Home » 2017 (Page 3)
Yearly Archives: 2017
Fitnah Akhir Zaman : Ujian Menyongsong Kejayaan Islam
Dahsyat. Sebuah kata yang mewakili betapa besarnya fitnah yang dialami oleh umat akhir zaman sekarang ini. Kenikmatan yang menipu, kenikmatan yang melalaikan dan segala tipu daya yang berasal dari syaithan menyerbu manusia. Seakan-akan itu sebuah kenikmatan pada awalnya, akan tetapi akan berubah kesengsaraan di akhirnya. Itulah fitnah Duhaima’1, fitnah yang datang setelah fitnah ahlas dan fitnah sara’. Dalam buku Huru-Hara Irak, Syiria dan Mesir karya ustadz Abu Fatiah Al-Adnani dijelaskan ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai perbedaaan wujud dan kapan terjadinya fitnah tersebut. Ada pendapat ulama yang mengenai media massa yang meracuni akal pikir para pemuda Islam sekarang ini dan tidak luput juga pendapat mengenai konspirasi dibalik perang melawan terorisme global, yang memperkuat hegemoni kaum zionis internasional. Ada pendapat menarik yang membuat kita tercengang yaitu bentuk lain dalam fitnah tersebut ialah paham demokrasi yang hampir dari seluruh sendi-sendi masyarakat dipaksa untuk menganut paham tersebut.
Islam dan Nasionalisme

Pendahuluan
Pada akhir tahun 2016 lalu , bangsa Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi yang terjadi di beberapa kota Indonesia seperti Yogyakarta, Padang, Bandung dan sebagainya. Aksi ini bermunculan ketika video Basuki Tjahya Purnama yang sedang berpidato di Kepulauan Seribu menjadi viral di sosial media. Dalam video tersebut yang diunggah oleh saudara Buni Yani pada tanggal 6 Oktober 2016 terlihat bahwa saat berpidato calon gubernur DKI Jakarta ini menyebut kata-kata yang berpotensi menimbulkan reaksi umat Islam karena dianggap sebuah penistaan terhadap alquran. Basuki Tjahya Purnama atau biasa disapa Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 tentang umat Islam dilarang mengangkat nasrani dan yahudi sebagai pemimpin, kasus tersebut diproses oleh Polri hingga akhirnya puncak aksi umat Islam terjadi pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411 yang berawal di Masjid Istiqlal kemudian mobilisasi ke Istana Negara, aksi ini diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh Indonesia . Massa aksi memberi waktu 2 minggu kepada pihak berwajib agar segera menindaklanjuti kasus tersebut, batas waktu yang diberikan ternayata tidak memberi progres dari kasus penistaan sehingga aksi yang lebih besar terjadi pada 2 Desember 2016 dengan massa aksi sekitar 7 juta orang berkumpul memenuhi lapangan Monas hingga sepanjang jalan disekitarnya (news.liputan6.com, 2016).
Ulama dan Integritas Komunalnya
Kala itu, di sebuah masjid besar di Kota Yogyakarta dipenuhi massa pengajian yang datang dari berbagai daerah. Kenapa mereka hadir. Mereka hadir tidak dengan tangan, hati dan pikiran kosong. Tapi mereka hadir membawa ghirah (semangat) Quran, pikiran jernih dan tentu sedang memenuhi panggilan hati untuk menyimak sekelumit nasehat dari Ulamanya. Karena Al Quran telah dinistakan, katanya. Sehingga layak mereka semua yang hadir disebut-sebut telah merasakan nikmat kuntum khoiro ummah, nikmat kamu adalah sebaik-baik umat. Apakah kita tak mau. Tak mau dilabel demikian. Caranya cukup dengan cara beramar makruf dan nahi munkar. Itu saja.
Transisi Demografi, Pendidikan dan HAM

oleh : Risyad Muhammad R (Departemen Kajian Strategis Jama’ah Shalahuddin)
Perubahan struktur kependudukan semakin lama kian tak terkendali. Pasalnya, seperti yang disebutkan oleh Om Blaker (1947) bahwa ada lima tahapan transisi demografi yang akan terjadi dalam sebuah negara/wilayah, posisi Indonesia sudah berada pada tahap tiga. Dalam tahap ini, angka kelahiran dan kematian di Indonesia sudah cenderung menurun. Yogyakarta adalah salah satu kota yg dapat dijadikan contoh dengan angka TFR yang rendah yakni antara 1,6 dan 1,8 saja.
Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim
Rekonstruksi Diri dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim
Organisasi mahasiswa muslim selalu menarik perhatian untuk dibahas. Ikut bergabung di dalamnya merupakan salah satu penerapan gerakan dakwah Islam sebagaimana sesuai dengan dalil QS. As-Shaff, 61: 4 yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bagunan yang tersusun kokoh.” Artinya, sesuatu yang tersusun rapi dan sistematis akan menghasilkan hasil yang lebih baik, begitupun dalam dakwah. Sampai saat ini pula telah banyak tokoh besar negara yang lahir dari gerakan Islam, terkhusus tokoh-tokoh besar Republik Indonesia.
Pernikahan Bukan Hanya Sekedar Menyatukan Dua Rasa
Bukan Sekedar Menyatukan 2 Rasa, Melainkan Menyatukan 2 Rasa Untuk Visi yang Mengangkasa
Perjalanan kehidupan di muka bumi adalah perjalanan tentang mimpi, cinta dan kasih sayang antar manusia ,alam dan Tuhan. Cinta adalah sebuah ciptaan karya Tuhan yang tidak nampak oleh mata namun memiliki peran dan pengaruh yang besar dalam kehidupan realita. Berawal dari sebuah indahnya kasih sayang maka akan memunculkan inspirasi dan motivasi karya dalam diri seseorang. Perjalanan tapakan kaki seorang insan di atas bumi Allah tidak akan pernah mampu untuk lepas dari kehidupan sosial untuk saling berbagi.
