20Mar/19

RILIS Tragedi Penembakan di Christchurch

RILIS

Tragedi Penembakan di Christchurch

 Oleh:

JAMA’AH SHALAHUDDIN 

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kronologi Singkat

Setiap muslim laksana satu tubuh, luka pada suatu bagian akan dirasakan oleh yang lainnya. Telah terjadi tragedi kelam yang dideklarasikan sebagai kejadian luar biasa oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Adern. Penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Masjid An Noor dan Masjid Linwood, terjadi pada siang hari Jumat (15/3). Penembakan terjadi sekitar pukul 13:40 waktu setempat, dimana umat muslim berkumpul pasca pelaksanaan ibadah shalat Jum’at. Dalam insiden tersebut dikabarkan bahwa 49 korban tewas dan terdapat dua WNI yang terkena tembakan. read more

19Feb/19

Klarifikasi Notugrafis “Bakso di Jogja, Halal?”

Assalamu’alaikum Shalahuddins!

Beberapa hari lalu, Jama’ah Shalahuddin UGM mempublikasikan sebuah infografik #Notugrafis (Notulensi dalam Infografis) bertajuk “Bakso di Jogja Halal?”, yang berpotensi menimbulkan kesalahan penafsiran.

Ir. Nanung Danar Dono, MP., Ph.D. selaku pengisi Muslim Millennials Lecture (dan sumber Notugrafis) menjelaskan bahwa 8 dari 20 sampel bakso YANG DITELITI di Yogyakarta positif mengandung DNA babi. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa data tersebut didapatkan dari proses penelitian terhadap 20 sampel bakso di Yogyakarta. Oleh karena hanya mengandalkan SAMPEL, maka TIDAK BISA DIGENERALISASI begitu saja bahwa 40% bakso di Yogyakarta menggunakan daging babi. read more

10Feb/19

Komoditas Gharqad: Simbolisme Kefasikan Kaum Yahudi di Akhir Zaman

Oleh: Nindya Indrasweri (staf BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an)

Berbicara mengenai komoditas pertanian, sebagian besar manusia secara praktis akan berfikir mengenai komoditas yang bersifat survival oriented dan dianggap fundamental dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti beras, gandum, gula dan komoditas lainnya. Namun, seperti yang telah kita ketahui, kini segala sesuatu yang bersifat profit oriented lebih dibutuhkan untuk beradaptasi sesuai lini zaman. Karena itulah di milenium ketiga ini komoditas pertanian yang semula bersifat survival oriented kini berkembang menjadi profit oriented. Hal tersebut diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan independen terhadap komoditas pertanian setiap negara di berbagai belahan dunia. read more

10Feb/19

Lebah: Sang Matematikawan, Penari, dan Penghasil Madu

Oleh: Setia Budi Sumandra (FMIPA 2016, Manajer BSO Gadjah Mada Menghafal Qur’an 1439 H)

A. Pendahuluan

Siapa yang tidak kenal dengan madu. Madu adalah makanan lezat bukan hanya bagi beruang, tapi juga bagi manusia. Madu juga dikenal memiliki bermacam-macam manfaat. Intinya hampir semua orang tahu bahwa madu merupakan makanan yang penting bagi manusia. Akan tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa yang dimiliki oleh sang penghasil madu, Lebah.

Lebah adalah hewan yang hidup sebagai koloni di dalam sarang unik yang dibangun dan dijaga dengan sangat teliti. Lebah sendiri memiliki ukuran panjang yaitu sekitar 1-2 cm. Lebah hidup di dalam sarang yang dapat menampung sekitar 60-70 ribu lebah. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melaksanakan pekerjaannya secara terencana, rapi, dan teratur. Lebih hebat lagi, ribuan lebah tersebut bekerjasama sesuai bidang masing-masing secara terencana dan harmonis dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama dengan upaya yang sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikit pun. read more

09Feb/19

Etika Profetik Lingkungan dalam Khazanah Intelektual Muslim

Oleh: Rini Jayanti

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat  Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raaf : 56)

Dunia sedang mengalami keprihatinan mendalam sehingga berada dalam krisis yang kompleks. Krisis tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak di muka bumi ini tanpa terkecuali melampaui batas negara, ideologi, sosial, ekonomi, budaya dan agama. Krisis tersebut adalah Krisis Lingkungan. Krisis tersebut tanpa disadari semakin meluas sedangkan manusia lambat laun melupakan tanggungjawab keilahiannya akan hakikat dirinya sebagai khalifatullah al-ardi. Alam semesta hanya menjadi budak hawa nafsu manusia demi pemenuhan keserakahan diri dan kekuasaan. read more