Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • GMMQ

Komoditas Gharqad: Simbolisme Kefasikan Kaum Yahudi di Akhir Zaman

  • GMMQ
  • 10 Februari 2019, 00.18
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 2

Oleh: Nindya Indrasweri (staf BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an)

Berbicara mengenai komoditas pertanian, sebagian besar manusia secara praktis akan berfikir mengenai komoditas yang bersifat survival oriented dan dianggap fundamental dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti beras, gandum, gula dan komoditas lainnya. Namun, seperti yang telah kita ketahui, kini segala sesuatu yang bersifat profit oriented lebih dibutuhkan untuk beradaptasi sesuai lini zaman. Karena itulah di milenium ketiga ini komoditas pertanian yang semula bersifat survival oriented kini berkembang menjadi profit oriented. Hal tersebut diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan independen terhadap komoditas pertanian setiap negara di berbagai belahan dunia.

Dengan merujuk pada hal tersebut, saat ini sangat sedikit bahkan tidak ada negara di dunia yang mengembangkan komoditas pertanian yang tidak berorientasi pada kemanfaatan. Meski demikian, lain halnya dengan bangsa Israel atau yang oleh masyarakat Islam dikenal dengan kaum Yahudi, bagaimana tidak karena di tengah berbagai polemik dunia yang melibatkannya kini mereka sedang gencar-gencarnya melakukan upaya penanaman serta memperbanyak komoditas pertanian berupa pohon gharqad. Gharqad atau yang dikenal pula dengan nama boxtron (dari literatur Inggris) atau pun nitraria retusa (dari bahasa Latin) merupakan sejenis tanaman semak berduri yang memiliki daun yang kecil-kecil dan rimbun, serta ranting yang banyak. Tanaman ini sangat mudah untuk tumbuh dan dikembangkan walaupun di tempat yang kering sekalipun. Pohon gharqad sendiri bukanlah jenis pohon produktif. Itu lebih mirip gulma, sukar diberantas dan tidak banyak menghasilkan manfaat.

Dengan spesifikasi tersebut, peluang bisnis dari segi kemanfaataan gharqad tentunya sangatlah kurang, terlebih lagi banyak komoditi pertanian lain yang lebih memberikan profit seperti buah zaitun, tin, maupun kurma. JNF (Jewish National Fund) yang berdiri pada 1901 merupakan organisasi Israel yang berperan dalam pengelolaan tanah, mengontrol penjualan, sewa, alokasi, dan tujuan lahan serta mengelola hutan negara atas nama Departemen Pertanian telah mengumumkan mengenai penanaman pohon gharqad secara besar besaran, bahkan kini Israel telah menargetkan untuk memiliki ratusan ribu spesies gharqad di seluruh negeri pada awal dekade berikutnya, dengan lebih dari lima juta di tempat pada tahun 2030.” Melalui website Jewish National Fund (www.jnf.org), di bagian JNF Store (Trees for Israel Certificate), disebutkan bahwa di tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon gharqod.

Upaya ini telah dilakukan dengan profesional dan serius, mereka juga mengiklankan dalam situs tersebut kepada masyarakat dunia agar membeli pohon gharqad secara online untuk ditanam di Palestina dengan harga sebatangnya sebesar US$18. Bahkan mereka memberikan bonus satu batang gharqad apabila membeli tiga sekaligus. Anne Marie Oliver dan Paul F Steinber mengatakan dalam bukunya “‘The Road to Martyrs’ Square: A Journey into the World of the Suicide Bomber” bahwa Israel telah menanami pohon tersebut di sekeliling pemukiman di tepi barat Israel dan daerah Gaza, untuk menciptakan mandala sihir yang dapat melindungi mereka dari serangan, sebagian lainnya mengatakan pohon gharqad ditanam di sekeliling bangunan penting, misalnya seperti Knesset (parlemen Israel) dan museum Israel. Sebagian lainnya menyatakan pohon tersebut ditanam di Gerbang Herodus, ada pula yang mengklaim bahwa pohon tersebut sebenarnya bukanlah sebuah pohon, tapi semak-semak yang bisa ditemukan di luar Gerbang Jaffa, Yerusalem. Kawasan ini dipercaya oleh kaum Muslimin kelak akan menjadi tempat pertarungan Nabi Isa dengan Dajjal yang didukung orang-orang Yahudi.

Menelisik dari literatur Islam, gharqad sendiri dikenal sebagai pohon Yahudi lantaran pohon tersebut dalam Al-Quran dan hadits dijelaskan sebagai pohon yang akan melindungi umat Yahudi kelak pada saat terjadi perang besar antara umat Islam dan bangsa Yahudi. Mengenai hal tersebut, terdapat hadits shahih yang berbunyi :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat sampai kaum Muslimin memerangi  kaum Yahudi, kemudian membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, kemudian  batu dan pohon itu berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini orang Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon Gharqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi,” (HR. Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lulu ‘wal-Marjan III/308).

Hadist tersebut menjelaskan bahwa pada menjelang hari kiamat akan terjadi perang besar antara umat Islam dan orang Yahudi. Perang ini akan dimenangkan oleh umat Islam dan semua orang Yahudi akan dibunuh. Dalam Hadist ini juga dijelaskan bahwa orang Yahudi akan selamat jika berlindung dibalik pohon gharqad. Melihat realita bahwa Israel sedang mengembangkan komoditas gharqad di akhir zaman ini, seakan mengungkapkan fakta baru bahwasanya terdapat anomali yang secara struktural bertentangan dengan keyakinan yang mereka anut. Bukankah ini semakin memperjelas kenyataan bahwa Kaum Yahudi baik yang berada di Palestina, Eropa maupun Amerika telah meyakini bahwa era millenium ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Di satu sisi mereka yakin akan dapat mengalahkan seluruh umat manusia wabilkhusus umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon gharqad. Sikap tersebut secara tidak langsung menunjukan bahwa secara hakiki mereka meyakini kebenaran perang akhir zaman yang dikabarkan Rasulullah SAW. Bukankah hal itu merupakan salah satu simbolis kefasikan kaum tersebut di akhir zaman dalam bentuk manifest? Wallahu A’lam Bisshowab.

 

 

Daftar Pustaka

Saefullah Saad.”Yahudi Berlomba Tanami Pohon Gharqad di Tanah Palestina?”.   (Diakses pada 7 Februari 2018). https://Islamist.com/yahudi-berlomba-tanami-pohon-gharqad-di-tanah-palestina-52713/

Humaid Abu.”Gharqad, Pohon Yahudi?” (Diakses pada 7 Februari 2018). https://almanhaj.or.id/8087-gharqad-pohon-yahudi-2.html

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (2)

  1. Hamba Allah 5 tahun lalu

    Assalamu’alaikum
    Mohon maaf sebelumnya, saya rasa artikel ini hanya asal copas dari sumber kedua tanpa melihat sumber awal artikel yang ternyata hoax,

    mohon lebih teliti dalam menulis, researchnya juga ditambah, jangan karena ingin mrmbenarkan hadist sampai harus membuat hoax seperti ini, lebih-lebih di sini bawa nama kampus yang tentunya akan memperburuk citra kampus,

    bisa dibaca di sini sebebagai perbandingannya https://medium.com/@gilangalghifarilukman/melabrak-dosen-israel-tentang-pohon-gharqad-c7bb9af72754

    Terima Kasih

    Reply
    • Jama'ah Shalahuddin UGM 5 tahun lalu

      Baik, mohon maaf atas kekurangannya, terima kasih atas masukannya

      Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada