Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini

Gadjah Mada Menghafal Qur’an

  • Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 21 Oktober 2012, 14.34
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

gmmq1

Aktivitas keagamaan dan nuansa islam kian hari kian terasa kental di kampus universitas Gadjah Mada. Berbagai kegiatan keislaman seperti kajian, diskusi, tabligh akbar dan sejenisnya dengan mudah kita jumpai di UGM. Gebrakan terbaru yang dibuat oleh aktivis dakwah kampus UGM adalah gerakan menghafal Al Qur’an dengan nama “Gadjah Mada Mengahafal Qur’an” (GMMQ).

Jum’at, 19 Oktober 2012 pukul 16.00 di ruang Multimedia Fakultas Hukum UGM, unit kegiatan mahasiswa LDK Jama’ah Shalahuddin UGM me-launching Badan Semi Otonom (BSO) bernama GMMQ. Badan semi otonom ini memiliki program khusus untuk mewadahi para mahasiswa UGM yang ingin menjadi penghafal Al Qur’an.

Dalam sambutannya, Arif Nurhayanto (ketua Jama’ah Shalahuddin UGM) menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penghafal Al Qur’an terbanyak di dunia. Dengan jumlah penghafal Al Qur’an sekitar 30.000 orang. Namun jumlah tersebut masih kecil bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Arif berharap program Gadjah Mada Menghafal Qur’an ini mampu melecut pertumbuhan penghafal Al Qur’an di Indonesia. Dia juga berharap agar kampus-kampus lain di Indonesia termotivasi dengan membuat gerakan yang sama, yaitu gerakan menghafal Al Qur’an.

Acara launching GMMQ ini juga mengundang ustadz Moch. Syamsuddin Baihaqqi Al Hafidz yang merupakan pembina Pesantren TahfidzQu. Beliau menyampaikan materi terkait keutamaan menghafal Al Qu’an dan urgensinya di kalangan intelektual muda. Selain itu hadir pula Dr. Senawi MP selaku Direktur Kemahasiswaan UGM. Dalam sambutannya beliau berkata, “ Jika pesantren mencetak penghafal Al Qur’an itu hal yang wajar, namun bila UGM mampu melahirkan penghafal Al Qur’an itu baru luar biasa”. Ujarnya. GMMQ ini dilaunching secara resmi oleh Direktur Kemahasiswaan UGM dengan secara simbolik menyerahkan satu buah Al Qur’an kepada ketua Jama’ah Shalahuddin UGM.

gmmq2

Di penghujung acara Doni Saktiawan selaku direktur pelaksana GMMQ mempresentasikan rancangan program dan kurikulum GMMQ. Dia memaparkan bahwa program utama dari GMMQ adalah Tahfidzul Qur’an yang terdiri dari beberapa pilihan paket. Yaitu paket 30 juz, 8 juz, 4 juz dan One Day One Ayat. Selain itu juga akan diusahakan penyediaan Al Qur’an berstandar Madinah untuk civitas UGM. Doni menyampaiakan bahwa program ini gratis bagi mahasiswa UGM alias tidak dipungut biaya.

Mahasiswa UGM terlihat sangat antusias terhadap program tersebut. Terbukti dalam acara ini ruangan penuh sesak oleh kehadiran para peserta. Bahkan banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.

gmmq3

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin