Universitas Gadjah Mada Jama'ah Shalahuddin
  • Home
  • JS Menulis

Pembinaan

  • JS Menulis
  • 9 April 2008, 20.02
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM
  • 3

Serial Kaderisasi

(Sempat terhapus dari website JS. Diterbitkan kembali 27 Juli 2019 dengan perbaikan ejaan)

Pembinaan adalah proses langsung pembelajaran kader, kader dibina sesuai dengan arah kualitas yang ingin dicapai, melalui pertemuan rutin kader secara langsung mendapatkan input peningkatan kualitas dirinya

Secara umum bentuk pembinaan adalah dengan pertemuan rutin kepemanduan mingguan, di pertemuan ini dilakukan semua upgrade kemampuan kader, baik dari segi tsaqofah keislaman, manajerial, emosional, keorganisasian bahkan sisi fisiknya.

Pembinaan merupakan sarana utama pencapaian target standar mutu kader yang diharapkan, selain fungsi kaderisasi lainnya, pembinaan merupakan core atau inti dari kaderisasi itu sendiri.

Kepemanduan atau mentoring sendiri sangat luas dan bisa dibahas pada tulisan tersendiri, disini akan dibahas sedikit tips manjalankan kepemanduan atau mentoring.

  • Kepemanduan merupakan sebuah sistem tersendiri, karenanya segala administrasi, arus data, dan hubungan semua komponen harus dikoordinasi dengan baik, butuh ada kordinator untuk mengatur semuanya, dengan pola komunikasi yang baik pula.
  • Komponen yang ada dalam kepemanduan yaitu, pemandu, peserta pandu, pengelola dan instrumen penunjang kepemanduan seperti buku kepemanduan, absensi, kurikulum, upgrading pemandu, studium general dll.
  • Karena bersifat kegiatan rutin yang dijalankan berkesinambungan dalam waktu yang lama, maka diperlukan adanya penjagaan kepemanduan, atau sesekali diadakan acara evaluasi, refreshing dan upgrading kepemanduan.
  • Pemandu merupakan komponen utama penunjang keberhasilan kepemanduan, karena itu, kualitas dan penjagaan peran pemandu sangat penting sekali
  • Karena besarnya manfaat kepemanduan ini, terutama bagi kader sendiri sebagai tempat penjagaan, upgrading dan juga tempat berbagi permasalahan, kepemanduan harus menjadi tempat yang nyaman bagi kader hingga kader merasa membutuhkan
  • Materi juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan semua pihak, karena kita sudah mempunyai target tertentu sesuai kurikulum juga untuk memudahkan melakukan pemantauan perkembangan kelmpok kepemanduan, kesesuaian materi setiap kelompok juga hal yang penting sekali

Mantan BKK4, Aldohas a Blog

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (3)

  1. smartboy (9 April 2008) 6 tahun lalu

    Tidak diragukan lagi tarbiyah memang sangat penting bagi keberlangsungan dakwah ini.tapi yang perlu digarisbawahi disini adalah kita merindukan tauladan yang bukan hanya dalam tataran teori tapi juga terinterprestasikan dalam akhlak sehari-hari

    Reply
  2. jet (14 April 2008) 6 tahun lalu

    kata sp tarbiyah penting, cuman … bikin pusing aja … cuman cari istri aja kan or suami kan …
    wkwkwk

    Reply
  3. feriawan agung n (15 April 2008) 6 tahun lalu

    Assalamualaikum,

    Maaf banget bahwa ada saodara di JS yang ngajak saya ngomongin kaderisasi JS tapi belum saya semayani(tanggapi) karena bberapa hal: pertama, seringkali temen-temen JS mintanya sak deg sak nyet, mendadak, sesegera mungkin dan langsung pada format: mas hari ini ada acara dan kemudian bgmnn kalo anda jadi pembicaranya/pengisi acaranya.
    Kedua, pas itu bertepatan juga pada agenda yang lain. Barangkali itu disebabkan juga karena memang temen-temen JS yang kadang mendadak juga. Lupa bahwa kami yang sudah berkeluarga dan berkarir ini mesti mengatur waktu dan cintanya bukan hanya kepada JS tetapi juga pada yang lain.

    Bukan saya sok penting ataupun sok jual mahal, tetapi mohon dimaklumi bahwa kalau kita sama-sama bisa mengatur waktu, mengagendakan sesuatu dengan tidak terlalu tergesa-gesa itu jauh lebih baik dan lebih tepat sasaran-tujuan.

    Saya juga sedikit rewel perihal diajak mengisi sesuatu acara di JS. Biasanya, panitia atau orang ybs akan disibukkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari saya perihal: ide dasar acara, peserta, format acara, goal-goal, gambaran forum sampai dengan analisis resiko gagal tidaknya acara. Saya introgasi sampai dengan tuntas dan, intinya, saya terlibat juga dalam perencanaan. baru saya mau ngisi.

    Untuk bisa urun rembug masalah pengkaderan, barangkali saya lebih banyak mendengar dan memberikan alternatif daripada mengusulkan konkrit. Karena bagaimanapun sebagai orang tua, nggak saatnya dan nggak pantes untuk dominan. Lebih bagus yang usul anak muda, dilaksanakan dan gagal untuk kemudian ketemu hikmahnya daripada diawali oleh gagasan-gagasan orang tua dengan referensi dan imajinasi masalalu. Mengapa? Karena konsekuensi kaderisasi adalah hilangnya ataupun rusaknya, atau tumbangnya sebuah sejarah, termasuk sejarah JS untuk kemudian digantikan oleh generasi, kecambah yang baru. Itu keniscayaan jaman.

    Maka, monggo bagi siapa saja untuk share ide dalam hal nggarap JS.

    Reply

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada