Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

TRAINING KEPEMIMPINAN JAMA’AH SHALAHUDDIN 1

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 28 September 2015, 12.26
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

     Training Kepemimpinan Jama’ah Shalahuddin 1 atau biasa disebut dengan TK JS 1 merupakan salah satu rangkaian alur kaderisasi Jama’ah Shalahuddin UGM. TK JS 1 ini ditujukan untuk mempersiapkan Shalahuddin Muda untuk menjadi anggota yang tangguh dan siap untuk berkontribusi. Materi pembinaan dalam TK JS 1 terdiri atas 4 materi pokok yang akan disampaikan oleh pemateri yang sudah berkompeten di bidangnya, yaitu materi mengenai Konsep Diri, Konsep Dakwah, Problematika Ummat, dan Ke-JS-an. Dengan disampaikannya ke empat materi pokok ini harapannya dapat membangun kepribadian kokoh dalam diri Shalahuddin Muda serta menumbuhkan semangat menyebarkan kebaikan dalam berbagai keadaan. Pelaksanaan TK JS 1 yakni Jum’at – Ahad, 9-11 Oktober 2015.

Seminggu sebelum pelaksanaan TK JS 1, pada tanggal 2 Oktober 2015 akan diadakan Pra TK JS 1 terlebih dahulu dalam bentuk Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) dengan pemberian materi mengenai Konsep Diri dan sekaligus Technical Meeting. Pada Technical Meeting akan dijelaskan lebih rinci seputar teknis TK JS 1. Adapun Agenda Pra TK JS dimulai pukul 18.00-06.00.

Selanjutnya, materi mengenai Konsep Dakwah, Problematika Ummat, dan Ke-JS-an akan diberikan saat TK JS 1 berlangsung. Namun dalam TK JS 1 ini tidak hanya berisi materi-materi saja, banyak hal dan hikmah yang terserak yang akan ditemukan oleh Shalahuddin Muda untuk mengenal JS lebih dekat dengan kegiatan-kegiatan yang sudah dikemas dan dirancang dengan baik. So, tunggu apa lagi??

Segera daftarkan dirimu !!

Ketik: DAFTAR_NAMA_DEPT/BSO _ANGKATAN dan kirim ke:

Putra     : Jihan (085647664401)

Putri       : Faridah (085743401115)

NB:

  • Kedua agenda diatas saling terkait, sehingga wajib dihadiri keduanya
  • Konfirmasi kehadiran Pra TK JS dan TK JS 1 paling lambat Hari Kamis, 1 Oktober 2015 pukul 23.59 WIB

 

“ Aku, dalam satu milieu manusia seisi semesta. Setiap saat ku pergi, ruang dan waktuku hanya untuk menanam, memetik, lalu membawa pulang jejak kesederhanaan. Setiap jejak langkahku, adalah jalan perengkuhan ridho dari Pencipta Alam… “

“Dan Allah yang telah mempersatukan hati para hambayang beriman. Jikapun kau nafkahkan perbendaharaanbumi seluruhnya untuk mengikati hati mereka, takkan bisa kau himpun hati-hati mereka. tetapi Allah yang telahmempersatukan hati mereka…”

Q.s. Al Anfaal [8]: 63

 

*BKK JS 1436 H

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin