Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • JS Menulis
  • Catatan Shalahuddin

Get To Know Archive #3 – Mengulik Berbagai Keseruan Kegiatan Parade Maulid Jama’ah Shalahuddin 1410 Hijriah

  • Catatan Shalahuddin, JS Menulis, Kabar Terkini
  • 16 November 2023, 15.46
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad sudah menjadi bagian dari sejarah Jama’ah Shalahuddin. Kegiatan ini di mulai dari Maulid Pop 1974 yang merupakan tonggak awal berdirinya Jama’ah Shalahuddin. Selain itu, peringatan Maulid Nabi pernah dilaksanakan pada tahun 1410 Hijriah atau pada tahun 1989. Perayaan Maulid Nabi pada tahun 1410 Hijriah diberi judul “PARADE MAULID 1410 H”.

Peringatan Maulid Nabi dalam acara Parade Maulid 1410 H ini mengangkat tema “Pembinaan Generasi Muslim Terutama Dikalangan Generasi Muda sebagai Persiapan Menghadapi Era Tinggal Landas Pembangunan Nasional”. 

Berbagai kegiatan diselenggarakan pada maulid pop tahun 1410 H, yaitu 

  1. Perkemahan Remaja Muslim SMTA
  2. Dialog Remaja Muslim SMTA
  3. Renungan Maulid
  4. Forum Keakraban antar Unit Kegiatan UGM
  5. Publikasi bersama SKI tentang Maulid
  6. Forum Silaturahmi Seksi Kerohanian Islam se-UGM
  7. Sarasehan Pemuda dan Wawasan Kebangsaan

Berikut penjelasan terkait kegiatan-kegiatan di atas yang dapat dilihat melalui arsip Parade Maulid Pop 1410 Hijriah.

 

Dalam melaksanakan kegiatan Parade Maulid 1410 H, panitia pelaksana memiliki panduan atau pedoman sebagai tata gerak selama menjadi panitia pelaksana.

 

Berikut salah satu notulensi pada kegiatan Sarasehan Pemuda dan Wawasan Kebangsaan

 

Berikut beberapa rancangan kegiatan dan deskripsi kegiatan dalam Parade Maulid Pop 1410 Hijriah.

(proposal Perkemahan Remaja SMTA Se-Kota Madya Yogyakarta)

(proposal Dialog Remaja Tingkat SMTA Se-Kotamadya Yogyakarta)

 

(proposal Sarasehan Pemuda dan Wawasan Kebangsaan)

(pamflet kegiatan Renungan Maulid Nabi Muhammad SAW)

 

Nah itu tadi isi informasi dari arsip yang disimpan oleh Jama’ah Shalahuddin sebagai bukti sejarah dan sumber informasi terkait kegiatan perayaan Maulid Nabi SAW pada tahun 1410 Hijriah. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan bagi sobat Shalahuddin!

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin