Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Uncategorized

Konsep Otomatis

  • Uncategorized
  • 3 November 2024, 07.42
  • Oleh : lennyaureliaamilia

Ringkasan Kajian Ahad Pagi Ahad, 20 Oktober 2024

Tafsir Q.S. Al Baqarah 2 : 265-266

“Berinfak Karena Allah dan Berinfak Karena Selain-Nya” Pembicara : Ust. Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I., M.A. 

 

QS. Al Baqarah ayat 265

 

وَمَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمُ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ وَ تَثۡبِيۡتًا مِّنۡ اَنۡفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبۡوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتۡ اُكُلَهَا ضِعۡفَيۡنِ‌ۚ فَاِنۡ لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ‌ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ

 

Artinya : Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari ridha Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 

Penjelasan:

 

Kedua ayat pada bahasan ini menggambarkan dua model orang, yaitu orang yang berinfak karena Allah dan selain-Nya. Mengokohkan jiwa mereka artinya tidak kikir karena sifat manusia yang sebenarnya adalah pelit. Bila ingin ingin menjadi orang berkepribadian lurus, maka biasakan infak. Infak tidak harus menunggu kaya, berapapun yang kita miliki kita harus berlatih. Orang yang berinfak untuk Allah dan mengokohkan jiwa seperti sebuah kebun di dataran tinggi lalu dituruni hujan daripada yang lain mendapat paparan matahari sehingga hasilnya lebih subur daripada daerah dataran rendah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat bahkan hal yang disembunyikan. Apabila mengerjakan amal shalih, manfaatnya bisa duniawi dan ukhrawi

 

QS. Al Baqarah ayat 266

 

اَيَوَدُّ اَحَدُكُمْ اَنْ تَكُوْنَ لَهٗ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ لَهٗ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۙ وَاَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهٗ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاۤءُۚ فَاَصَابَهَآ اِعْصَارٌ فِيْهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَࣖ ۝٢

 

Artinya : Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu, kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan(-nya).

 

Penjelasan:

 

Penyebutan buah kurma dan anggur karena buah yang populer pada masyarakat zaman itu. Kebun dengan segala buah-buahan yang dibawahnya ada sungai mengalir. Allah membuat perumpamaan yaitu lansia yang memiliki kebun. Lansia itu mempunyai anak-anak kecil artinya tanggung jawabnya masih besar sebagai pencari nafkah mereka. Lalu kebunnya terkena angin dan api sehingga kebunnya hangus terbakar dan lansia itu bersedih luar biasa. Hal ini adalah perumpamaan untuk orang berinfak karena orang lain sehingga orang itu akan merugi dan tidak mendapat pahala. Menyembunyikan amal karena ingin diketahui orang lain bahwa orang yang suka menyembunyikan amal sama dengan orang yang ingin diketahui orang lain karena sering beramal, artinya keduanya keperluan duniawi. Maka dari itu, kita harus meluruskan niat beramal shalih. Allah menjelaskan ayat-ayat kepada kalian agar mengasah pemikiran dan perasaan kita.

 

Sesi Tanya Jawab:

 

Tanya: “Sebagai ibu orang tua tunggal, mantan suami anak tidak menafkahi anak. Manakah yang lebih utama dalam bersedekah, anak-anak atau orang tua yang keadaan berada. Apakah ada urutan-urutan lain yang lebih utama. Adakah amalan untuk finansial yang lebih baik?”

 

Jawab : “Dalam keadaan ini, anak-anak terlebih dahulu karena kewajiban. Bisa juga prioritas dalam kondisi, misal orang tua yang genting untuk kebutuhan makan lebih penting daripada kebutuhan makan untuk anak yang telah tercukupi. Orientasi pada materi atau harta, harus diantisipasi karena berkaitan dunia. Saya pernah dengar bahwa infak terbaik itu kepada keluarga, sedangkan infaq yatim piatu dan orang fakir utama. Jawab ; menyantuni kepada keluarga yang perlu santunannya harus didahului daripada orang lain. Saat sudah selesai menafkahi, diperbolehkan untuk orang lain.”

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada