Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Ramadhan di Kampus

J.S. Khairen: Tidak Ada Jurus Khusus untuk Menjadi Penulis, Satu-satunya Cara adalah Rajin Menulis

  • Ramadhan di Kampus
  • 30 Maret 2024, 16.04
  • Oleh :

Ramadhan di Kampus UGM 1445 H mengadakan kegiatan Menuang Kalam, seminar kepenulisan, dengan mengangkat tema “Merangkai Cerita: Kiat Menulis Novel yang Menarik” pada Sabtu (30/03) di Auditorium FMIPA Lantai 1 Universitas Gadjah Mada. Rangkaian kegiatan hari pertama ini dimentori oleh Jombang Santani Khairen, seorang penulis buku Best Seller “Melangkah” dan “Dompet Ayah Sepatu Ibu”. Beliau menyampaikan beberapa hal penting dalam dunia kepenulisan ditemani oleh Maulana Arifah selaku moderator. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 s/d 11.45 WIB.

 

Beliau menyampaikan bahwa penulisan yang kreatif harus selalu diawali dengan memaksa diri untuk menulis. Bagi Khairen, kemampuan menulis sama seperti salah satu saraf  yang berada di kaki dan tangan manusia, mielin. Kinerja saraf ini bekerja dengan merekam kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh tubuh. Seorang pesilat yang terbiasa berlatih pukulan 100 kali per latihan, akan dengan mudah melawan musuh karena saraf mielin telah merekam dengan jelas cara memukul yang baik dan benar. Begitupun penulis, tidak jarang seorang penulis baru terkendala dalam memulai sebuah tulisan. Kendala tersebut dapat diselesaikan dengan mencari inspiratif dan tentunya melatih saraf mielin dengan mencoba untuk menuliskan segala hal yang ada di sekitar kita. Dengan begitu, kita akan terbiasa untuk menulis dan kendala buntu ide pun akan lebih jarang ditemui. 

 

Khairen menekankan bahwa kunci utama dalam penulisan adalah langsung menulis saat itu juga. Banyak orang berpikir untuk menjadi seorang penulis, tetapi tidak pernah benar-benar menulis. Jika kemampuan menulis tidak pernah dilatih, maka sama seperti saraf mielin, kebiasaan itu tidak akan pernah terbiasa dan “rasa” menulis itu tidak akan tumbuh di dalam dirinya.

 

Pembicara kelahiran Padang tersebut menambahkan, “Seorang penulis bisa menjadi keren, jika menyajikan sebuah tulisan dari sudut pandang yang berbeda.” Mencari sudut pandang yang berbeda memang membutuhkan sebuah latihan. Semua novel Best Seller bisa jadi memiliki alur cerita yang biasa saja, tetapi dengan sudut pandang yang spesial, berpotensi menghanyutkan perasaan pembaca ke dalam cerita yang disajikan.

 

Dalam dunia penulisan, tidak ada jurus khusus untuk jadi penulis dan tidak ada cara rahasianya. Satu-satunya cara adalah dengan rajin menulis dan membaca berulang kali. Selain itu, menjadi seorang penulis tidak perlu menunggu ide yang cemerlang. Jika sudah menemukan ide, apa pun itu, maka langsung dituangkan ke dalam  tulisan. Ketika suatu saat memiliki sebuah ide, langsung dituangkan menjadi tulisan. Hal ini selalu dipraktikkan oleh Khairen yang selalu membawa keyboard lipat kemanapun dan dimanapun ia berada. Dengan demikian, menjadi penulis tidak perlu banyak pengalaman, tetapi bisa langsung dilatih saja. (Zuhud Ahnaf Fauzi/Editor: Hafidah Munisah/Foto: Tim Media Kreatif RDK)

 

 

 

[ux_text font_size=”1.55″]

Saksikan videonya berikut ini:

[/ux_text]
[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=_FjKBFjFTV8&list=PLZabby1QT-cev9gSuRdsko5lnZi39YY23″ height=”50%”]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada