Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kabar Terkini
  • Kabar JS

Mubes Dakwah Kampus UGM 1433H : “Sinergisitas, menyatukan visi dan Gerak Langkah Bersama”

  • Kabar JS, Kabar Terkini
  • 19 Februari 2012, 11.05
  • Oleh : Jama'ah Shalahuddin UGM

js

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. (itu) sangat dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan seakan seperti bangunan yng tersusun kokoh” (QS.As-Saff:2-4)

Ahad (19/02) bertempat di Ruang kuliah II dan  sidang Unit I Fakultas Farmasi UGM, sekurangnya 180 kursi yang ada di  ruangan tersebut hampir terpenuhi para aktivis dakwah dari tiap fakultas UGM. Sekitar pukul 08.30, mundur satu jam dari waktu yang direncanakan acara ini baru dibuka. Setelah pembukaan dan pembacaan susunan acara dari MC, acara dilanjutkan dengan tilawah yang dibacakan oleh Arief Muammar (Biologi 2009) yang membacakan potongan surah As-Saff beserta artinya. Pembacaan makna surah tersebut mengantarkan acara MUBES DAKWAH KAMPUS UGM kali ini untuk menguatkan sinergi antar aktivis dakwah fakultas layaknya bangunan yang tersusun kokoh.

Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan- sambutan yang disampaikan oleh Ketua MUBES dan Ketua Jama’ah Shalahuddin. Sekitar pukul 08.38 sambutan pertama disampaikan oleh Adrian, Ketua MUBES DAKWAH KAMPUS UGM 1433 H. Adrian menyampaikan mengenai harapan dari terselengganya acara ini, yakni menyatukan visi dakwah dikampus dengan cara meningkatkan konsolidasi dan saling bersinergi dalam melaksanakan masa amanah 1433H. Selanjutnya pembukaan yang disampaikan oleh Arif Nurhayanto, Ketua Jama’ah Shalahuddin 1433 H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan mengenai urgensi diadakannya MUBES kali ini. Ialah menyatukan visi dan gerak langkah bersama dalam dakwah dan dinamika yang menyertainya. Dalam sambutannya pula, Arif Nurhayanto mengisahkan mengenai dobrakan-dobrakan yang telah dilakukan LDK UGM sebagai pioner Lembaga dakwah Kampus tertua di Indonesia.

Selanjutnya, jelang acara inti. Pukul 08.55 diawali dengan penyusunan tata tertib yang melibatkan peserta MUBES. Dari usulan peserta, didapat 3 poin tambahan tata tertib, yang kemudian dibacakan keseluruhan tata tertib hingga pukul 09.04. Acara inti di mulai dengan refleksi perjalanan FSLDIK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Intra Kampus) 1432 H yang di sampaikan oleh Akhmad Arwyn, ketua PUSKOM 1432 H. Akhmad Arwyn dalam pemaparannya menyebutkan beberapa poin mengenai kegiatan FSLDIK tahun sebelumnya. Kegiatan-kegiatan yang sukses berjalan dan yang masih mengalami hambatan. Dari refleksi tersebut disambung dengan pembubaran FSLDIK oleh Aqil Wida Arief, Dewan Pembina FSLDIK 1432 H.

Untuk menyambung acara berikutnya, diperlukan 3 pimpinan sidang yang mampu pemimpin jalannya sidang, atau lebih tepatnya dengan diskusi yang melibatkan atensi peserta MUBES. Pukul 09.43, diusulkan beberapa nama untuk dicalonkan sebagai ketua sidang. Beberapa menit waktu yang dibutuhkan untuk menampung usulan, didapatkan 7 nama. Hingga pada kesepakatan forum, nama-nama tersebut terkerucut menjadi tiga calon ketua sidang. Akhirnya terpilihlah M. Nurkholis Al-Hadi (Hukum, 2009), Muhammad Hasan Izzuddin (Pertanian 2010) dan Efri D Kusuma (Geografi 2010) sebagai pimpinan sidang.

Pukul 10.10 dilanjutkan dengan rentetan sosialisasi.  Sosialisasi pertama disampailan oleh Soli Dwi Murtyas (Teknik 2008) mengenai BIDKA (Bangunan Ideal Dakwah Kampus) yang menyampaikan mengenai perubahan struktur keorganisasian Dakwah tingkat fakultas khususnya pada Jasus antar fakultas dalam klaster. Selain itu, Soli juga menekankan untuk membentuk kesatuan dakwah tingkat fakultas yang tidak lagi terkotak-kotak membawa nama fakultas sendiri. Pukul 11.33 dilanjutkkan dengan Pemetaan Lembaga Dakwah Fakultas yang disampaikan oleh Ketua Badan Pendamping Lembaga Dakwah Fakultas (BP-LDF), M. Nurkholis A. Sosialisasi ini memaparkan grade tiap LDF pada pemetaan awal. Pada pemetaan awal ini baru 12 fakultas yang yang telah terolah datanya. Sisanya, masih terdapat fakultas yang belum menyerahkan data. Berdasarkan pemetaan yang disampaikan, dari 12 fakultas baru terdapat satu fakultas yang ber-grade Mandiri. Sementara sebelas yang lainnya masih madya bahkan terdapat fakultas yang hampir berstatus mula. Setelah sosialisasi BP-LDF, acara dilanjutkan dengan sosialisasi BK-IDI (Badan khusus Isu Dunia Islam) yang di rangkap dengan sosialisasi FORSIPGAMA (Forum Sollidaritas Palestina Universitas Gadjah Mada) dan FSLDKN (Forum silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus nasional) oleh Arif Nurhayanto. Di pertengahan sosialisasi juga diedarkan form donator tetap Jejaring Donasi Nasional untuk Palestina dan pengedaran kotak infak sebagai wujud nyata solidaritas kepada Palestina.

Sekitar 12.00 sidang diskors untuk istirahat sholat dan makan. Ketua sidang memutuskan acara akan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00

Sidang kembali dilanjutkan. Kali ini disambung dengan presentasi mengenai koordinasi antar fakultas dalam satu klaster dan pembahasan khusus mengenai Jasus klaster. Klaster Agro mendapatkan kesempatan pertama. Kemudian disusul klaster Sains, Kesehatan, SOSHUM dan Klaster gabungan Teknik, Sekolah Vokasi dan JS. Selanjutnya 14.32 merupakan agenda pembacaan Time Line yang disampaikan oleh Rahma Isna Saidah selaku koordinator komisi Timeline agenda bersama.

“MUBES Dakwah Kampus UGM merupakan forum keputusan tertinggi” ujar salah satu ketua pimpinan sidang, M.Nurkholis. Maka pada kesempatan ini pula dengan disaksikan seluruh peserta MUBES, para ketua baru SKI seluruh Fakultas dan Jama’ah Shalahuddin dikukuhkan serta dilantik kembali. Acara kemudian dilanjutkan pelantikan Dewan Pembina BIDKA 1433H yang sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkain agenda MUBES Dakwah Kampus UGM 1433H.

Departemen Media Centre JS 1433H

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

“Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”

Isu Dunia IslamJS MenulisUncategorized Senin, 4 Agustus 2025

Kita sering mendengar berita-berita konflik dan gesekan antar ormas Islam di Indonesia. Entah itu karena perbedaan pendapat dalam perkara agama, hingga pembubaran paksa pengajian di berbagai tempat.

Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI

Catatan ShalahuddinIsu Dunia IslamUncategorized Minggu, 27 Juli 2025

Oleh : Muhammad Saddam Syaikh Arrais

Sabtu, 17 Mei 2025

Dekade 1970-an hingga 1990-an merupakan periode yang cukup vital dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

Kisah Sang Pemburu Terbaik

Cerpen Jumat, 18 Juli 2025

Oleh Ahlamazing dan Kak Gem

Debur ombak adalah musik pertama yang ia kenal.

UMAT YANG WAFAT

Catatan ShalahuddinJS MenulisUncategorized Kamis, 22 Mei 2025

Kemanusiaan mati dalam diri-diri kita
yang tanpa belas kasihan melumuri diri dengan darah.
Para khalifah yang dengan rakus melahap bangkai para jenazah,
dan dengan sombong mengenakan kain-kain kafan.
Wahai saudara-saudaraku,
maafkan kami yang hanya sibuk memampang
poster-poster di sosial media,
mengenang duka-duka kalian dalam berita-berita.
Sedangkan dalam sujud-sujud kami lupa diri,
sibuk memikirkan jodoh, uang, tugas dan organisasi.
Ke mana perginya Tuhan dan doa-doa?
Maafkan kami terlalu sibuk berbaris
di lapangan dan persimpangan-persimpangan jalan,
meneriakkan kata-kata “merdeka, merdeka”
sampai habis suara.
Tapi kami salat subuh jam tujuh,
berjamaah hanya jika tidak lelah.
Pun kapan kami akan mengijabahi janji-janji Tuhan
tentang kebangkitan dan pembebasan,
jika dalam beragama saja masih bermalas-malasan,
sibuk mencari alasan dan pembenaran.
Maka lagu, orasi-orasi dan puisi ini
hanyalah mimpi-mimpi.
Tubuh-tubuh yang berbaris dan berlagak gagah
ini tak kan berani melawan penjajah.
Toh, kita sudah kalah melawan ego sendiri.
Apakah jika kita bisa mengangkat senjata,
siapa yang berani bersamaku memerdekakan Palestina?
(Jeda)
Maka ingatlah,
bahwa sesungguhnya doa adalah senjata pusaka umat.
Maka angkatlah senjatamu,
panjatkan doa-doa setiap kali teringat pada tangisan tanpa air mata,
pada tawa anak-anak tanpa orang tua,
dan pada kemanusiaan yang telah mati
dalam diri-diri kita.
00.06
Selasa, 21 Mei 2024
Meja Barat
Penulis : Ammar Rafi
.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada