwarsa hingga 1,5 tahun (kurma yang berkualitas dan disimpan dengan teknik yang baik), dan unik karena dari 2 jenis tanaman kurma, yaitu jantan dan betina, hanya tanaman kurma betina saja yang dapat menghasilkan buah (6-7 bulan).

Kita sudah sepakat bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat. Oleh karena itu, setiap huruf, kalimat (kata), ayat, surah, layout, penomoran, dan apapun yang ada serta disebut oleh Allah di dalam Al-Qur’an merupakan mukjizat dan itu berarti sesuatu yang sangat penting untuk dikaji dan/atau dilaksanakan. Begitu pula dengan kurma yang sampai 20 kali disebutkan oleh Allah pasti merupakan sesuatu yang berharga baik dari segi keunikannya maupun dari segi kemanfaatannya.

A. Beberapa Manfaat Kurma dalam Perspektif Qur’an dan Sains

“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, ‘Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan’.” (Q.S Maryam: 23)

Ada hal yang sangat menarik ketika kita mengkaji ayat ini melalui kacamata tafsir sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas gambaran kondisi Siti Maryam pada saat itu. Mari kita tilik tafsir dari Imam Al-Baghawi yang dikutip oleh Syamil (2013). Imam Al-Baghawi menyampaikan tafsir dari ayat ke-23 ini sebagai berikut, “Dengan tiba-tiba Maryam merasa sakit untuk melahirkan anak, lalu dia bersandar di pohon kurma yang mana keadaan sekelilingnya tandus dan kering tanahnya bahkan berada di tengah-tengah padang pasir, cuaca saat itu amat dingin dan tiada satu pun dapat membantu beliau dari menahan sakit ketika melahirkan.”

Jadi kondisi Siti Maryam saat itu adalah dalam kondisi yang sangat kritis. Kemudian setelah Allah mengirimkan Jibril dan membuatkan sungai pada ayat ke 24 nya, Allah memerintahkan Maryam untuk:

 “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini,’” (Q.S Maryam: 25-26)

Ayat ini menarik karena Allah memerintahkan Siti Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma, seperti yang kita tahu memiliki sifat yang cukup kuat, di tengah kondisi beliau yang lemah dan kondisi sekitarnya yang kering, dingin, dan sepi. Sepintas, hal tersebut tidak mungkin akan membuat biji kurma jatuh dari tangkainya. Ust. Budi Ashari memberikan komentar pada salah satu ceramah beliau tentang kondisi tersebut bahwa ayat ini menjelaskan tentang tawakkal. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa orang itu yang paling penting adalah berusaha dan percaya kalau Allah akan menolong. Urusan mustahil itu adalah urusan yang lain, yang penting tugas kita adalah berusaha dan percaya (tawakkal) kepada Allah.

Hal lain yang lebih menarik dari ayat-ayat di atas adalah mengapa Allah memerintahkan Siti Maryam untuk memakan buah kurma ketika proses melahirkan? Layaknya yang kita tahu adalah wanita yang melahirkan akan banyak kehilangan dua hal, yaitu energi dan darah. Tetapi Allah mengatasi dan melengkapi dua kehilangan tersebut hanya dengan Kurma.

Berikut merupakan beberapa manfaat dari buah kurma dalam perspektif Sains yang nantinya diharapkan dapat menjawab pertanyaan di atas, yaitu sbb:

1. Memperlancar proses melahirkan

Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitabnya, ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis (Pengobatan Ala Nabi dan Ilmu Modern) mengatakan bahwa perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula. Hal ini dikarenakan banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi jika hal itu membutuhkan waktu yang lama. Sehingga kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam Kurma basah (ruthab). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh.

2. Mencegah pendarahan rahim

Kurma mengandung nikotinat dan hormon potuchasin yang dapat mengecilkan pembuluh darah dan mencegah pendarahan pada rahim.

3. Memperlancar ASI dan mengobati kemandulan

Beberapa hormon yang terkandung dalam kurma juga berfungsi untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok atau glandula thyreoidea dan hormon pembangkit kelenjar susu, sehingga dapat memperlancar ASI sehingga cocok diberikan pada wanita yang sudah melahirkan. Selain itu, sari kurma juga dipercaya dapat mengobati kemandulan.

4. Memberikan tambahan tenaga bagi yang lemas, letih, dan lesu

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) menyatakan bahwa zat gula yang berada di dalam kurma itu berbeda dengan zat gula pada buah-buahan lain yang biasa mengandung sukrosa yang mana zat tersebut tidak langsung diserap oleh tubuh, melainkan dipecahkan terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa. Adapun zat gula pada kurma tidak membutuhkan proses tersebut sehingga lebih mudah diserap tubuh. Adapun bila dibandingkan dengan nasi yang penyerapan dalam tubuh membutuhkan waktu berjam-jam (sekitar 5 jam), penyerapan gula kurma dalam tubuh cukup cepat, yakni sekitar 45-60 menit atau sekitar 1 jam. Itulah sebabnya mengapa kurma sangat baik untuk dijadikan sebagai makanan pembuka puasa karena dapat menyuplai asupan gizi dengan cepat. Adapun kandungan Potasium di dalam kurma berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit, dan lemah otot sehingga cocok diberikan pada wanita yang sudah melahirkan.

B. Beberapa Manfaat Kurma dalam Perspektif Hadits dan Sains

Berikut beberapa manfaat dari buah kurma dalam perspektif hadits dan sains:

1. Meningkatkan daya kecerdasan

“Berilah makan buah kurma kepada istri-istrimu yang sedang hamil, karena sekiranya wanita hamil itu makan buah kurma, niscaya anak yang lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun, serta cerdas. Sesungguhnya makanan Maryam tatkala melahirkan Nabi Isa adalah buah kurma. Sekiranya Allah menjadikan suatu buah yang lebih baik daripada kurma, maka Allah akan memberikan buah itu kepada Maryam.” (H.R Bukhari)

Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW tersebut, Ibnu Qayyim menyampaikan, “Sesungguhnya Kurma basah (ruthab) dapat menambahkan kecerdasan terutama jika dimakan dengan biji buah cemara.” Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim tersebut, salah satu penelitian dari WHO mengungkapkan fakta bahwa kurma mengandung kalsium yang tinggi sehingga dapat memperlancar pengiriman dan distribusi oksigen ke otak serta membantu proses keseimbangan cairan tubuh.

2. Menghindarkan orang dari bahaya racun dan sihir

“Barangsiapa mengkonsumsi Kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir” (H.R Muslim)

Kurma Ajwa berbentuk mungil, bulat, daging tebal, kering, teksturnya lembut, dan hanya tumbuh di tanah Madinah. Rasanya mirip seperti kismis dan tidak terlalu manis. Berkaitan dengan keistimewaan kurma Ajwa, Ibnu Hajar Al-Asqalani yang menukil perkataan Imam Al-Khathabi mengungkapkan, “Kurma Ajwa bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a dan keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah, bukan karena dzat itu sendiri.”

3. Vaksinasi Bayi dengan Kurma

Abu Musa berkata, “Seorang anakku lahir, akupun membawanya ke nabi. Beliau menamainya Ibrahim. Lalu Nabi melolohnya dengan sebutir kurma, memohonkan berkah baginya, lalu memberikannya kepadaku” (H.R Bukhari)

Kurma adalah makanan yang dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia sehingga bayi yang baru lahir pun dapat diberikan makanan kurma dengan cara syar’i yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu tahnik. Metode ini disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Tentunya pasti memiliki hikmah dibalik itu.

Mentahnik bayi dengan kurma memiliki banyak manfaat bagi perkembangan bayi dan melindunginya dari berbagai bahan penyakit sehingga membantu bayi dalam penguatan daya tahan tubuh. Istilah umumnya adalah kurma berperan sebagai vaksin layaknya bayi yang diberi imunisasi. Hal didukung oleh fakta bahwa komposisi buah kurma terdiri atas 70% zat gula, 20% protein, dan 3% lemak. Kurma juga mengandung zat-zat fitokimia seperti polifenol, sterol, tanin, dan karoten yang bertindak sebagai antioksidan yang mampu mencegah pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Kandungan lysin (2000 kali lipat dibanding apel dan pisang) pada Kurma bermanfaat untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan sel otot.

4. Dapat menjadi bahan makanan pokok

Ar-Razi atau dikenal dengan nama Ibnu Al-Khatib Asy-Syafi’i Al-Faqih ketika menafsirkan Surah Al-Mukminun ayat 10 yang dikutip oleh Syamil (2013), beliau menyampaikan , “…..yakni Allah menyebutkan kalimat kurma dalam ayat ini, karena kurma bukan sekedar pelengkap makanan tapi juga menjadi makanan pokok bagi manusia.”

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sebuah rumah yang memiliki kurma, penghuninya tidak merasa lapar.” Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa memakan kurma sebanyak 100 gram (sekitar 7 buah) dapat memenuhi kecukupan energi harian sebesar 12%-15%. Dari analisis secara kimia terbukti bahwa kurma kering mengandung 70,6% karbohidrat, 2,5% lemak, serta 1,32% mineral termasuk kalsium, zat besi, fosfat, magnesium, kalium, seng dan mineral lainnya. Kurma kering juga mengandung 10% serat , vitamin (A, B1, B2, dan C), gula, dan protein. Jadi wajar jikalau kurma dapat memenuhi minimal kebutuhan makanan pokok sekeluarga di rumah.

5. Baik untuk makanan buka puasa

“Apabila salah seorang diantara kamu ingin berbuka puasa, maka hendaklah memulainya dengan kurma, karena ia memiliki keberkahan, jika tidak ada kurma, maka mulailah dengan air minum, karena ia menyucikan.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kurma memiliki kandungan gula yang penyerapannya oleh tubuh lebih cepat daripada nasi. Penyerapan unsur gula yang dikandung nasi di dalam tubuh sekitar 5 jam, sedangkan untuk kandungan gula Kurma sekitar 45-60 menit (sekitar 1 jam). Itu sebabnya kurma merupakan makanan yang sangat baik untuk berbuka puasa karena dapat menyuplai asupan energi secara cepat.

 

Begitulah beberapa manfaat krusial dari buah Kurma. Nyatanya, manfaat dari Kurma sebenarnya lebih banyak  dari yang telah disebutkan karena kita juga belum membahas manfaat dari akarnya, pelepah daunnya, batangnya, dan lain-lain. Oleh karena itu sangat tepatlah yang disampaikan oleh salah satu ulama tafsir yakni As-Sa’di bahwa:

“Kurma adalah sebaik-baik buah yang Allah jadikan di atas muka bumi ini karena padanya terdapat manfaat yang banyak dan kelezatan.”

 

Daftar Pustaka

Naik, Zakir. 2016. Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah. Solo: AQWAM.

Syamil, Ahmad. 2013. Keistimewaan Kurma dalam Al-Qur’an Ditinjau dari Perspektif Ilmu Kesehatan. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif

Anonim, https://www.hidayatullah.com/ramadhan/inspirasiramadhan/read/2015/06/23/72726/10-rahasia-keajaiban-buah-kurma-yang-dianjurkan-nabi-2.html, . Diakses 31 Januari 2019

Anonim, http://www.kabarmakkah.com/2014/09/kupas-tuntas-tentang-kurma.html . Diakses 31 Januari 2019

Pangkalan Ide. 2011. Health Secrets of Dates. Jakarta: Elex Media Komputindo. https://books.google.co.id/books?id=q4VKDwAAQBAJ&pg=PA25&lpg=PA25&dq=hormon+potuchsin&source=bl&ots=wwIVL30euL&sig=ACfU3U0ZCgI02p16uST8sVI90eWJfKYSUQ&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiywMHPo5jgAhUaiHAKHbP-AUEQ6AEwAnoECAgQAQ#v=onepage&q=hormon%20potuchsin&f=false . Diakses 31 Januari 2019

One thought on “Kurma dalam Perspektif Qur’an, Hadits, dan Sains

  1. Seneng banget makan kurma, terutama yang ngak begitu manis.
    Ada di minimarket kalo pas bulan ramadhan aja,

    alhamdulillah bentar lagi ramdahan
    Bisa makan kurma yang banyak manfaatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.