Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • JS Menulis

Kaderisasi

  • JS Menulis
  • 2 Maret 2008, 19.43
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 2

Serial Kaderisasi

(Sempat terhapus dari website JS. Diterbitkan kembali 27 Juli 2019 dengan perbaikan ejaan)

Fungsi-fungsi kaderisasi berupa…. (berdasarkan kitab “suci” Biro Khusus Kaderisasi Jama’ah Shalahuddin Konsep Sistem Kaderisasi )

Recruitment, perekrutan kader-kader baru, biasa dikenal dengan istilah open recruitment dan close recruitment. Dilakukan di sepanjang hari selama kepengurusan berlangsung, dan seluruh kader bertanggungjawab untuk terus melakukan close recruitment. Open recruitment dilakukan pada moment-moment tertentu, di awal kepengurusan, awal tahun ajaran baru (akademik) dan di event-event besar seperti Ramadhan dan Idul Adha.

Penjagaan, Kader memerlukan fungsi penjagaan untuk menjamin kualitas kerjanya, seorang kader memerlukan kualitas diseluruh bidang kehidupannya, semakin berkualitas kadernya maka semakin berkualitas organisasi. Seiring waktu berjalan maka, halangan dan rintangan yang dihadapi biasanya akan semakin beratdan mengikis berbagai kualitas kader, disinilah perlunya fungsi penjagaan.

Pemberdayaan, bertolak dari konsep Learning by doing, maka pembelajaran paling efektif adalah dengan terlibat langsung dan menceburkan diri kedalam proses yang diinginkan. Peningkatan kualitas, manajerial secara langsung diperoleh dari pemberdayaan, pelibatan langsung pada kegatan-kegiatan.

Pemantauan, kaderisasi adalah proses pengembangan kader, secara berkesinambungan dan tentunya tidak instan, untuk melihat sejauh mana ke-efektifan proses kaderisasi yang dijalani maka pemantauan rutin perlu dilakukan, melihat trend perkembangan kader.

Pembinaan, pembinaan adalah proses langsung pembelajaran kader, kader dibina sesuai dengan arah kualitas yang ingin dicapai, melalui pertemuan rutin kader secara langsung mendapatkan input peningkatan kualitas dirinya.

Pelatihan, pelatihan merupakan, bagian penunjang proses pembelajaran utama, sebuah program khusus peningkatan kualitas dalam beberapa waktu tertentu, pelatihan diperlukan sebagai titik-titik point dalam rangkaian jalur pembelajaran.

Pemetaan, pemetaan dilakukan untuk semakin memaksimalkan fungsi-fungsi kader dalam organisasi, setiap orang punya potensi yang berbeda-beda dan pemetaan memberi bantuan untuk memaksimalkan potensi ini.

Mantan BKK4, Aldohas a Blog

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (2)

  1. feriawan agung n 7 tahun lalu

    Benarkah JS sudah transparan, akuntabel dan partisipatif dalam hal pertanggungjawaban kaderisasi? Bukan hal yang mudah untuk mau mengevaluasi lembaga sendiri manakala ukuran ataupun hitungan atas doa dan setiap rupiah uang yang mengalir dalam tubuh JS ternyata tidak bisa terukur.
    Saya sedikit membuat parameter: jika pemerintah menakar 20% anggaran untuk pendidikan, berapa rupiahkan dari anggaran JS untuk kaderisasi?
    Jika dalam APBN atau APBD anggaran publik mestinya lebih dari 50 persen daripada anggaran aparatur, apakah anggaran yang langsung mengena umat dan kader lebih besar daripada yang masuk ke sebagian pengurus atau kader dalam bentuk konsumsi kegiatan, pemanfaatan fasilitas JS untuk kepentingan pribadi, dan lain sebagainya.
    Jika dalam pemerintah ada KPK yang berani menggugat DPR, adakah di JS dibentuk lembaga yang berani menggugat dan mengaudit keuangan kepengurusan?Jangan-jangan di JS memang masih terjadi markup anggaran untuk “menyiasati” pembukuan duit a la rektorat sebagaimana di era saya.
    Sekian dulu…

    Reply
  2. adi (30 April 2008) 7 tahun lalu

    ada traning kedermawanan 2 mei jam 1 ampe jam 5pm. anak js gak bayar. tapi kalo non js bayar 10rb. temen dtng ya……

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin