Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Diskusi Terbatas : “Islam Sebagai Sumber Ilmu”

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 12 Juli 2011, 15.46
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

kitab

Senin (11/7/2011), Jamaah Shalahuddin sebagai Unit Kerohaniaan Islam Universitas Gadjah Mada mengadakan dialog terbatas menghadirkan Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, Dr. Adian Husaini, M.A., Dr Khalif Muammar dan beberapa tokoh lainnya seperti Fathurrahman Kamal, Lc., MA yang sebelumnya Prof. Wan Daud sendiri diundang dihadapan para professor UGM guna menyampaikan sebuah gagasan/konsep tentang epistimologis ilmu pengetahuan. Dalam diskusi tersebut diundang berbagai aktifis islam dari berbagai elemen, diantaranya perwakilan SKI Se-UGM, Lembaga Dakwah Kampus di DIY, dan beberapa pergerakan seperi HMI, KAMMI, PMII, IMM dan Gema Pembebasan. Acara bertempat di ruang B-19 UGM (barat SKKK) dari pukul 13.00 hingga waktu ashar tiba.

Jika dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI dikenal tiga serangkai, maka ada juga sebutan untuk Trio Chicago yang beranggotakan Prof. Wan Daud, Prof. Dr. H. Amien Rais, MA dan Prof. DR. Syafii Maarif. Prof. Wan Daud adalah murid dari Syekh Naquib Al-Attas yang terkenal dengan konsep islamisasi ilmu pengetahuan-nya. Dalam diskusi tersebut membahas tentang “Islam sebagai Sumber Ilmu”. Jika muncul sebuah pertanyaan apa yang membuat islam sekarang lemah, Beliau sampaikan ini tidak selesai hanya pada permasalahan ekonomi dan teknologi saja. Mengutip dari Syekh Naquib Al-Attas, Beliau menyebutkan bahwa “this is caused by confusion and error in knowledge”, disebabkan karena adanya kebingungan dan error dalam ilmu pengetahuan itu sendiri. Sehingga mesti ada tindak perbaikan sistem dari akar ilmu pengetahuan. Oleh karenanya Syekh Naquib Al-Attas muncul dengan gagasannya tentang “Islamisasi Ilmu Pengetahuan”.

Dr Khalif Muammar menyebutkan ada dua kelebihan Syekh Naquib yang sangat jarang dimiliki oleh cendekiawan-cendikiawan muslim lainnya. Pertama, pemahaman Beliau tentang dunia barat yang luas, seluk beluk dari akar hingga perkembangan aktual secara terperinci. Kedua, Syekh Naquib mengakar pada tradisi, yang dimaksudkan adalah pemahaman akan keislamannya orisinal yakni sesuai dengan zaman para Nabi dan Sahabat.

Prof. Wan menambahkan bahwa ilmu adalah pemaknaan dari fakta-fakta yang ada, ia tebangun dari kebenaran yang bersifat mutlak, bukan relatif. Untuk mengambarkan hal ini, Adian Husaini menguraikan sebuah ilustrasi yang menggelitik. Ada seorang istri yang ditinggal oleh suaminya. Hingga tibalah suaminya tersebut dimakamkan. Saat semua orang meninggalkan pemakaman, istri tersebut tetap berada di samping kuburan istrinya. Semua orang yang lalu lalang melihatnya heran, sampai seperti itu kesetian seorang istri terhadap suaminya. Tetapi apa yang ada dibalik itu ? Ternyata sebelum suaminya meninggal, ia berwasiat kepada istrinya jika istrinya tersebut boleh menikah setelah kuburan suaminya itu kering. Sebuah ilustrasi cantik Beliau nukilkan tentang sudut pandang yang relatif.

Dr Khalif Muammar memberikan ungkapan diakhir sesi tentang empat pilar penyangga dunia dimana keempat pilar tersebut tertulis di pintu masuk Universitas di Andalusia. Beliau menyampaikan agar dunia itu kokoh dalam keseimbangannya, mesti ada kombinasi empat penyangga yakni para ilmuan yang bijaksana, keadilan pemerintah, keberanian para kesatria dan doa orang-orang yang shalih. //(Ard-Um)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada