Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

Ferry Atmaja Paparkan Langkah-langkah dalam Berwirausaha

  • Ramadhan di Kampus
  • 31 Maret 2024, 14.36
  • Oleh :

Kajian Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (Samudra), pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2024 atau 21 Ramadhan 1445 H yang bertempat di Masjid Kampus UGM menghadirkan Ferry Atmaja, S.T. yang merupakan Owner dan Founder Preksu sebagai pembicara dengan membawa tajuk “Membangun Spirit Berbisnis di Usia Muda Sebagai Ikhtiar Penguatan Ekonomi Umat Islam.“

 

Ferry Atmaja menjelaskan bahwa langkah utama dalam berwirausaha adalah menentukan niat, karena niat yang menentukan keberhasilan dalam usaha yang akan ditekuni. Kemudian ketika telah memiliki niat dan tidak takut untuk gagal lagi (niatnya karena Allah Swt), maka, Allah akan memudahkan usaha kita kedepannya. “Mengapa kita tidak boleh merasa takut gagal? karena sesungguhnya kita sebagai  manusia pasti diberi ujian, dan ujian setiap manusia itu berbeda beda” ucap Beliau.

 

Dalam berwirausaha pasti memerlukan modal. Modal yang dimaksud dapat berupa spirit (mempunyai kemauan dan semangat). Agar memiliki kemauan dan semangat dalam berwirausaha, kita harus memiliki visi. Tentukan terlebih dahulu apa tujuan dalam melaksanakan usaha, apa yang ingin dicapai, dan bagaimana cara mencapainya. Beliau juga menjelaskan bahwa “Manusia yang paling mulia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak.”. Berwirausaha juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan  terhadap sesama, dan memiliki kebermanfaatan bagi orang banyak.

 

Setelah memantapkan niat dan memiliki tujuan, modal yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah ilmu. Berilmu atau berguru harus dengan orang yang tepat. Sebagaimana dalam mencari guru, kita diwajibkan mencari guru yang benar, “carilah guru yang baik dan benar” ujar Beliau. Tujuan mencari guru yang baik dan benar adalah agar tidak tersesat, contohnya di zaman sekarang, banyak sekali guru agama yang ajarannya tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadist. “Mencari guru haruslah selektif agar kita tidak tersesat” tegas Beliau.

 

Bisnis yang baik adalah yang berdasarkan peluang. Ketika melihat peluang tersebut, maka ambillah, kemudian jadikan pashion. Menjadikan passion sebagai bisnis juga tidak masalah jika terdapat peluang didalamnya. Bisnis yang baik juga dimulai dari pemilihan market kemudian produk. Tentukan terlebih dahulu market yang akan dituju kemudian ciptakan produknya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang terjadi, karena jika memulai bisnis dari produk terlebih dahulu kemudian market, terlihat lebih sulit dijangkau dan membutuhkan usaha yang lebih, karena harus mengedukasi market terlebih dahulu. 

 

Bisnis tidak harus dimulai dengan sesuatu yang baru, karena sesuatu hal yang baru membutuhkan modal besar. Berbanding terbalik dengan memodifikasi sebuah produk, karena hanya perlu menciptakan inovasi yang sudah ada pada produk tersebut, kemudian dimodifikasi (amati, tiru, modifikasi). Beliau juga menjelaskan bahwa berbisnis dimulai dari STP (segtimenting, targeting, positioning). Produk yang dijual harus memiliki value. Value terbagi menjadi 3 hal, yaitu: fungsional, emosional, dan spiritual. Value yang ditampilkan dari sebuah produk mampu memikat hati konsumen dan menjadikan alasan mengapa konsumen harus membeli produk yang kita buat. (Dzurrotunnisa/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

 

[ux_text font_size=”1.5″]

Saksikan videonya berikut ini:

[/ux_text]
[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=JxS3FG8Nj8I&list=PLZabby1QT-cdBaI2pPGNVEtt3MmMZX4zl&index=4″ height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada