Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Artificial Intelligence (AI) Mempermudah dalam Menyokong Proses Pembelajaran

  • Ramadhan di Kampus
  • 15 Maret 2024, 14.55
  • Oleh :

Dosen Fakultas Teknik UGM, Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari, Ir. Noor Akhmad Setiawan, ST, MT, Ph.D., IPM. dalam ceramah Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (SAMUDRA) 1445 H yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM, Kamis (14/3), menjelaskan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Proses Pembelajaran pada era revolusi industri 4.O.

 

Kecerdasan buatan merupakan stimulasi dari intelligence yang ada pada manusia, dihadirkan juga pada suatu mesin sehingga dalam kecerdasan buatan akan melibatkan pembelajaran, penalaran dan koreksi diri untuk melakukan tugas. Selanjutnya, Artificial Intelligence (AI) berevolusi dari yang sebelumnya berkomputasi dengan simbol menjadi pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam yang fokusnya telah bergeser dari konsep teoritis ke implementasi praktis.

 

  Ahmad Setiawan memaparkan penjelasannya mengenai aplikasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan: Pertama, Relevansi AI dalam pendidikan yakni meningkatkan pembelajaran yang dipersonalisasikan dengan kebutuhan masing-masing siswa sehingga memunginkan penilaian, umpan balik dan penyampaian konten yang efisien dalam pendidikan. Kedua, pengalaman belajar yang dipersonalisasi, AI dalam pendidikan memunginkan jalur pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan kinerja dan preferensi siswa, meningkatkan keterlibatan dan retensi pengetahuan. Ketiga, tutor dan asisten AI. Tutor AI memberikan bantuan yang dipersonalisasi menawarkan umpan balik langsung, sumber dan pembelajaran yang adaptif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Sedangkan asisten virtual yang didukung oleh AI mendukung siswa dengan pertanyaan, menyediakan materi pelajaran dan memfasilitasi pengalaman belajar interaktif.

 

Keempat, Tugas Administratif Otomatis. AI merampingkan tugas-tugas administratif seperti penilaian, penjadwalan dan pencatatan, sehingga membebaskan waktu para pendidik untuk interaksi yang lebih berdampak dengan para siswa. Mengelola dokumen dan entri data secara efisien. Al mengurangi beban administratif, sehingga para pendidik dapat fokus pada pengajaran dan dukungan siswa. 

 

Kelima, Pembuatan dan Kurasi Konten AI menghasilkan konten pendidikan yang interaktif dan menarik, beradaptasi dengan gaya belajar dan preferensi siswa untuk transfer pengetahuan yang efektif. Kurasi konten otomatis oleh AI memastikan akses ke sumber daya pendidikan yang relevan dan terkini, meningkatkan kualitas dan relevansi materi pembelajaran. 

 

Keenam, Meningkatkan Aksesibilitas untuk semua siswa. Teknologi Al menyediakan fitur aksesibilitas seperti text-to-speech dan pengenalan suara, memastikan inklusivitas bagi siswa dengan beragam kebutuhan belajar. Mereka menawarkan materi dan alat pembelajaran adaptif yang sesuai dengan gaya belajar yang berbeda, membuat pendidikan lebih mudah diakses dan menarik bagi semua siswa.

 

Di akhir sesi, Akhmad Setiawan memaparkan tantangan dan keterbatasan Al dalam Pendidikan: pertama, masalah privasi dan keamanan data. Kedua, resistensi terhadap perubahan dalam sistem pendidikan. Ketiga, bias dan ketidaksetaraan dalam algoritma AI. Keempat, keterbatasan teknis dan masalah keandalan. (Fatiya Auliya/ Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

[ux_text font_size=”1.5″]

Saksikan videonya berikut ini:

[/ux_text]
[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=nBihaWU2rnA” height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada