Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Diskusi Sesarengan JS dan BKLDK DIY

  • Kabar JS
  • 26 November 2018, 13.18
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Alhamdulillah, pada hari Rabu, 28 Februari 2018 lalu, Jama’ah Shalahuddin UGM mendapat kunjungan dari BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus) DIY. Kunjungan ini merupakan salah satu upaya untuk menjalin silaturahmi antara JS UGM dan BKLDK DIY. BKLDK DIY adalah salah satu lembaga yang memiliki hubungan yang dekat dengan JS karena didirikan oleh salah satu alumni Jama’ah Shalahuddin. Selain silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi sara untuk bertukar ilmu dan berdiskusi tentang sikap Jama’ah Shalahuddin terkait dengan tragedi Muhammad Jefri yang kematiannya masih menjadi misteri.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 di ruang serbaguna lantai 2 Masjid Kampus UGM dan dihadiri oleh 7 anggota BKLDK dan 12 anggota Jama’ah Shalahuddin, dengan rangkaian acara sebagai berikut :

  1. Ta’aruf masing-masing anggota
  2. Penyampaian profil masing-masing lembaga
  3. Diskusi kasus Muhammad Jefri
  4. Foto bersama

“Kami (BKLDK) menganggap Jama’ah Shalahuddin sebagai kakak kami, maka kami ingin belajar dan memetik ilmu melalui Jama’ah Shalahuddin. Kami ingat betul pada masa itu (aksi keadilan tragedi Siyono), Yogyakarta menjadi yang paling berani menggalang aksi besar, dan itu digawangi oleh Jama’ah Shalahuddin dengan melibatkan lembaga-lembaga lain yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Yogyakarta. Maka, dalam kesempatan ini kami ingin menanyakan kepada JS, apakah dalam menyikapi tragedi Jefri ini, JS akan melaksanakan aksi dengan menghidupkan kembali Aliansi Mahasiswa Yogyakarta ?,”

demikian ungkap salah satu anggota dari BKLDK DIY.

Hasil dari diskusi tersebut menghasilkan respon dan jawaban dari JS yaitu “JS akan mencoba untuk ‘menggodok’ isu tersebut melalui Departemen Kajian Strategis terlebih dahulu, dan kelanjutan terhadap pernyataan sikap selanjutnya akan mencoba untuk dikomunikasikan terlebih dahulu secara internal dan dengan pembina Jama’ah Shalahuddin”.

Terakhir, kegiatan diakhiri dengan saling berucap terima kasih dan penyerahan pernyataan sikap BKLDK DIY terkait tragedi Ghouta Timur kepada Jama’ah Shalahuddin.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin