Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kajian
  • Forum Mengeja Hujan

Forum Mengeja Hujan #9: Pengantar

  • Forum Mengeja Hujan, Kajian
  • 4 Juli 2021, 15.35
  • Oleh :

Forum Mengeja Hujan #9 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 3 Juli 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH


Sejarah Peradaban Budaya Ilmu

(Bagaimana Budaya Ilmu Terealisasi dalam Sejarah)

Kebanyakan buku yang membicarakan tentang sejarah peradaban melakukan pendekatan menggunakan aspek sosial politik. Politik merupakan salah satu aspek penting peradaban dan sering kali perubahan sosial terjadi karena aspek politik. Perubahan sosial politik mudah menjadi penanda sejarah. Sejarah Islam juga menggunakan pendekatan politik sebagai penanda peristiwa yang terjadi. Contohnya adalah masa Khulafaur Rasyidin, kemudian dilanjutkan oleh dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Perkembangan ilmu tidak hanya terjadi pada masa Abbasiyah, tetapi hal tersebut merupakan estafet atau kelanjutan apa yang telah terjadi di masa sebelumnya, meskipun perkembangan yang masif memang terjadi pada masa Abbasiyah. Ketika kita berbicara mengenai dunia Islam modern, topik tersebut tidak bisa dipisahkan dari penjajahan, yaitu penjajahan Kristen terhadap Islam. Karena agama merupakan kekuatan besar yang mendorong penjajahan. Jadi, penjajahan tidak semata-mata terjadi hanya karena kepentingan ekonomi. Karena sejarah kebanyakan membicarakan aspek politik, maka kita akan mengenal tokoh-tokoh politik seperti Abu Abbas As-Saffah, Harun Ar-Rasyid, Shalahuddin Al-Ayubi, dan Muhammad Al-Fatih. Jika kita melakukan pendekatan dengan ilmu pengetahuan, maka kita akan menemukan bahwa sebagian tokoh politik adalah tokoh ilmu pengetahuan. Kita perlu tahu bahwa sebagian tokoh politik di dunia Islam mensyaratkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kita akan menemukan bahwa sebagian tokoh politik dunia Islam adalah seorang yang ‘alim.

Islam tidak menjelma menjadi agama lokal karena adanya kekuatan konseptual pada diri umat Islam, yang memungkinkan mereka berhadapan dengan konsep-konsep besar pada peradaban asing secara tegak kepala. Hal tersebut membuktikan bahwa tokoh politik Islam berhasil melakukan dakwah ke berbagai negara dengan berbekal ilmu pengetahuan. Akibatnya, peradaban Islam menjadi berkembang secara berwibawa ketika berhadapan dengan peradaban lain. Kemudian ketika kita berbicara mengenai sejarah peradaban Islam, kita perlu mengetahui ilmu-ilmu di dunia Islam. Ilmu merupakan prasyarat sebuah peradaban mencapai tingkat kebudayaan dengan taraf tertinggi, sehingga ilmu penting dalam sejarah peradaban masyarakat.

Peradaban dapat diklasifikasikan ke dalam banyak hal ditinjau dari keberadaannya. Ada peradaban yang dulu pernah eksis tapi kita tidak mengenalnya. Berikutnya, ada peradaban yang dulu pernah ada, kita mengetahuinya, dan Qur’an pun menyebutkannya, tetapi peradaban tersebut binasa. Ada juga peradaban yang pernah ada, namanya ada dan jejaknya pun masih ada. Kemudian, ada juga peradaban yang pernah ada, namanya ada, dan peradaban tersebut besar ketika Islam ada, tetapi setelah Islam semakin besar peradaban tersebut mengecil. Ada juga peradaban yang hadir belakang. Terakhir, ada juga peradaban yang dulu ada, bahkan sampai sekarang pun peradaban tersebut masih ada. Kemodernan yang ada pada masing-masing peradaban tersebut berbeda dengan kemodernan sekarang.

Peradaban Islam berbeda dengan peradaban-peradaban yang telah disebutkan sebelumnya, misal tentang waktu dan wilayah. Peradaban Islam memiliki waktu yang panjang, yaitu 14 abad. Islam juga memiliki wilayah yang sangat luas dari timur ke barat.


Forum Mengeja Hujan

Sebelumnya: Forum Mengeja Hujan #8: Budaya Ilmu dan Peradaban (19 Juni 2021)

Selanjutnya: Forum Mengeja Hujan #10: Sirah Nabawiyah (10 Juli 2021)

Tags: Anton Ismunanto Barat Forum Mengeja Hujan peradaban Sejarah

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Jama’ah Shalahuddin Gelar Pelatihan Riset

Kabar JSKabar UGM Minggu, 19 Maret 2023

Riset merupakan hal yang paling mendasar supaya gerak dakwah Jama’ah Shalahuddin tepat sasaran. Untuk itu, Jama’ah Shalahuddin menggelar pelatihan riset untuk anggota yang diadakan oleh Departemen Kajian Strategis pada hari Sabtu (18/3).

Bertempat di Ruang Meeting Masjid Kampus UGM, Pelatihan Riset yang diisi oleh Ahmad Resa, S.Ag (Pengurus Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara) berlangsung pada pukul 08.35 WIB hingga menjelang waktu zuhur.

JS dan Takmir Masjid Kampus UGM Gelar Kajian Akbar Isra’ Mi’raj

Kabar JSKabar TerkiniKajian Jumat, 24 Februari 2023

Untuk menyongsong Grand Launching Jama’ah Shalahuddin Tahun 2023, Jama’ah Shalahuddin bersama takmir Masjid Kampus UGM menggelar Kajian Akbar untuk memeringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.

Rajab Bulan Mulia, Tetapi Sering Dilupakan

Catatan ShalahuddinKabar JSKabar Terkini Jumat, 3 Februari 2023

Oleh: Indra Oktafian Hidayat

Bulan Rajab adalah salah satu bulan dalam kalender Islam yang memiliki posisi yang sangat penting.

Forum Mengeja Hujan #13

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun

Forum Mengeja HujanKajian Minggu, 15 Agustus 2021

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun bersama Ustadz Anton Ismunanto, S.Pd., M.Pd., pada 21 Agustus 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH

AL HADITS WAL MUHADDITSUN

Al Hadits wal Muhadditsun adalah sebuah kitab yang terkenal, disertasi Abu Zahwu di Al-Azhar pada tahun 40-an yang membahas perkembangan ilmu hadits.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada