Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Focus Interest Jama’ah Shalahuddin UGM

  • Kabar JS, Uncategorized
  • 12 Maret 2008, 19.19
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 5

(Sempat terhapus dari website JS. Diterbitkan kembali 27 Juli 2019 dengan perbaikan ejaan)

Jama’ah shalahuddin merupakan core da’wah yang ada dan di kenal di lingkungan UGM.
Dalam perjalanannya untuk melaksanakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang ingin di capai pada periode 1429 h ini, ada beberapa komponen yang diharapkan menjadi wilayah garap jama’ah shalahuddin. Untuk mendukung dan menyukseskan tujuan utama sebagai core da’wah maka ia melakukan upaya-upaya pencerdasan kader untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu da’wah ke tataran realitas.

cara yang di tempuh adalah dengan membagi wilayah garap dalam masing2 bidang.
Pendidikan di emban oleh BSO dompet shalahuddin, konsep yang di amanahkan ialah bahwa js memiliki peran dan kontribusi terhadap pendidikan masyarakat melalui metode yang di sanggupi js, yakni pemberian beasiswa, mentoring, dan bimbingan belajar.

Selain itu juga adanya format pelayanan yang bersifat kontinue dan berkesinambungan yakni melalui gerakan aksi bantu donor darah. untuk menjadikan UGM sebagai kampus BHMN yang memiliki karakteristik islami, maka di upayakan adanya marka2 menuju surga dan spanduk2 back to islam, serta untuk mengupayakan mahasiswa yang berpribadi islami, diupayakan adanya lembaga pendidikan islam mahasiswa yang memiliki

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (5)

  1. moef 6 tahun lalu

    1428, saya berani mengatakan focus interest JS hanya kader JS saja…miris….

    Reply
  2. moef (17 Maret 2008) 6 tahun lalu

    1428, saya berani mengatakan focus interest JS hanya kader JS saja…miris….

    Reply
  3. Abah Enom (20 Maret 2008) 6 tahun lalu

    Menjadi begitu karena tauritsul amanah (pewarisan amanat, pengkaderan) dari para pendahulu tidak maksimal. Padahal Alloh telah berfirman, walyakhsyalladiena law tarakuu min ba’dihim…, kita sudah hafal semua mungkin ayat tersebut tetapi tidak berniat melaksanakan dengan sepenuh hati. Misal, amanah selesai, hilang dari peredaran.
    Tetapi saya fikir, pikiran bahwa focus interest JS hanya melulu kadernya mungkin muncul dari kekurangfahaman akibat kurang komunikasi antara PH dengan ummat, jadi seolah menurut PH sudah berusaha melayani umat tetapi pandangan orang lain JS hanya focus ke kadernya semata. Nah, di sinilah pentingnya komunikasi. Please deh, ketika sudah sampe tahap dewasa, seharusnya kita mule bisa memahami perspektif orang lain atas suatu hal. Wallohu a’alam

    Reply
  4. adi (25 Maret 2008) 6 tahun lalu

    kok pake bhasa ku judulnya…pake kata focus of interest…..

    Reply
  5. SAG_ERU San (28 Maret 2008) 6 tahun lalu

    Assalamu’alaikum…
    Focus Interest…Sebuah frasa yang sarat makna…Apalagi Focus Interest Jama’ah Shalahuddin….ya DK lah (Dakwah Kampus…dan Meleber ke sekitarnya…gitu,,,,

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada