Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

JarMus

  • Kabar JS, Profil
  • 25 November 2007, 12.51
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

(Sempat terhapus dari website JS. Diterbitkan kembali 27 Juli 2019 dengan perbaikan ejaan)

Jaringan Muslimah (JARMUS) Lembaga Dakwah Kampus Nasional

Jaringan Muslimah (JARMUS) merupakan salah satu kebijakan jaringan komunikasi dari Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) Nasional. Pembentukan Jarmus dilatarbelakangi oleh kebutuhan muslimah akan sarana dan wadah untuk peningkatan kualitas muslimah terutama dalam ruang lingkup dakwah kampus, peningkatan ukhuwah Islamiyah antar keputrian LDK di seluruh Indonesia, sharing ide bagi muslimah dalam berkarya dan berkreativitas, serta pemersatu sinergitas langkah muslimah dalam menanggapi isu keumatan dalam ruang lingkup kewanitaan dan berpartisipasi memberikan kontribusi nyata baik dalam lingkup nasional maupun daerah.

Jaringan muslimah resmi dibentuk pada Musyawarah Nasional FS-LDK XI di UI Jakarta pada tanggal 20-24 Juli 2000 dengan pola alur komunikasi mengikuti FS-LDK Nasional dan FS-LDK Daerah. Jarmus memiliki fungsi sebagai wadah silaturahmi muslimah LDK di tingkat Nasional dan Daerah, melakukan fungsi pendampingan terhadap kemuslimahan LDK, melakukan pembinaan dan pengembangan potensi muslimah serta memberikan kontribusi dalam masalah umat dalam kapasitas dan ruang lingkup muslimah. Dalam hal ini fungsi-fungsi tersebut diejawantahkan dalam bentuk pembangunan link/jaringan dengan muslimah LDK se-Indonesia, penyikapan isu-isu kontemporer yang terkait dengan wanita, pelatihan dan pembinaan guna pemunculan potensi muslimah serta upaya pendampingan terhadap pertumbuhan fungsi keputrian LDK.

Jama’ah Shalahuddin sebagai salah satu LDK yang tergabung dalam FS-LDK, memiliki fungsi Jarmus dalam struktur tubuhnya. Dalam hal ini Jarmus JS menyelenggarakan kajian jilbab sebagai wadah pengkajian terhadap isu-isu pelanggaran hak berjilbab bagi muslimah yang sering terjadi di institusi tertentu di Indonesia. Selain itu kajian ini juga menjadi sarana bagi muslimah UGM untuk lebih memahami konsep berjilbab yang sesuai dengan ketentuan Islam. Di bawah koordinasi Jarmus Nasional dan Jarmus Daerah, Jarmus JS melakukan upaya pendampingan terhadap Keputrian LDK lain di daerah Jogjakarta dan daerah lain di Indonesia, khususnya Sulawesi. Selain itu, Jarmus JS juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jarmus Daerah dan Nasional dalam hal pengembangan potensi muslimah.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin