Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Kepanasan di Surabaya, Kedinginan di Malang. Begini Cerita Jama’ah Shalahuddin Mengadakan Kunjungan Lembaga ke UKMKI dan UAKI

  • Kabar JS
  • 15 November 2024, 17.12
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

Dalam rangka memperluas syiar dakwah dan menjalin silaturahmi, Jama’ah Shalahuddin (JS) melalui Departemen Jaringan dan Kerjasama mengadakan kunjungan ke Lembaga Dakwah Kampus dari dua kampus besar di Jawa Timur pada 9-10 November 2024. Di keheningan sepertiga malam, rombongan Jama’ah Shalahuddin tiba di Kota Surabaya setelah menghabiskan sekitar 4 jam perjalanan dari Yogyakarta. Mereka disambut oleh humas Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga kemudian diajak singgah di masjid Ulul Azmi Kampus C Unair, salah satu islamic center yang terdapat di Kampus Timur Jawadwipa tersebut, mereka kemudian salat tahajud, bersih diri, dan salat subuh berjamaah.

Selepas membersihkan diri, sembari menikmati kemegahan Kampus C Unair yang belum lama ini melakukan renovasi di banyak titik, rombongan JS kemudian bertolak ke masjid Ulul Albab yang terletak di Fakultas Kedokteran, tempat dilaksanakannya kunjungan lembaga. Acara dibuka oleh Salma Darajatun dari BSO Sosial Kemasyarakatan JS dan dilanjut oleh pengenalan masing-masing lembaga. Pada kesempatan ini, Mustofa Rohim, selaku ketua umum Jama’ah Shalahuddin, menjelaskan sejarah, visi-misi, organogram, serta program kerja JS di bawah komandonya. 

Rohim menuturkan bahwasanya agenda kunjungan ini dilakukan sebagai sarana memperluas dakwah karena sejatinya dakwah akan sulit dilakukan tanpa bersinergi. “Kegiatan kunjungan ini memberikan kesan cukup berarti antar Lembaga Dakwah karena melalui kunjungan ini kita dapat bertukar pikiran terkait tantangan-tantangan dakwah yang memiliki keunikan masing-masing. Momentum ini menjadi cukup berkesan karena terjalinnya silaturahmi antar anggota untuk semakin memperkuat semangat dakwah dan menjalin relasi antar kampus.” Ujar Rohim.

Di sisi lain, Rizalul Athoillah, selaku ketua umum UKMKI Unair, menjelaskan gambaran umum UKMKI kabinet an-Najah di bawah kepemimpinannya. Rizalul mengatakan bahwa acara ini adalah program kunjungan terakhir sebelum UKMKI melakukan muktamar pergantian pengurus pada Desember mendatang. Setelah ketua umum menjelaskan lembaga masing-masing, acara kemudian dibagi ke forum-forum kecil antar departemen untuk saling bertukar pikiran lebih lanjut mengenai tantangan, suka duka, dan pengalaman menjalani aktivitas dakwah di kampus masing-masing.

Salah satu peserta forum diskusi departemen tersebut adalah Dhia Jinan, anggota Departemen Kajian Aksi dan Strategi UKMKI. Baginya, pengalaman ini cukup berkesan karena masing-masing anggota dapat saling cerita tentang dinamika program kerja dan dakwah di kampus. Jinan berharap kunjungan ini dapat memperkuat tali silaturahmi antar Lembaga Dakwah Kampus. 

Tak berhenti di masjid Ulul Albab, siang harinya rombongan JS diajak untuk berkeliling di sekitar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Pihak UKMKI menjelaskan fungsi tiap-tiap gedung dan pengalamannya berkuliah. Mereka mengakhiri tur di kampus A itu dengan foto bersama di titik fenomenal milik Fakultas Kedokteran yaitu pintu masuk Nederlandsch-Indische Artsen School dan patung garuda, saat sinar matahari Surabaya menyengat tepat di atas kepala.

Siang harinya, rombongan juga berkeliling kampus B dan C untuk mengetahui lebih banyak tentang gedung-gedung yang terdapat di Universitas Airlangga. Tak lupa mereka juga naik ke lantai 12 ASEEC Tower untuk swafoto dan menikmati keindahan Surabaya dari ketinggian. Kegiatan tur kampus ini diakhiri dengan salat asar di masjid Ulul Azmi Kampus C Unair.

Persiapan acara peringatan Hari Pahlawan juga menghiasi Surabaya di hari itu. Persiapan teatrikal dan upacara dijumpai di beberapa titik sehingga menimbulkan kemacetan. Hal tersebut mengubur rencana rombongan JS untuk berlibur ke Kota Lama Surabaya. Sehingga selepas berkeliling di 3 kampus UNAIR, rombongan langsung bertolak ke kota Malang untuk berkunjung ke Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) di Universitas Brawijaya. 

Sama seperti di Unair, kunjungan mereka di Universitas Brawijaya mereka juga diawali dengan persinggahan di masjid, kali ini di masjid al-Hadiid Fakultas Teknik UB. Mereka melanjutkan acara di ruang sidang Gedung Rektorat dengan euforia Hari Pahlawan yang syahdu, berbaur dalam diskusi hangat hingga azan Zuhur

Acara tersebut dibuka oleh Triana Yunicha dan Haya Amani dilanjut dengan perkenalan masing-masing lembaga, dilanjut dengan bertukar cerita terkait tantangan menjalani aktivitas dakwah di Universitas Brawijaya yang tentunya berbeda dengan di UGM. Pihak JS juga menjelaskan profil dan program-program JS yang telah berjalan.

Qassam Abdillah, Ketua Umum UAKI, menyambut baik kedatangan rombongan JS. Qassam menuturkan bahwa UAKI sempat berencana untuk berkunjung ke UGM namun belum terlaksana. Sehingga ia sangat antusias ketika mendapati kesempatan dikunjungi JS lebih dulu di Malang. Senada dengan Qassam, Irbatul Habibah, kepala bagian kemuslimahan UAKI juga mengatakan bahwa acara kunjungan ini adalah kesempatan yang memberikan inspirasi baru baginya untuk mengembangkan program dakwah di kampus.

Ket: Qassam Abdillah saat menjelaskan profil UAKI UB kabinet Lentera Asa 

Bagi Habibah, kunjungan ini menjadi sarana pertukaran informasi terkait karakter mahasiswa di tiap kampus sebagai objek dakwah. Selain itu, ia juga mendapati masukan terkait pengelolaan lembaga dakwah yang rapi dan profesional dalam administrasi, manajemen, maupun pelaksanaan program kerja dari JS UGM.

“Semoga sedikit-banyaknya cerita menarik yang ada kemarin mampu menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi. Sehingga pertemuan kemarin tidak hanya sebatas studi banding, dan semoga dapat bertemu lagi di lain kesempatan dengan sinergi dakwah yang sama.” ujar Habibah.

Sore harinya rombongan JS bertolak ke kota Batu untuk menikmati kedinginan Batu selepas hujan, berbanding terbalik dengan di Unair, Tak sama seperti di Surabaya, rombongan JS tidak lagi memerlukan payung atau topi untuk berlindung dari cuaca panas ketika berjalan. Cuaca sejuk setelah hujan di kota Batu menjadi penutup perjalanan rombongan JS dalam agenda kunjungan Lembaga Dakwah. 

“Aku beruntung bisa mengikuti acara ini sebab dapat menambah relasi, sharing experience, dan mengelilingi kampung yang definitely seru banget!” ujar Dhimas, anggota baru JS dari Departemen Shariah Entrepreneurship.

oleh:
Salma Shidqiyah

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada