Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Children of Gaza, Let’s Back to School

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 16 April 2012, 16.05
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

js-ugm-caravan-01

Masa anak-anak adalah masa yang penuh keceriaan, kasih sayang, dan optimisme menyongsong kehidupan. Namun, semua definisi ini tak berlaku bagi anak-anak Palestina yang dibantai oleh tentara Zionis, Israel. Jangankan bermain, belajar dengan nyaman pun sulit dilakukan. Begitu banyak yang kehilangan orang tua dan sanak saudaranya. Keprihatinan ini membuat Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jama’ah Shalahuddin (JS) mengadakan acara Children From Gaza (CFG) dengan tajuk “Let’s Back to School”.

CFG yang berlangsung pada Sabtu, (14/04)di Ruang Seminar Timur Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM ini merupakan kedua kalinya. Acara ini diadakan berkat kerjasama antara JS, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Keluarga Mahasiswa Psikologi (KMP), Jama’ah Muslim Fisipol (JMF), Mahasiswa Pecinta Islam (MPI), dan Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C).

Dihadiri oleh kurang lebih 200 aktivis dakwah kampus se-Yogyakarta, rangkaian CFG ini terdiri atas Talkshow Pendidikan Anak-Anak Gaza; Bedah Buku “Jalan Jihad Sang Dokter” karya dr. Joserizal Jurnalis; serta konser nasyid Sintesa dan Fathul Jihad.

Acara dibuka sekitar pukul 08.00, dengan sambutan dari Arif Nurhayanto, Mahasiswa Psikologi, selaku Ketua JS dan dr. Mansyur Romi, Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran , selaku pembina JS. Selanjutnya, nasyid Sintesa muncul untuk memanaskan semangat para peserta. Talkshow berlangsung hangat dengan empat orang pembicara, yaitu Fanny Rahman dari Sahabat Al Aqsa; Abdurrahman Tarmo dan Yakhsyallah Mansur dari Global March to Jerussalem GMJ, dan Fahher Nabel Mohammad Khalibi, mahasiswa berkebangsaan Palestina yang mengenyam pendidikan di S3 Psikologi UGM.

Talkshow yang dimoderatori oleh Aqil Wilda Arief, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang menjadi delegasi Viva Palestine 5. Secara garis besar para pembicara menyampaikan tentang kuatnya pendidikan di Palestina sekalipun mereka berada dalam suasana konflik. Anak-anak Palestina adalah generasi yang tarbiyahnya sudah sangat integral. Berbagai perspektif yang dipaparkan oleh para pembicara tersebut semakin diperkaya dengan pemaparan Fahher sebagai orang asli Palestina.

Tema ini diangkat untuk mensosialisasikan Taman Kanak-Kanak FSLDK di Gaza. Selepas talkshow, acara dilanjutkan dengan penampilan nasyid Fathul Jihad. Nasheed for raising the spirit of jihad, demikian kata-kata yang tertulis pada kaos salah seorang personil Fathul Jihad. Nasyid asal jogja ini tampil untuk menghibur para peserta dengan empat lagu.

Selepas dzuhur, acara dilanjutkan dengan bedah buku karya dr. Joserizal “Jalan Jihad Sang Dokter” oleh Tengku Azhar, Lc, Dosen Ma’had Ali Annur, Surakarta. Tengku mengatakan, kita harus tahu terlebih dahulu tentang jihad. Untuk apa berjihad, apa pentingnya berjihad, dan siapa saja musuh-musuh ketika kita berjihad. Hal itu berkaitan persiapan diri kita sebagai seorang mujahid. “Ketika kita menjadikan Yahudi sebagai musuh, maka sikap hidup kita sehari-hari pun harus mencerminkannya,” tambahnya.

Acara ini juga disemarakkan dengan bazar buku, yang menawarkan diskon antara 15-25%. Selain buku, berbagai pernak-pernik palestina seperti jaket, pin, dan gantungan kunci juga ikut hadir di atas lapak-lapak yang digelar di depan ruang seminar.

Usai bedah buku, acara dilanjutkan dengan Presentasi Proyek Kemanusiaan “TK FSLDK” oleh Candra Nunus Andayani. Dia menyampaikan bahwa Tema “Children of Gaza; Let’s back to School” ini diangkat untuk mensosialisasikan Program Kemanusiaan “Taman Kanak-Kanak FSLDK” di Gaza. Program ini merupakan kerjasama antara Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan Sahabat Al Aqsha untuk membantu pendidikan anak-anak di Gaza. (Kabul Astuti dan Ervira Rusdhiana)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin