Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kajian

Mendadak Ngaji 29 Agustus 2024 | “Model Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib & Implementasinya pada Sistem Modern di Indonesia”

  • Kajian, Kajian Kamis Sore
  • 29 Agustus 2024, 16.43
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Sesi 1: Penjelasan 

 

Ali bin Abi Thalib adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Islam yang terkenal karena keadilannya, kepemimpinannya, dan kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW. Ali dibaiat menjadi khalifah keempat setelah wafatnya Utsman bin Affan pada tahun 35 Hijriyah. Meskipun masa pemerintahannya hanya berlangsung selama 4 tahun 9 bulan, Ali menghadapi banyak tantangan, termasuk pemberontakan dan fitnah yang muncul dari berbagai kelompok. Ali dikenal sebagai sosok yang tidak haus kekuasaan dan lebih memilih untuk melayani umat daripada menjadi pemimpin. Sebagai menantu Nabi Muhammad, Ali mendapatkan pendidikan langsung dari beliau, yang menjadikannya seorang pemimpin yang bijaksana dan zuhud (tidak cinta dunia). Selama masa pemerintahannya, Ali melakukan banyak reformasi, termasuk menyusun arsip negara dan menarik kembali tanah-tanah yang telah dibagikan oleh Utsman. Selain itu, Ali juga tegas dalam memberantas hadis-hadis palsu dan kesyirikan.

 

Ali terkenal dengan sifat adilnya, bahkan terhadap orang-orang yang berbeda agama. Salah satu contoh keadilannya adalah ketika ia memenangkan hati seorang Yahudi melalui keadilan yang ditunjukkannya dalam sebuah perselisihan. Ali juga mengambil langkah-langkah untuk menjaga kemurnian ajaran Islam dan mencegah perpecahan di antara umat. Ali adalah seorang ahli perang yang tangguh, dan di masa mudanya, ia dilatih langsung oleh Nabi Muhammad. Ia memimpin pasukan Muslim dalam berbagai pertempuran dengan keberanian dan keahlian yang luar biasa. Selain sebagai seorang pemimpin yang kuat, Ali juga dikenal sebagai seorang cendekiawan yang memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan, termasuk dalam pengembangan bahasa Arab.Meskipun menghadapi banyak ujian dan fitnah, Ali tetap teguh dalam prinsip-prinsipnya, menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh yang dihormati dalam sejarah Islam.

 

Sesi 2: Tanya Jawab

Pertanyaan:

Waktu aksi demonstrasi itu kan beberapa kali tuntutannya itu terpenuhi, dan saya memperhatikan di Indonesia banyak orang yang pakai jilbab atau kerudung. Saya berasumsi bahwa mungkin karena banyak orang-orang yang sabar, tuntutannya itu terpenuhi atau menjadi menang. Nah, pertanyaannya adalah, apakah Allah sangat berpihak kepada orang yang sabar? Apakah terpenuhinya tuntutan dalam demonstrasi itu ada hubungannya dengan kesabaran?

 

Jawaban:

Tuntutan dalam demonstrasi sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kesabaran. Demonstrasi adalah cara untuk menyampaikan keinginan atau tuntutan. Ketika tuntutan sudah disampaikan, tugas demonstrasi sebenarnya sudah selesai. Pencapaian dari tuntutan tersebut biasanya diselesaikan oleh dewan-dewan terkait, dan bisa saja tuntutan itu terpenuhi tanpa adanya kesabaran dari pihak yang berdemonstrasi. 

 

Jadi, demonstrasi dan kesabaran adalah dua hal yang berbeda. Kesabaran juga tidak selalu berkaitan dengan keberhasilan dalam konteks ini. Contohnya, ada kisah dalam Islam di mana jumlah kaum mukmin yang sedikit bisa mengalahkan kelompok yang lebih besar, bukan karena kesabaran dalam demonstrasi, tetapi karena keyakinan dan keberanian mereka. Kesabaran sebenarnya lebih berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan ujian yang kita hadapi, bukan hanya dalam konteks dunia yang sementara, tetapi juga dalam konteks akhirat yang lebih kekal. Misalnya, ujian kehidupan dunia ini adalah bagian dari ujian keseluruhan yang kita hadapi dalam hidup. Dunia ini hanya sementara, dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang jauh lebih lama. 

 

Kesabaran juga bukan sekadar menunggu hasil, tapi lebih tentang bagaimana kita menjalani hidup dengan penuh keyakinan dan ketabahan, menghadapi ujian dunia dengan kesadaran bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan akhir kita. Oleh karena itu, kunci hidup di dunia ini adalah sabar dalam menjalani setiap ujian dan tantangan yang diberikan.

 

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=65kvF5q8rMc&list=PLVI7o-nN85oXonbDzCR7MJdzrLoRJ2YMP&index=4″]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada