Oleh Ahlamazing dan Kak Gem
Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.
Iman yang Mengeringkan: Ulasan Novel Kemarau Karya A.A Navis
Penculik Kata: Aghli Maula
Departemen Kajian Strategis 2024
Peringatan! Ulasan ini mengandung bocoran!
“Meskipun manusia itu ada yang mengingkari Tuhan, kafir, munafik, tetapi kalau mereka giat berusaha, berani menantang kesulitan, mereka akan dapat lebih banyak dari orang yang malas, meski orang malas itu rajin sembahyang,” ujar Sutan Duano pada warga kampung.
Tamparan yang begitu keras itu buat siapapun berpikir lebih banyak: Apakah iman menggaransi kehidupan yang lebih baik? Apakah doa saja tak cukup untuk mendapat hidup yang baik di dunia? Tanya-tanya di kepala itu acapkali dihindari, dijauhi, dan dibuang ke tempat sampah paling jauh dari pikiran yang tak jarang kita anggap suci, bersih, dan penuh iman—serba putih.

Akhir Kisah: Kesempatan
“Assalamu ‘alaykum,” ucapku sembari membuka pintu mobil itu.

Jarum jam di ruang tamu menunjukkan pukul empat sore.

Dunia Shafeera: Chapter 5
Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku menelepon Ibu, kerap kali, ialah yang meneleponku.
Dunia Shafeera: Chapter 4
Perempuan mana yang ingin berada di posisiku saat ini? Aku yakin, tidak ada satupun yang mau.
Dunia Shafeera: Chapter 3
Semenjak hari itu, suasana di dalam rumah mulai berubah.
Dunia Shafeera: Chapter 2
Hari baru.

Dunia Shafeera: Chapter 1
Permulaan.
