Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • Kajian

KAP 1 September 2024 | Ayat Kursi

  • Kajian, Tafsir Qur'an
  • 1 September 2024, 18.57
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Pembahasan ayat kursi disajikan ulama sangat beragam dan panjang. Dalam ayat kursi, Allah menyebutkan tentang Dzat-Nya 17 kali, baik dengan asma Allah maupun dengan kata ganti. Kata ganti yang digunakan beragam, tidak monoton. Cara menyebutkannya bervariasi. Itu untuk menunjukkan ayat kursi sebagai ayat yang berisi keagungan Allah. Keindahan bahasa dalam ayat kursi sangat banyak, tetapi tidak dapat dibahas lebih dalam pada kajian ini karena waktu yang terbatas. Ahad, memiliki arti satu dalam bahasa Arab dan tidak ada pasangannya. 

 

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

 

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)”

Allah adalah nama diri. Artinya tidak bisa diterjemahkan. Allah dalam bahasa apapun tetap Allah. Penyebutan Allah disebutkan di awal untuk mempertengas. Inti bahasannya adalah Allah Swt. Lalu disebutkan beberapa sifat, keutamaan, kelebihan, yang artinya hanya Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Tidak ada sembahan dalam bentuk apapun yang berhak disembah selain Allah. Semua sembahan di muka bumi tidak layak untuk dijadikan sembahan. 

Mengapa Allah satu-satunya Dzat yang berhak disembah? Karena Allah yang Maha Hidup. Al Hayyu. Hidup yang sempurna tanpa ada cacat sedikitpun. Kita memang hidup, tapi punya cacat, punya kekurangan. Kita lupa, tidur, sakit, hingga meninggal. Kita lupa. Yang perlu diingat, diingat. Yang perlu dilupakan, lupakan. Al Qoyyum. Allah terus-menerus mengurus makhluk-Nya. 

 

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

 

“Tidak mengantuk dan tidak tidur”

 

Lata’huduhu. Allah tidak pernah dikuasai. Allah tidak pernah sinatun dan naum. Sinatun yaitu mengantuk, tahapan awal sebelum tidur, ngatuk yang paling awal. Walanaum. Tidur. Allah tidak pernah tidur. Mulai dari tahap awal mengantuk hingga tidur, Allah tidak pernah. Ketika Allah mengurusi alam semesta ini, tidak pernah mengantuk ataupun tidur. 

Ada dua cara penetapan sifat Allah. Yaitu dengan menyebutkan dan menegasikan. Cara penetapan yang bentuknya negasi itu tidak panjang lebar. Yang diperbanyak itu saat menetapkan atau menyebutkan. 

 

لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

 

“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi”

 

Kepemilikan Allah Swt. Kepemilikan yang mutlak dan hakiki. Kita pun milik Allah Swt. Seperti ucapan innalillahi wa innailaihi raji’un. Yang artinya, Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita akan kembali. 

Apapun yang kita miliki, yang Allah titipkan kepada kita, akan dipertanggungjawabkan. Siapkan jawabannya di hadapan Allah Swt. 

 

  1. Bagaimana menyikapi berita gempa megathrust?

Kita harus siap dalam semua situasi yang ada. Yang terjadi dalam kehidupan kita itu beragam. Yang paling penting adalah sikap kita dalam menghadapi hal tersebut. Coba lihat warga Gaza, bagaimana cara mereka menghadapinya. Mereka menangis, tetapi lihat kalimat-kalimat yang mereka lontarkan. Ujian dan cobaan termasuk bencana bisa terjadi pada siapapun. Maka, disyukuri dan disabari. 

[ux_video url=”https://www.youtube.com/watch?v=C9Ds6kGAM4E&list=PLjoNNiayadaKT4mynuMQluO6NUpLHUL-R&index=4″]

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada