Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Memetik Analogi Biji Gandum di Rumah Pak Rangga Almahendra

  • Kabar JS, Kirim Tulisan, Media
  • 28 Juli 2016, 13.27
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Oleh  Habib Haidar Pradana Effendi [Staf Tim Gelanggang 2015]

Awal pekan ini, (25/7) Jama’ah Shalahuddin melakukan silaturahim di rumah Bapak Rangga Almahendra sang penulis novel terkenal 99 Cahaya di Langit Eropa. Silaturahim yang diikuti 19 peserta yang kesemuanya aktivis Jama’ah Shalahuddin memiliki tujuan di antaranya agar Jama’ah Shalahuddin dapat menjalin komunikasi dengan baik secara kelembagaan terhadap salah satu menantu Prof. Amien Rais tersebut. Tidak sedikit pula dari aktivis lembaga dakwah UGM meminta cerita-cerita inspiratif dan berharap mendapat wejangan yang berharga dari orang yang biasa disapa Mas Rangga itu.

Selama kurang lebih dua jam silaturahim berlangsung di ruangan rumahnya yang dinamakan Joglo Amien Rais. Banyak bahasan menarik terlontarkan dalam forum diskusi kecil-kecilan dalam agenda silaturahim kali ini. Mulai dari persoalan dakwah, media, film, pendidikan, sampai nasehat kisah romantisme Mas Rangga dengan Mba Hanum (red; Hanum Salsabila Rais, istri beliau yang sama sama bergelut di dunia media), yang pada akhirnya, “setiap orang pasti memiliki ceritanya masing-masing”, kata beliau.

Ke-azzam-an beliau untuk memanfaatkan media dalam berdakwah begitu luar biasa. Salah satu hasilnya adalah Adi Tv yang sampai sekarang melayani kebutuhan informasi secara akurat kepada khalayak, dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, terdapat beberapa sekuel film layar lebar yang ditonton jutaan manusia yang dapat dipetik manfaatnya. Dalam satu bahasan mengenai dakwah, khususnya dakwah Islam kontemporer yang mana kebanyakan masyarakat sekarang cenderung antipati terhadap “simbol” Islam, Mas Rangga datang dengan metode penyampaian dakwah yang berbeda, yakni dengan lebih mengedepankan pembawaan substansi daripada “simbol”.

Agenda silaturahim yang diusung Departemen Jaringan yang bekerja sama dengan Departemen Media Center Jama’ah Shalahuddin membawa dampak yang cukup signifikan, yang kemudian membuat lembaga ini dikenal oleh tokoh-tokoh nasional seperti Mas Rangga. Terlepas dari itu, silaturahim ini sangat bermanfaat bagi punggawa Jama’ah Shalahuddin yang turut serta dalam agenda tersebut. “Kita menjadi paham dilema yang dihadapi Mas Rangga dalam dakwah media di kancah nasional, dan juga sebagai mahasiswa, saya menjadi lebih tajam dalam menganalisis objek dakwah kita beserta metodenya bagaimana”, ujar Risyad Muhammad, salah satu anggota Departemen Kajian Strategis yang turut mengikuti silaturahim.

Salah satu pesan Mas Rangga yang dapat dipetik adalah “Jangan menjadi biji gandum yang hanya sampai di pabrik, tapi jadilah biji gandum yang tersebar luas menjadi roti yang membawa banyak manfaat. Orang sukses kelak adalah orang yang banyak mendedikasikan dirinya untuk orang lain”. Begitu banyak halangan dan rintangan yang beliau hadapi dalam berdakwah. Ketika banyak yang mengacuhkan dan mencemooh, beliau mengingat sosok Nabi Nuh yang selama ratusan tahun berdakwah akan tetapi hanya dapat memikat sedikit pengikutnya. Selain itu, kaumnya justru mengacuhkan dan mencemoohnya. Pun Nabi Muhammad yang dalam proses dakwahnya tidak sedikit mendapatkan tekanan dari musuh-musuh Islam di seantero wilayah jazirah Arab.

Semoga apa yang menjadi kebaikan dalam untaian nasehat Mas Rangga di rumah beliau dapat mengantarkan beliau kepada kebaikan di akhirat pula. Selain itu, harapannya hal tersebut dapat memotivasi seluruh aktivis dakwah kampus untuk selalu berjuang tak kenal lelah untuk senantiasa menggelorakan dakwah, khususnya, saat ini dan di sini, di Lembaga Dakwah Kampus Universitas Gadjah Mada, Jama’ah Shalahuddin.

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin