Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Kolaborasi dengan JS, PKU Gontor Kembali Gelar Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam

  • Kabar JS, Kabar Terkini, Kabar UGM
  • 3 November 2023, 21.08
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor, bekerja sama dengan Jama’ah Shalahuddin, menggelar Seminar Pemikiran dan Peradaban di Ruang Seminar Perpustakaan Pusat UGM pada Senin (30/10). Acara ini merupakan bagian dari tugas akhir dari peserta PKU setelah ditempa selama enam bulan. Kali ini, PKU Gontor menghadirkan tiga sesuai dengan bidangnya. Kegiatan di awali dengan sambutan dari Perwakilan Jama’ah Shalahuddin, Andri Prayitno, S.Fil., M.Phil. dan Pembina PKU Gontor, Ust. Anton Ismunanto, S.Pd.I., M.Pd.

Pada seminar kali ini, didatangkan tiga pembicara yaitu Muhammad Arief Rahman yang membawakan materi yang berjudul “Problem Teologis Gerakan New Age Spirituality”. Dalam presentasinya, ia membahas permasalahan teologis yang muncul dalam konteks gerakan spiritualitas New Age. Arief Rahman memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana teologi dan spiritualitas dapat berdampingan atau bertentangan dalam perkembangan gerakan ini.

Pembicara kedua, Ahmad Syarif Mas’ud, Lc., membahas topik “Konsep Wahyu Abdullah Saeed dan Pengaruhnya Terhadap Metode Sosio-Historis.” Dalam presentasinya, ia menyoroti konsep wahyu dalam pemikiran Abdullah Saeed dan bagaimana konsep tersebut memengaruhi metode sosio-historis dalam penelitian keagamaan. Materi yang disampaikan Ahmad Syarif Mas’ud menjadi landasan penting dalam merenungkan hubungan antara pemikiran Islam dan pendekatan sosio-historis.

Terakhir, Husain Zahrul M, S.Ag., menyampaikan materi berjudul “Self-Transcendence dalam Psikologi Transpersonal: Telaah Kritis Perspektif Worldview Islam.” Dalam presentasinya, ia membahas bagaimana konsep self-transcendence, yang merupakan inti dari psikologi transpersonal, dapat dilihat dari perspektif worldview Islam. Ini merupakan wawasan penting bagi mereka yang tertarik dalam memahami hubungan antara psikologi modern dan nilai-nilai agama.

Seminar ini berhasil mengumpulkan berbagai kalangan untuk berdiskusi tentang isu-isu yang relevan dalam konteks pemikiran Islam dan peradaban. Kehadiran pembicara-pembicara terkemuka yang membahas topik-topik menarik menjadikan acara ini sukses dan bermanfaat bagi para peserta. Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor dan Jama’ah Shalahuddin berkomitmen untuk terus memfasilitasi diskusi intelektual yang mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang pemikiran Islam dan peradaban.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada