Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kajian

Mendadak Ngaji 15 Agustus 2024 |Stress Management The Relationship Between Stress and Physical Health

  • Kajian, Kajian Kamis Sore
  • 15 Agustus 2024, 16.33
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

 

Stress yang dipendam sebenarnya adalah pikiran dan asumsi yang tidak layak untuk diperjuangkan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan diri kita. Hampir setiap momen memiliki bagian yang menimbulkan stress. 

Stress tidak hanya berdampak terhadap psikis, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik seseorang. Sehingga hal ini perlu ditindaklanjuti dengan benar dan jangan dibiarkan begitu saja karena dapat terjadi akumulasi stress. 

Ketika seseorang mengalami stress, hormon kortisol yang dikenal dengan hormon stress ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Sebenarnya dalam jangka singkat hormon kortisol ini baik, akan tetapi ketika ia dapat menyebabkan jantung berdetak kencang, matanya terbuka lebar, tekanan darahnya meningkat. Kalau Stress terjadi secara berlebihan, maka dapat terjadi serangan jantung. Di dalam seluruh tubuh manusia terdapat pembuluh darah yang pada bagian pinggirnya terdapat lemak ataupun kolesterol akibat konsumsi makanan-makanan yang memicu kolesterol. Apabila orang yang mengalami hal tersebut merasakan stress berlebihan maka dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga dapat disimpulkan bahwa selain kolesterol dan gaya hidup yang tidak sehat, stress berlebihan juga menjadi salah satu penyebab serangan jantung. 

Terdapat beberapa dampak stress pada kesehatan, seperti serangan jantung, kanker paru-paru, asam lambung/sakit perut, dan mudah sakit flu. Seluruh organ di tubuh manusia terhubung dengan adanya sel saraf. 

Sel kanker bisa saja sudah terdapat pada tubuh manusia yang nampaknya sehat, karena ia memiliki sistem imun yang kuat. Jika seseorang mengalami stres berlebihan, sistem imun dapat melemah dan sel kanker atau sel abnormal ini dapat tumbuh menjadi penyakit yang ganas. Saat ini tingkat penderita kanker semakin tinggi, salah satu penyebabnya stress. Cancer personality atau kepribadian yang cenderung/berpotensi terkena penyakit kanker. Cancer personality ditemukan pada orang-orang yang memiliki kepribadian people pleasure atau tidak enakan dan perfeksionis atau selalu merasa kurang. Karena kedua tipe orang itu biasanya berusaha memendam masalahnya. Salah satunya kanker paru-paru.

Asam lambung atau sakit perut juga dapat disebabkan oleh stress yang berlebihan. Ketika merasakan stres berlebihan, lapisan dinding tidak kuat menahan asam lambung sehingga lambung dapat terluka. 

Mudah sakit flu,  akarnya bisa dari stress seperti pengalaman yang traumatis atau pengalaman-pengalaman yang terpendam dan tidak diungkapkan.

Dampak stress terutama bagi ibu hamil akan menyebabkan hormon kortisol disalurkan melalui plasenta ke bayi sehingga bayi lebih mudah terkena atau punya hormon kortisol. Jadi ketika anaknya sudah terbentuk dalam rahim, maka dapat berpengaruh kepada anak selama seumur hidup. Berpengaruh ke seumur hidup! Biasanya ibu yg mengandung anak pertama. Hal ini bisa disebabkan karena pengalaman pertama dan finansial yang belum stabil (income suami mempengaruhi emosi istri). Sehingga bagaimana caranya keluarga dan lingkungan ibu hamil dapat support terhadap ibu dan anaknya seumur hidup.

Akumulasi stress pada seseorang juga dapat menyebabkan emosi meledak-ledak atau sulit dikontrol, anxiety, dan depresi. Stress dapat muncul ketika kita berekspektasi tetapi hal tersebut tidak terealisasi. Apalagi ekspektasinya amat sangat berlebihan. 

Stressor sifatnya stimulus, tergantung pada persepsi masing-masing orang dalam menghadapi permasalahan yang terjadi pada hidupnya. Contohnya ketika jalanan macet, apa yang seseorang lakukan? Ada orang yang merasa kesal dan marah-marah tetapi ada juga orang yang menghadapi kemacetan dengan santai dan mengambil momen untuk murojaah. 

Saat ini, stress dapat terpicu oleh berbagai masalah-masalah sosial. Masalah sosial yang dimaksud di sini adalah dengan membandingkan pencapaian orang lain. Sebenarnya hal ini bisa dibilang netral (bukan suatu masalah) akan tetapi saat ini banyak orang yang merasa itu adalah sebuah ancaman bagi dirinya. Gen milenial maupun gen Z terbilang jauh lebih sensitif dibanding generasi-generasi sebelumnya. 

Entah mengapa pertanyaan yang sebenarnya netral tapi terasa mengancam. Seakan-akan kita sendirilah yang menciptakan standar stress. Orang yang perfeksionis akan lebih mudah mengalami stres karena standar yang ia tanamkan itu tinggi. 

gimana cara ngadepin stress? sesuaikan ekspektasi sebelumnya. 

 

Bias negativitas, yakni fokus pada 1 kesalahan atau hal yang tidak kita sukai padahal ada banyak hal positif lainnya yang dapat kita jumpai. Kemudian juga mengatakan bahwa semua orang membencinya, padahal itu hanyalah perasaannya saja. Sayangnya orang yang mengalami depresi susah untuk mengubah mindsetnya tersebut, sehingga pandangannya tahan lama dan dapat menimbulkan akumulasi stress.

Detachment of emotion. Contohnya ketika ada orang yang melempar buah kepadamu, kamu akan merasa marah. Padahal jika buah itu jatuh dengan sendiri, ia tidak akan marah. Pada umumnya, persepsi kita jika ada orang yang bersalah maka kita akan marah akan tetapi stimulus yang sama bisa menghasilkan respon yang berbeda. Semua hal yang dikenai diri kita itu adalah digerakkan oleh Allah SWT. melalui perantara apapun, maka seharusnya tidak akan ada perasaan marah.

Practice gratitude. Cara supaya seseorang tidak memiliki keinginan yang terlalu berlebihan adalah dengan mensyukuri apa yang telah Allah SWT. berikan kepada kita.

Hindari healing, karena healing bermakna menyembuhkan. Alih-alih menyembuhkan luka, bagaimana cara agar kita tidak membuat luka di hari kerja. Contohnya adanya weekend dan weekdays, bagaimana caranya supaya weekdays itu tidak dipandang bikin stress, tetapi weekdays adalah hal yang membahagiakan dan dapat merefresh diri kita.

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=0nBfT8w-Z0U&list=PLVI7o-nN85oXonbDzCR7MJdzrLoRJ2YMP&index=6″]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada