Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kajian

Mendadak Ngaji 13 Juni 2024 | “Salat: Lebih Dekat dengan Sang Pencipta”

  • Kajian, Tafsir Qur'an
  • 13 Juni 2024, 15.58
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Perbanyak melantunkan takbir di bulan dzulhijjah 

Apakah Allah dekat dengan kita? apakah kita dekat dengan Allah?
Kalau tidak dekat, apakah kita mau mendekat kepada Allah?
Kalau kita dekat dengan seseorang banyak benefits yang bisa kita dapatkan, apalagi dekat dengan Allah S.W.T. dalam hadist qudsi disebutkan secara umum amalan yg paling disukai oleh Allah adalah amal-amal yang diwajibkan kepada hambanya (shalat, puasa wajib, zakat). Tapi kalau seseorang telah melakukan amalan amalan wajib dan menambahnya dengan yang sunnah maka saya akan mencintainya. Memangnya apa dampak dari dicintai Allah? 

  •  “Apabila aku mencintai seseorang maka aku akan menjadi pendengarannya, akan menjadi mata untuknya melihat,tangan untuknya dan kaki yang digunakan untuk berjalan” . Hal itu yang akan menjadi penjagaan Allah untuk hambanya yang taat dari hal-hal maksiat, ia tidak akan merasa nyaman apabila melihat, mendengar dan melakukan hal-hal yang Allah tidak sukai. 
  • “Apabila dia meminta kepadaku pasti akan aku beri”. Apapun yang dihajatkan hamba yang Allah cintai maka akan dikabulkanNya. 

Bagaimana agar Allah cintai: 

Dengan wasilah Shalat, 

Keistimewaan shalat:
1. Kewajiban ibadah shalat berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Ibadah yang lain Allah cukup memerintahkan kepada malaikat jibril untuk menyampaikan kepada rasulullah, tetapi untuk shalat istimewa Allah ingin langsung menyampaikannya melalui isra’ mi’raj.

  1. Shalat yang membedakan seorang mukmin dan yang bukan.
  2. “Amalan yang pertama dihisab adalah shalat”

Kalau shalatnya baik maka seluruhnya akan baik.

  1. Ibadah yang selalu diingatkan adalah shalat baik dalam qur’an maupun hadist-hadist.

 

Akhir-akhir ini kita sering terlena, mendahulukan hal-hal lain diatas shalat. Sehingga shalat sebagai wujud interaksi dengan Allah pun seakan diremehkan dan dikecilkan, lebih mementingkan urusan-urusan dunia dalam gadget. 

 

Sejatinya semua ibadah itu kita yang butuh, perintah Allah yang sifatnya wajib sebenarnya banyak manfaatnya ketika kita lakukan. Kita akan lebih “enak” beragama ketika kita dapat menafsirkan seluruh perintah Allah pasti ada banyak manfaat di dalamnya dan setipa larangan Allah ada mudharat di dalamnya. 

 

Question: 

  1. Gimana menanggapi teman yang ogah-ogahan diajak shalat? Ada orang yang shalih tapi kenapa masalah seakan nggak berhenti, kenapa yaa? Apa Allah nggak cinta?

 

Answer: 

  • Pada dasarnya shalat adalah kebutuhan manusia,
    Kira-kira ada nggak orang yang ogah-ogahan makan? (kan sama sama butuh) 

Mungkin dia tidak tahu keistimewaan shalat, karena sejatinya Allah menyisipkan banyak kebaikan dalam setiap perintahnya, atau bisa jadi dia tahu kewajiban dan keistimewaan shalat tetapi tetap ogah-ogahan shalat karena “jiwanya sakit”. 

Pada awalnya memang harus dipaksa, dari dipaksa lama-lama biasa.

Setiap langkah menuju masjid akan dinilai kebaikan ole Allah.

  • Jadi bahan evaluasi, kalau merasa sudah rutin shalat, apakah shalatnya sudah sempurna? 

Utamakan selalu berprasangka baik kepada Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

 

  1. Ada fenomena ahli ibadah yang masih mendengarkan musik, kenapa begitu?

Answer: 

Kalau dilaksanakan dengan baik shalat akan mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran “inna shalati tanhaanil fahsyaai wal munkar” .

Karena sesungguhnya shalat adalah sarana untuk mengingat Allah. Kalau shalatnya baik maka akan senantiasa ingat kepada Allah. 

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=bNSlhuFNa7M&list=PLVI7o-nN85oXonbDzCR7MJdzrLoRJ2YMP&index=14″]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Jama'ah Shalahuddin