Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Talkshow Jilbab bersama Oki Setiana Dewi

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 16 Juli 2013, 06.04
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 1

rdk_jilbab

Dalam rangkaian acara Ramadhan di Kampus (RDK) UGM 1434 Hijriah, panitia menggelar Talkshow Jilbab, Selasa (16/7). Talkshow ini ditujukan bagi muslimah yang belum berjilbab. Namun, tak mengurangi antusias muslimah yang berjilbab. Tema yang diangkat dalam talkshow adalah ‘Jilbabku kebanggaanku’ dengan maksud memberikan pengertian jilbab bukan sebagai pelengkap saja. Tetapi patut menjadi suatu kebanggaan. Acara ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) UGM. Talkshow berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Acara digelar untuk memberikan pengertian mengenai pentingnya berjilbab.

Talkshow Jilbab menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang yang berbeda, yaitu Oki Setiana Dewi (Aktris Muslimah Indonesia & Penulis Best Seller), Ustadzah Asri Widiarti (Penulis Buku Tarbiyah Madal Hayah), Elita dan Fitria perwakilan dari Komunitas Hijabers Yogyakarta. “Alasan kami (panitia-red) memilih ketiga pembicara tersebut, untuk memberikan gambaran sosok muslimah (berjilbab) yang tetap berprestasi di bidangnya,” ungkap Agustin selaku ketua acara Talkshow Jilbab. Ketiga pembicara merupakan sosok yang mampu menginspirasi, Oki Setiana berjilbab dan tetap eksis di tengah tantangan dunia entertainment. Ustadzah Asri pada jalur dakwah islami. Sedangkan Komunitas Hijabers Yogyakarta menjadi salah satu komunitas yang mampu mewadahi perempuan untuk mulai berjilbab.

Dalam talkshow dijelaskan berjilbab merupakan suatu kewajiban dari setiap muslimah. Proses berjilbab memang tidak mudah, berbagai alasan dilontarkan oleh muslimah dalam mengenakan jilbab. Belum mantapnya hati, menjadi alasan utama. Ustadzah Asri dan Oki Setiana sependapat, dalam berjilbab hendaknya seorang muslim meluruskan hati berjilbab hanya untuk Allah swt. “Berjilbab tidak membutuhkan persiapan, jilbab itu pembuka,” jelas Oki. Proses untuk berjilbab, tidak bisa dipaksa. Harus ada ketertarikan dari dalam diri untuk mengenakan jilbab. “Saya menggunakan jilbab panjang seperti saat ini, bermula dari jilbab pendek,” ungkap Oki Setiana. Pengalaman berjilbab Oki Setiana menjadi pelengkap dari talkshow. “Jilbab itu bukan pembatas aktivitas, tetapi penjaga dari segala aktivitas buruk, ” tambah Ustadzah Asri. Perempuan memiliki posisi yang penting dalam kehidupan, sehingga kehormatan perempuan harus dihormati dan dijaga.

Pada akhir sesi, talkshow diisi dengan hijab tutorial dari Komunitas Hijabers Yogyakarta. Selain itu, banyak dibagikan souvenir dan jilbab gratis kepada peserta. “Acaranya menginspirasi, keren. Jarang-jarang ada kajian yang mendatangkan tokoh nasional untuk umum gini,”ungkap Wiwik (Teknik Pertanian‘12) peserta talkshow. Sebelum acara ditutup, Oki berpesan, “Seorang muslimah hendaklah menjadi seseorang yang kuat dalam spiritual, berilmu, berprestasi, menginspirasi dan berkontribusi, karena umat di tangan kita.”

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (1)

  1. Rangga 11 tahun lalu

    Boleh minta Contact person nya Ustadzah Oki, sekolah saya mo adakan maulid nabi, pgn ngundang Mba oki
    Kalo punya ditunggu kabarnya ya Min
    Makasih

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin