Home » JS Menulis » Hikmah
Category Archives: Hikmah
Iman yang Mengeringkan: Ulasan Novel Kemarau Karya A.A Navis
Iman yang Mengeringkan: Ulasan Novel Kemarau Karya A.A Navis
Penculik Kata: Aghli Maula
Departemen Kajian Strategis 2024
Peringatan! Ulasan ini mengandung bocoran!
“Meskipun manusia itu ada yang mengingkari Tuhan, kafir, munafik, tetapi kalau mereka giat berusaha, berani menantang kesulitan, mereka akan dapat lebih banyak dari orang yang malas, meski orang malas itu rajin sembahyang,” ujar Sutan Duano pada warga kampung.
Tamparan yang begitu keras itu buat siapapun berpikir lebih banyak: Apakah iman menggaransi kehidupan yang lebih baik? Apakah doa saja tak cukup untuk mendapat hidup yang baik di dunia? Tanya-tanya di kepala itu acapkali dihindari, dijauhi, dan dibuang ke tempat sampah paling jauh dari pikiran yang tak jarang kita anggap suci, bersih, dan penuh iman—serba putih. Tanya-tanya itu kita anggap jadi virus yang kelak hanya mengakibatkan kotoran dalam iman. Juga seperti hantu, tanya itu hanya pantas dijawab dengan ucapan Astaghfirullah.
Meraih Hikmah di Bulan Berkah
Bismillahirrahmanirrahim
Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam kalender hijriah, setelah rajab dan sebelum ramadhan. Seringkali disebut sebagai bulan untuk mempersiapkan diri menuju bulan suci ramadhan. Secara bahasa nama sya’ban berarti “pemisahan” karena orang-orang Arab pagan berpencar dan berpisah pada bulan ini untuk mencari air, banyak dari orang arab mencari air di daerah Yaman dan Himyar. Dalam beberapa cerita juga disebutkan sya’ban mengacu pada sebuah dahan pohon yang bercabang dua, namun kemudian yang lambat laun makna tersebut dikaitkan dengan bulan yang berada di antara ramadhan dan rajab. Begitu banyak cerita simpang siur asal mula nama bulan ini, namun ada momen istimewa dan bersejarah bagi umat muslim. Maka dari itu banyak amalan-amalan yang disyariatkan pada bulan ini karena keutamaannya.
Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis
Tradisi ‘Uzlah Nabi : Dari Social Distancing Menuju Kesadaran Profetis
Oleh : Rahmat Tri Prawira Agara

Dalam waktu yang tidak lama lagi, umat muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan yang paling ditunggu-tunggu selama setahun, yaitu bulan suci Ramadhan. Akan tetapi, tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, di tahun ini perayaan Ramadhan akan terasa berbeda karena di saat yang sama terjadi peristiwa pandemi virus Corona di seluruh dunia.
Salah satu himbauan yang dikeluarkan oleh WHO dan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan melakukan Social Distancing yang dilakukan dengan membatasi interaksi dengan orang lain dan mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI juga telah mengeluarkan fatwa dan surat edaran tentang himbauan dan tata cara pelaksanaan ibadah di tengah pandemi.
Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa
source: Gambar wikipedia Ibnu Sina
Ibn Sina: Bagaimana Ia Menjadi Luar Biasa
Oleh : Amrina Rosyada (Staf Media Center Jama’ah Shalahuddin)
Meminjam istilah Malcolm Gladwell pada salah satu karyanya, Outlier, istilah outlier digunakan untuk orang-orang yang mungkin bisa dibilang sangat spesial, luar biasa, memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata. Para outliers inilah yang sering kita sebut “jenius”. Jika outliers adalah orang-orang yang paling hebat, paling terkenal, paling berkilau namanya, maka pantaslah kiranya apabila kita sebut Ibn Sina sebagai outlier.
Setiap Hari Adalah Tahun Baru

Oleh: Rama Shidqi Pratama (Fakultas ISIPOL 2015)
Gegap gempita Tahun Baru 2019 sudah kita lewati beberapa hari lalu. Banyak yang mencoba mengenang masa-masa setahun ke belakang, dan berharap akan hal-hal yang baik dalam setahun ke depan. Namun, apakah yang disebut Tahun Baru selalu terjadi pada 1 Januari?
Ada banyak sekali kalender di dunia ini, dengan basis penanggalan yang beraneka rupa. Ada kalender Hijriyah, yang dipakai oleh umat Islam. Ada kalender Saka yang dipakai orang Hindu. Ada kalender Majusi yang dulu dipakai orang Persia. Ada kalender suku Aztec. Ada kalender Julian, yang menjadi kalender Masehi – sebelum dipresisikan ulang menjadi sistem Gregorian. Bahkan ada kalender Juche di Korea Utara, yang perhitungannya dimulai dari tahun Kim Il-Sung, pendiri negara itu lahir.
Ada yang berdasar pada perhitungan matahari atas bumi, seperti kalender Masehi. Ada juga yang berdasar pada perhitungan bulan atas bumi, seperti kalender Hijriyah dan kalender Jawa. Ada juga yang memadukan keduanya.
Berhijab Syar’i: Sebuah Jalan Memaknai Kehidupan

Oleh: Virta Attirah Damananda
Kemuslimahan JS UGM
Saya adalah seorang muslimah. Apa makna dari pernyataan tersebut? Makna dari pernyataan tersebut adalah bahwa saya ber-istislam, alias berserah diri sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Apa maksud dari “berserah sepenuhnya”? Maksudnya adalah bahwa saya meyakini kalau hanya Allah-lah yang sejatinya berkuasa atas alam semesta ini–Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya, termasuk diri saya sendiri. Alhasil, konsekuensi dari keyakinan tersebut adalah terposisikannya diri saya sebagai seorang hamba dan Allah sebagai Tuhan. Lalu, bagaimanakah seharusnya sikap seorang hamba terhadap Tuhannya? Sikap seorang hamba yang tepat terhadap Tuhannya adalah sepatutnya ia menaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Kita Masih Teman, Kan?

Oleh: Fachrul Budi Prayoga (Fakultas Teknik 2016)
Aku sadar, di sela-sela aku berusaha keras mendapatkan IP terbaikku tiap semester. Berusaha memperjuangkan yang terbaik agar orang tuaku tersenyum. Seringkali, dhuha saat pagi terlewat. Dzikir setelah sholat kadang kutunda. Dimana-mana, ku hanya memikirkan bagaimana tepat waktu untuk ngambis, tapi sering lupa dengan tepat sasaran saat mati nanti.
Aku sadar, di sela-sela event yang kudaftar. Aku masih ingat, mencari relasi dan pengalaman, juga bahkan untuk berkontribusi besar untuk perkumpulan mahasiswa di kampus, menjadi alasanku mengambil semua itu. Tapi seringkali, aku lupa bahwa aku juga semestinya berkontribusi untuk aku juga. Diri ini butuh asupan ibadah, yang mana sering terlambat karena rapat. Yang mana seringkali tidak senyaman bercengkrama dengan Rabb, saat aku tidak sibuk.
Rasulullah, The Charismatic Leader

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suriteladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Azhab: 21)
Seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi, mengayomi dan merangkul orang–orang di sekitarnya untuk bergerak bersama dan mencapai satu tujuan yang sama. Pemimpin bukanlah peran yang main – main, tetapi sosok pemimpin memiliki tanggung jawab, peduli, memiliki visi yang jelas dan berfikir kreatif (out of the box). Kesuksesan seorang pemimpin dapat dilihat dari hasil atau output dari yang dipimpin alias pengikutnya. Perlu digaris bawahi bahwa pemimpin akan sangat berpengaruh dengan apa yang ada di suatu kelompok, layaknya sebuah masker yang menutupi wajah seseorang. Jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu baik, maka kemungkinan besar secara eksternal kelompok atau organisasi itu baik. Pun sebaliknya, jika pemimpin suatu kelompok atau organisasi itu berbuat kesalahan, seringkali yang dilihat pertama kali dalam latar belakang pemimpin tersebut adalah kelompok atau dari organisasi mana dia berasal. Maka dari itu, menjadi pemimpin untuk pemuda yang organisatoris memerlukan seorang sosok yang menjadi contoh untuk kita pelajari, yakni Rasulullah SAW.
Ketua Jama’ah Shalahuddin Bukan Tumbal Sejarah

Oleh: Abdullah Arif (Filsafat 2011)
Ketua Jama’ah Shalahuddin 1435 H
Menjadi ketua Jama’ah Shalahuddin adalah suatu hal yang berat. Engkau akan dikenakan beban sejarah masa lalu yang tidak ringan. Engkau juga akan dikenakan beban masa depan yang jauh lebih tidak ringan.
Sedetik saja, setelah engkau mengucapkan sumpah, sudah puluhan orang berniat berbicara kepadamu untuk mengungkapkan ide-idenya demi untuk membangun “peradaban”.