Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Kemesraan Tokoh NU dan Muhammadiyah di Panggung Tabligh Akbar Maulid Pop UGM 1445 H

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 19 Oktober 2023, 13.51
  • Oleh : Indra Oktafian Hidayat

Dr. (H.C). K.H. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI 2014-2019) dan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. menampikan kemesraannya di panggung Tabligh Akbar dalam rangka malam puncak Maulid Pop UGM 1445 H, Sabtu (14/10). Acara tersebut mengambil tema “Nabi Muhammad SAW sebagi Pribadi yang Paripurna”.

Kemesraan itu ditunjukkan dengan saling melempar candaan dan menghasilkan tawa gemuruh dari para hadirin yang mayoritas didominasi oleh sivitas akademika Universitas Gadjah Mada. Bahkan, Prof. Abdul Mu’ti bercerita bahwa dulu beliau adalah Ketua Jamiyah Maulidiyah.

“Sepertinya panitia sengaja mengundang saya untuk menegaskan kalau Muhammadiyah tidak anti terhadap Maulid. Buktinya Sekumnya hadir dan jadi pembicara lagi. Tapi gak salah sih, dulu saya juga pernah menjadi Ketua Jamiyah Maulidiyah,” kata Prof. Abdul Mu’ti disambut tawa gemuruh para hadirin.

“Saya pikir malam ini bakal ada pembacaan berjanjen atau kitab  maulid yang lain, soalnya saya hafal,” tambahnya sembari mencontohkan beberapa bait bacaan kitab maulid Al Barzanji.

Dalam kegiatan tersebut, baik K.H. Lukman Hakim Saifuddin dan Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Maulid Nabi Muhammad sangat penting diselenggarakan di Indonesia untuk menambah kecintaan kita terhadap beliau. Kyai Lukman menekankan pesan rasul ketika khutbah pada haji wada’ yang isinya ternyata lebih umum mengenai memanusiakan manusia, menegakkan keadilan, dan menghargai perbedaan”

“Ternyata, pesan Nabi waktu itu supaya kita cukup menyikapi dengan tasamuh akan perbedaan dan keragaman di wilayah furuiyah, yang partikular dan cabang tersebut”, jelasnya.

Selain Kyai Lukman dan Prof. Mu’ti, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi Taufiq Ismail, Rizki Gatra, Fakhri Violin, serta hiburan oleh Manunggaling Rebana UGM dan SAKA UGM.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada