Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Dialog SALAM UI dengan Jama’ah Shalahuddin

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 7 November 2013, 05.18
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Semangat menjadi sebuah bahan bakar untuk menjalankan tubuh yang akan selalu berhenti jika tidak diisi dengan bahan bahan bakar semangat tersebut. Barangkali kata-kata tersebut yang sedikit dapat menggambarkan bagaimana perjuangan teman-teman LDK SALAM UI yang jauh dari seberang provinsi menuju provinsi yang berada diujung selatan—D.I. Yogyakarta. Begitupun juga sama halnya dengan teman-teman Jama’ah Shalahuddin yang berusaha untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan teman-teman SALAM UI tersebut. Semua hal tersebut dilakukan dengan ceria, tidak ada paksaan satu sama lain. Benih-benih kesukarelaan tersebut yang kemudian akan menjadi faktor terjalinnya sebuah silaturahmi yang kontinuitas.

Pada sore hari, kira-kira pukul 16.15 teman-teman SALAM UI tiba di Kampus Biru—Universitas Gadjah Mada, khususnya di Masjid Kampus UGM. Kedatangan SALAM UI ke Jama’ah Shalahuddin bermaksud untuk studi banding. Studi banding tersebut lebih fokus pada “media”. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk saling bertukar pikiran terkait ke-LDK-an. Demikian juga kondisi masing-masing antara SALAM UI dengan Jama’ah Shalahuddin.

Acara tersebut dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Setelah pembukaan tersebut langsung dilanjut dengan pembacaaan Tilawatil Qur’an. Sebelum memasuki inti acara, terlebih dahulu dilakukan sesi ta’aruf  (perkenalan) masing-masing orang baik dari pihak SALAM UI maupun dari Jama’ah Shalahuddin sendiri. Sesi ta’aruf menjadi suatu hal yang menarik, karena banyak juga dijumpai mereka yang berasal dari daerah yang sama. Setelah sesi ta’aruf tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari masing-masing ketua. Dari SALAM UI ada Arief Rahman, sedangkan Jama’ah Shalahuddin sendiri adalah Ali Ibrahim. Keduanya, saling memberikan apresiasi SALAM UI yang telah mengunjungi, adapun Jama’ah Shalahuddin yang dikunjungi.

1402826_562948447135859_1083885375_o

Acara inti dimulai dengan presentasi dan penjelasan terlebih dahulu dari MC (Media Center) Jama’ah Shalahuddin. Pada penjelasan tersebut dijelaskan ranah kerja dari Media Center Jama’ah Shalahuddin yaitu JS Comic, JS Radio, Website, JS TV, Boulevard—Buletin Media Center Jama’ah Shalahuddin. Sedangkan dari pihak SALAM UI juga memaparkan terkait bagaimana Media Center di SALAM UI tersebut, yaitu pada presentasi tersebut SALAM UI menunjukkan produk-produk yang telah dibuat oleh temen-temen Media Center SALAM UI. Diantara produk-produk tersebut adalah SALAM TV, Koran SALAM UI, Informasi di akun twitter, Buletin dll. Setelah keduanya saling mempresentasikan terkait bagaimana kondisi dan keadaan masing-masing Media Center.

Masing-masing dari keduabelah pihak dipersilahkan untuk saling bertanya untuk bertukar informasi. Kemudian pertanyaan muncul dari salah seorang dari SALAM UI. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai persiapan JS TV apabila ingin turun ke lapangan, kemudian bagaimana SDM yang ada di Media Center Jama’ah Shlahuddin, setelah itu pertanyaan yang terakhir adalah mengenai teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh JS TV, type kamera yang digunakan, serta aplikasi untuk pengeditan.  Sebaliknya, sedangkan dari Jama’ah Shalahuddin mengajukan sebuah statement terkait FSLDK kemudian meminta tanggapan atau komentar dari SALAM UI. Tanggapan tersebut kemudian ditanggapi oleh perwakilan dari Departemen Ekstern SALAM UI dan dilanjutkan oleh Ketua SALAM UI. Adapun contain dari diskusi terkait FSLDK adalah mengenai mempertanyakan “Struktural FSLDK yang dinilai sudah menyerupai organisasi, padahal FSLDK adalah Forum”. Kemudian juga dari pihak SALAM UI melontarkan “Kondisi FSLDK apakah sudah dirasakan betul oleh keseluruhan LDK se-Indonesia, padahal setiap LDK memiliki kesempatan dan peluang yang sama di FSLDK”.

Perbincangan tersebut dijeda beberapa menit untuk melaksanakan sholat Maghrib berjama’ah. Setelah sholat maghrib diskusi kembali dilaksanakan namun, di tempat yang berbeda yaitu Segi Delapan Masjid Kampus UGM. Ternyata perbincangan berisi hal yang sama mengenai FSLDK, kemudian pada pembahasan ini masing-masing antara Jama’ah Shalahuddin dan SALAM UI saling memikirkan konsep koordinatif yang idel untuk  FSLDK. Terbesit dari pihak Jama’ah Shalahuddin menawarkan konsep “koordinasi kolegial” dalam FSLDK. Hal tersebut mendapat respon yang positif dari teman-teman SALAM UI. Sedangkan dari SALAM UI mengeluarkan konsep “Koordinasi Pusat – Cabang”, seperti halnya dalam struktural Pergerakan KAMMI.

Di akhir pertemuan, masing-masing ketua saling memberikan kenang-kenangan. Pihak Jama’ah Shalahuddin dan SALAM UI melakukan foto bersama di depan Masjid Kampus UGM.

1412427_562948570469180_1510398343_o
Masjid Kampus UGM Jogjakarta, 4 November 2013

By: W. A. Amin (FSLDK JS-UGM)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin