Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • JS Menulis
  • Cerpen

Jalan yang Indah, Fitrah Kehidupan

  • Cerpen
  • 11 Desember 2011, 13.44
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

jalan_indah

Ketentraman dan keindahan sudah menjadi fitrah kehidupan yang menjelma sebagai dambaan setiap insan. Seseorang rela mengorbankan apapun untuk meraihnya. Jalan yang ditempuh pun bermacam-macam, ada yang berangapan dengan mencari kekayaan, maka ketentraman hidup akan dengan sendiri diraihnya, ada yang mencapainya dengan jalan popularitas dan ada pula yang merengkuhnya melui perjalanan spiritual yang panjang. Agama dijadikannya sebagai tempat sandaran dalam setiap sendi kehidupan, Tuhan sebagai satu-satunya tempat berlabuh atas segala keluh.

“Oh God! If you save me, I’ll work for you”, itulah salah satu teriakan ekspresi untuk mencari hakikat hidup oleh Cat Steven, seorang penyanyi terkemuka asal inggris sekitar akhir tahun 60’an. Pada tahun 1975 dia berlibur ke Malibu, Calofornia. Saat itu dia terseret ombak besar, dengan keadaan timbul tenggelamnya antara hidup dan mati, dengan keras ia teriakkan permohonannya kepada Tuhan. Dan akhir kejadiaannya, perlahan-lahan ombak itu mengantarkannya kembali ke tepi pantai, alhasil ia selamat dari misteri yang hampir merenggut nyawanya.

Kegelisahan mulai menyelimuti diri Cat Steven, hingga akhirnya ia mengawali perjalanan spiritual panjangnya untuk mencari dan mengenal Tuhan. Ia mempelajari tentang Budha, ilmu Numerology, Astrology, dll hingga suatu waktu saudara kandungnya memberikan Al-Qur’an kepadanya. Perlahan, Cat Steven mulai membaca dan memelajari isinya dan didapatilah nilai-nilai keindahan hingga mengantarkannya ke gerbang syahadat. Dialah yang sekarang di kenal dengan nama Yusuf Islam, nama barunya yang terinspirasi dari surat Yusuf. Kini Ia mendedikasikan dirinya dalam dunia pendidikan, kedamaian dunia, dan juga masih berkecimpung dalam bidang seni (penyanyi).

Kisah lainnya adalah nenek yahudi buta yang terus menghina dan memfitnah Rasulullah SAW. Rasulullah setiap paginya justru mendatangi Nenek tersebut untuk diberikan suapan makanan, tanpa kata apapun. Setelah Rasulullah wafat, maka Abu Bakar menggantikan beliau. Saat Abu Bakar mulai menyuapinya, sontak pengemis berteriak, “Siapa kamu ? Orang yang biasa menyuapiku setiap pagi apabila Dia dating kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan mulut ini mengunyah”. Abu Bakar tidak bisa menahan air matanya, sambil terisyak dalam tangisnya Beliau mengatakan bahwa memang Beliau bukan orang yang biasanya, dan menyampaikan bahwa orang tersebut adalah Rasulullah SAW yang sering Ia hina. Sampai disini nenek itu terketuk hatinya dan bersayahadat dihadapan Abu Bakar r.a.

Inilah betapa indahnya kehidupan. Islam memberikan sebuah jalan yang indah bagi siapapun. Tidak sedikit ilmuan yang bersyahadat, takjub akan sisi-sisi keajaiban islam, seperti Dr. Fidelma, seorang doktor di Amerika ahli neurologi yang menemukan bahwa ada bagian syaraf otak yang tidak tersuplai oleh oksigen, kecuali saat seseorang melakukan sujud. Pun Ahli farmakologi Thailand, Profesor Tajaten Tahasen yang juga merupakan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand menemukan fenomena terpisahnya air laut satu terhadap yang lain. Dan itu semuanya sudah ada dalam kitab suci seluruh Alam, yakni Al-Quran hingga membuatnya bersyahadat menyaksikan Ke-Esaan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad ialah utusan Allah.

Ditulis oleh : Ardian Umam

Mahasiswa Teknik Elektro UGM

Dept. Media Opini Jamaah Shalahuddin 1432 H

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada