Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini

Pawai Ramadhan Antar Kampus: Sarana Edukasi Ramadhan untuk Masyarakat Jogja

  • Kabar Terkini, News
  • 4 Juni 2016, 06.00
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 1

Oleh Gustanika Hera Afififah

(Komisi A FSLDK DIY / Tim Direktorat Nasional Jama’ah Shalahuddin)

 

Rabu, 3 Juni kemarin, KM Nol–ujung Jalan Malioboro–menjadi saksi diadakannya tarhib Ramadhan oleh Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah Istimewa Yogyakarta. Tarhib Ramadhan ini diawali pawai dengan starting point depan gedung DPRD DIY. Lalu berjalan ke selatan menuju KM Nol. Jalan Malioboro pun terasa semakin ramai karena banyak pejalan kaki yang turut menyaksikan pawai ini.

Pukul dua siang pawai diberangkatkan hingga KM Nol. Terik matahari tidak menyurutkan langkah pegiat dakwah kampus se-Jogja. Setelah dibuka oleh MC dan tilawah, orasi disampaikan oleh perwakilan FSLDK dan beberapa LDK. Segenap massa yang ikut turut membagikan amunisi baik selebaran kegiatan ramadhan di kampus masing-masing, jadwal imsakiyah, bunga, juga minuman kepada warga sekitar. Seketika KM Nol terlihat begitu putih oleh dresscode yang dikenakan para aktivis dakwah kampus ini. Agenda tarhib Ramadhan yang diikuti massa sejumlah 64 orang itu pun dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh FSLDK DIY yang meliputi 7 poin, yaitu:

  1. Meminta pemerintah untuk tetap mempertahankan perda anti miras
  2. Mengecam paham komunis yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD
  3. Menolak rencana pembongkaran kuburan keluarga PKI yang dilakukan sebagai upaya rekonstruksi sejarah dan kamuflase komunis
  4. Menghimbau masyarakat untuk ikut waspada terhadap penyusupan komunis
  5. Mengecam penindasan HAM yang dilakukan rezim Bashar Al Assad
  6. Menyeru PBB dan lembaga kemanusiaan dunia untuk tegas dalam penyelesaian tragedi kemanusiaan di Suriah
  7. Mengajak masyarakat untuk membantu dan berdoa akan untuk saudara-saudara kita di Suriah

Pernyataan sikap lengkap dapat dibaca di http://tinyurl.com/pspawai1437H Doa bersama pun digelar sebagai penutup acara dan dilanjutkan dengan foto bersama oleh para aktivis dakwah kampus.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (1)

  1. Tatang 10 tahun lalu

    kegiatan positif (y)

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin