Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Merajut Ukhuwah? JS Goes To Sundak

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 19 Februari 2010, 11.07
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

pantai-sundak

Sabtu 6 Februari 2010, termasuk hari yang spesial bagi para anggota keluarga besar Jamaah Shalahudin. Kenapa? Perlu diketahui bahwa JS teramat jarang melaksanakan kegiatan rikhlah lintas departemen. Oleh karenanya, hari ke 6 bulan Februari kemarin, PH JS menyelenggarakan rikhlah akbar ke Pantai Sundak, Kemadang Kidul, Tanjungsari, Wonosari, Gunung Kidul. Rihlah ini diikuti 33 anggota JS lintas departemen, dengan 14 akhwat, 19 ikhwan.Perjalanan dimulai dengan berkumpul terlebih dahulu di secretariat JS jl. Televisia, pukul 07.00. Baru berangkat sekitar pukul 8 lebih dengan menggunakan bus kecil yang cukup nyaman. Para akhwat duduk dibagian tengah kedepan, dan 2 baris bagian belakang diisi para ikhwan. Bus mungil ini tidak cukup untuk menampung 33 orang, alhasil, ada sebagian ikhwan yang dengan ikhlas naik motor menempuh perjalanan cukup jauh yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Dan perjalanan ini dihiasi dengan rintik2 hujan.

Sampai di Sundak pukul 10 lebih. Subhanallah, hamparan pasir putih dan deburan ombak menyambut kami. Ditambah angin sepoi-sepoi yang semakin menambah kekaguman kami akan megahnya alam ini. Setelah bersiap, kami berbaris dengan indahnya menghadap ke hamparan Samudra Hindia. Subhanallah, betapa kecilnya makhluk bertitel manusia ini, tak ada apa-apanya bila dibandingkan hamparan samudera yang telah ditundukkan oleh Allah SWT.

Doa mengawali kegiatan di Sundak, disusul dengan sambutan dari ketua JS. Kemudian ikhwan-akhwat dipisah dan dipandu oleh masing2 pemandu. Diblok akhwat dipandu oleh Mb Intan, Mb Avis, dan Mb Desi, tak kurang dibagian jeprat-jepret ada Mb Nurul. Berhubung terbatasnya pengetahuan, disini hanya akan sedikit dipaparkan mengenai kegiatan2 akhwat. Games pertama adalah lomba makan kerupuk. Tiap akhwat dibagi berpasangan, 1 orang menunggu diatas batu karang, memegang 2 buah kerupuk, sedangakn pasangannya derada di seberang bersiap berlari melewati air, dan berkewajiban menghabiskan kerupu2 tadi. Games kedua adalah, akhwat dibagi menjadi 2 kelompok, masing2 5 orang, yang masing-masing dari anggota kelompok berlari untuk menyerahkan batu kepada panitia. Games ketiga adalah tarik tambang.

Pukul 12.00 sudah, adzan mengalun dengan indahnya di tepi pantai. Acara dipending untuk makan siang dan sholat Dzuhur. Setelah sholat, JS juga mengadakan bakti sosial dengan menyumbangkan pakaian pantas pakai kepada penduduk setempat. Alhamdulillah, antusiasme penduduk cukup tinggi.

Selesai bermuhasabah kepada Allah dan melaksanakan bakti social, acara dilanjutkan dengan sharing-sharing antar anggota JS. Ikhwan akhwat tidak dipisah, kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Disini masing-masing anggota memperkenalkan diri dan sharing-sharing tentang apa saja ( tenu saja yang berkaitan dengan Jamaah Shalahudin ) yang ingin disampaikan.

Acara selesai pukul 15.00, semua kembali ke bus, sebelumnya ada acara penutupan, dan terakhir berdoa, bersyukur atas lancarnya kegiatan hari itu. Setelah semua berkumpul di bus, berangkatlah kami menuju kota kami tercinta. Lelah memang, Tapi sungguh pengalaman yang tidak bisa cepat dilupakan. Dapat dilihat dari judul kegiatannya, bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan ukhuwah antar anggota JS, lintas departemen. Merapikan barisan dalam jalan dakwah ini. Sesuai firman Allah dalam QS. 61 : 4, “Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka adalah suatu bangunan yang kokoh”

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin