Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Hari Pertama Musyawarah Akbar Jama’ah Shalahuddin

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 18 Desember 2011, 14.13
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

js

Bangsa yang besar tak lepas dari perencanaan yang rapi dan besar pula. Ahad tadi (18/12), Jama’ah Shalahuddin UGM mengadakan Musyawarah Akbar (MuSyak) sebagai bagian dari perencanaan yang besar tersebut. Musyawarah ini diselenggarakan di Ruang Audio Visual FEB UGM dari pukul 9.00 hingga 15.00 WIB. Acara dihadiri oleh pengurus Jamaah Shalahuddin yang sekarang aktif, perwakilan dari Sie Kerohaniaan Islam (SKI) Fakultas beserta para tamu undangan yang hadir dan dipandu oleh Sdr. Megantara Vilanda selaku anggota Presidium Pimpinan Majelis Permusyawaratan Akbar (PPMPA). Hadir pula anggota PPMA yang lain yaitu Sdr. Aqil Wilda. A dan Sdr. Sofiet Isa Mashuri.

Direncanakan Musyawarah Akbar berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 Desember 2011 mengingat betapa pentingnya pembahasan yang begitu matang lagi mendalam. Hari pertama MuSyak ini dibuka oleh dr. Muhammad Mansyur Romi, S.U sebagai perwakilan dari Keluarga Alumni Jamaah Shalahuddin yang saat ini menjabat sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UGM. Bak musim penghujan, berbagai pendapat dan argumen dilontarkan dari peserta MuSyak. Musyawarah pun berjalan dengan baik demi mendapatkan keputusan terbaik pula.

Pada hari pertama, peserta sidang membahas Tata Tertib yang akan digunakan selama Musyawarah Akbar berlangsung. Hari kedua Musyawarah Akbar dijadwalkan besok pada hari Senin, 19 Desemeber 2011 di Lantai 2 Masjid Kampus UGM bagian selatan dan dimulai pukul 07.00 WIB. Direncanakan pada hari kedua tersebut akan membahas lanjutan mengenai Tata Tertib Musyak kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengeurus yang sekarang (1432 H) kepada semua peserta sidang. //bersambung

Oleh : Mamu Naidra

Media Opini Jamaah Shalahuddin 1432 H

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada