Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Longmarch Muslimah Yogyakarta Peringati IHSD Ke-11

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 8 September 2015, 16.42
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Longmarch Muslimah Yogyakarta Peringati IHSD Ke-11

[JS News] Ahad, 6 September 2015, Jama’ah Shalahuddin UGM bekerjasama dengan Kemuslimahan Stiper Surya Global dan muslimah FSLDK wilayah Yogyakarta, mengadakan longmarch dan aksi dalam rangka memperingati IHSD (International Hijab Solidarity Day) ke-11. Longmarch dan aksi diikuti oleh sekitar 150 muslimah dari berbagai bidang kemuslimahan Lembaga Dakwah Kampus di Yogyakarta.

IHSD atau International Hijab Solidarity Day merupakan hari peringatan solidaritas hijab internasional. Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol – simbol keagamaan, sehingga menimbulkan banyak protes dari kalangan kaum muslim. Dari protes tersebut lahirlah Konferensi London pada 4 September 2004. Konferensi dihadiri oleh berbagai kalangan dan ulama di seluruh dunia, salah satunya adalah Syeikh Yusuf Al Qardawi.

Longmarch dan aksi peringatan IHSD ke-11 diawali dengan gathering dan persiapan peserta di Gelanggang Mahasiswa UGM pukul 08.00. Sambutan diberikan oleh ketua FSLDK regional Yogyakarta, Jamhari. Selanjutnya dilakukan pengarahan teknis lapangan oleh Penanggung Jawab Komisi C (Kemuslimahan) regional Yogyakarta, Mizani Akhsani.

Longmarch dimulai dari Bunderan UGM sekitar pukul 09.00. Alur longmarch meliputi Bunderan UGM-Mirota Kampus-Toko Buku Gramedia-Bunderan UGM. Titik aksi utama berada di Bunderan UGM. Suasana Bunderan UGM berubah menjadi serba pink oleh warna dresscode peserta longmarch dan aksi. Selama longmarch dan aksi berlangsung dilakukan pula pembagian amunisi berupa jilbab, bunga, stiker dan surat cinta oleh peserta kepada setiap mahasiswa, pedagang, pejalan kaki, dan pengendara motor yang berlalu lalang di sekitar Bunderan UGM.

Aksi kali ini bertemakan “Dakwah Profesi Muslimah”. Sesuai tema yang diangkat, terlihat beberapa muslimah mengenakan busana dan perlengkapan yang menunjukkan berbagai profesi seperti dokter, perawat, petani, mahasiswa, murid, guru, dll. Selain itu, longmarch dimeriahkan dengan spanduk dan poster propaganda berupa ajakan untuk berhijab syar’i dan bagaimana menjadi seorang muslimah yang sesuai dengan ajaran islam. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah adanya keberanian tiga peserta aksi yang menggunakan dandanan dan busana “pocong” dengan membawa poster bertuliskan sindiran “Sampai Kafan Menutupi auratmu???” berdiri di atas pusat Bunderan UGM.

Orasi oleh seorang mahasiswi Fisipol UGM dan mahasiswi Stiper Surya Global pun mewarnai keramaian aksi. Orasi berisi tentang ajakan kepada muslimah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kewajiban menutup aurat serta menjadi pribadi muslimah yang berkarakter, karena muslimah memiliki peran yang begitu penting dan mendasar dalam mendidik generasi bangsa.

Longmarch dan aksi peringatan IHSD ke-11 ditutup dengan penerbangan puluhan balon gas yang membawa poster bertuliskan “asyiknya berhijab” dan “Indonesia Bebas Berhijab”. Makna yang tersimpan dari puncak acara ini adalah harapan dan tuntutan para muslimah untuk memperjuangkan hak semua profesi muslimah negeri ini untuk diberikan kebebasan berhijab termasuk bagi TNI muslimah.

Peringatan IHSD ke-11 ini sejatinya bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada muslimah dalam memaknai kewajiban berhijab syar’i sesuai yang diatur dalam QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

~Show Your Talent, through the characters and intellectual, Muslimah Mewarnai Dunia~

 

(Amin Septianingsih– PSD Muslimah JS UGM)

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin