Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Kajian
  • Forum Mengeja Hujan

Forum Mengeja Hujan #10: Sirah Nabawiyah

  • Forum Mengeja Hujan, Kajian
  • 12 Juli 2021, 15.45
  • Oleh :

Forum Mengeja Hujan #10 bersama Ustadz Anton Ismunanto pada 11 Juli 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH.


Sirah nabawiyyah penting karena hal tersebut adalah benih peradaban kita. Detail dan mekanisme datangnya berita mengenai Nabi Muhammad SAW sampai ke kita dari sumber tepercaya yang disebut sanad. Sanad lah yang membuat informasi mengenai beliau dapat dapat dipertanggungjawabkan. Jangan pernah mengecilkan sirah nabawiyyah karena jika hal tersebut dilakukan kita akan kehilangan sebagian ilmu keislaman yang kita miliki. Sirah nabawiyyah dan Qur’an adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan mempelajari sirah nabawiyyah kita bisa mendapatkan banyak ilmu, yaitu akidah, Qur’an, hadits, fiqh ibadah, muamalah, akhlak, dan bahkan pengobatan. Belajar sirah memiliki tahapan dan tingkatan. Tahapan belajar sirah ada 3 dan di dalam setiap tahapan ada detail tingkatannya masing-masing. Tahap yang pertama adalah mengetahui garis besar, kemudian tahap kedua adalah reflektif dan tahap yang terakhir adalah tematik. Ketika kita berbicara tentang peradaban kita dapat membaca sirah dari perspektif Ibnu Khaldun. Menurut Ibnu Khaldun, sebuah peradaban sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di dalam peradaban tersebut. Dari Nabi Muhammad SAW kita melihat konsep dakwah Ibnu Khaldun dengan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW hal tersebut relevan karena sahabat pada saat itu benar-benar bekerja keras membangun peradaban Islam. Pada saat itu mereka tidak hanya membangun peradaban kecil, namun juga menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada saat itu. 

Dalam melakukan dakwah, Nabi Muhammad berhadapan dengan banyak hal, 5 hal di antaranya adalah penyembahan berhala, problem harta, perzinaan, pembunuhan, dan khamar. Dakwah Nabi pada saat itu tidak hanya membangun fondasi peradaban, tetapi juga menyelesaikan masalah kemanusiaan yang berhubungan dengan peradaban, karena 5 hal di atas dapat meruntuhkan peradaban. Perkembangan personal Nabi sangat tangguh, mulai dari meninggalnya ayah beliau sebelum beliau lahir hingga seterusnya. Kemudian jika kita berbicara tentang masa kenabian, pada saat itu, Nabi Muhammad SAW mendapat tugas untuk menyampaikan pesan tuhan ke masyarakat sekaligus merealisasikannya di masyarakat. Pada saat proses merealisasikan itulah, beliau banyak mendapat respons yang tidak baik dari masyarakat karena pesan yang dibawa bertentangan dengan kesenangan masyarakat jahiliyah pada masa itu. Kemudian di fase Mekkah, pada fase ini kita dapat membaginya menjadi beberapa kelompok. 3 tahun dakwah sembunyi-sembunyi, 3 tahun dakwah terang-terangan, 3 tahun boikot, dan 3 tahun menyiapkan tempat baru yang dapat menopang misi dakwah beliau. Bekerja dalam senyap itu penting, ada banyak hal yang harus kita lakukan di luar hiruk-pikuk dunia, pekerjaan intelektual seperti dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena jika langsung dilakukan terang-terangan ditakutkan yang menerima adalah orang yang belum siap dengan dakwah. Pemboikotan yang dialami membuat daya tahan Nabi Muhammad SAW menjadi lebih kuat. Kemudian pada 3 tahun terakhir beliau berpikir tentang mahjar yang dapat melipatgandakan visi misi beliau. Konsep-konsep ayat yang turun pada fase Mekkah adalah konsep pokok tentang kehidupan, kemudian konsep tersebut semakin berkembang. Pola pikir orang islam pada saat itu juga semakin berkembang, mereka sudah berpikir secara maknawi dan meninggalkan pola pikir masyarakat jahiliyah yang pada dasarnya rendah. Pola pikir tersebut ditopang oleh ujian yang diterima dan ibadah yang mereka lakukan, sehingga jiwa mereka kuat.

Jika kita melihat hadits-hadits nabi, kita akan melihat bahwa nabi menggunakan semua kesempatan untuk mendidik masyarakat. Konsep yang muncul pada fase Madinah mulai bergeser menjadi konsep sosial. Islam itu ekspansif namun orientasinya adalah dakwah. Islam diproyeksikan untuk sesuatu yang panjang seperti yang terkandung dalam surah An-Nashr. Jika kita lihat kembali, khalifah penerus dakwah nabi setelah beliau meninggal adalah orang yang memiliki hubungan dengan beliau. Perselisihan politik yang terjadi adalah karena adanya keterlibatan orang kafir di dalamnya. Murid-murid Nabi adalah orang shalih yang intelektualnya tinggi, sehingga ketika berhadapan dengan peradaban besar, peradaban islam tidak kalah karena telah dibekali ilmu oleh pendakwah yang memiliki kapasitas intelektual yang tinggi.


Forum Mengeja Hujan

Sebelumnya: Forum Mengeja Hujan #9: Pengantar

Selanjutnya: Forum Mengeja Hujan #11: Fiqih

Tags: Anton Ismunanto Barat Forum Mengeja Hujan peradaban Sejarah

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Jama’ah Shalahuddin Gelar Pelatihan Riset

Kabar JSKabar UGM Minggu, 19 Maret 2023

Riset merupakan hal yang paling mendasar supaya gerak dakwah Jama’ah Shalahuddin tepat sasaran. Untuk itu, Jama’ah Shalahuddin menggelar pelatihan riset untuk anggota yang diadakan oleh Departemen Kajian Strategis pada hari Sabtu (18/3).

Bertempat di Ruang Meeting Masjid Kampus UGM, Pelatihan Riset yang diisi oleh Ahmad Resa, S.Ag (Pengurus Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara) berlangsung pada pukul 08.35 WIB hingga menjelang waktu zuhur.

JS dan Takmir Masjid Kampus UGM Gelar Kajian Akbar Isra’ Mi’raj

Kabar JSKabar TerkiniKajian Jumat, 24 Februari 2023

Untuk menyongsong Grand Launching Jama’ah Shalahuddin Tahun 2023, Jama’ah Shalahuddin bersama takmir Masjid Kampus UGM menggelar Kajian Akbar untuk memeringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.

Rajab Bulan Mulia, Tetapi Sering Dilupakan

Catatan ShalahuddinKabar JSKabar Terkini Jumat, 3 Februari 2023

Oleh: Indra Oktafian Hidayat

Bulan Rajab adalah salah satu bulan dalam kalender Islam yang memiliki posisi yang sangat penting.

Forum Mengeja Hujan #13

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun

Forum Mengeja HujanKajian Minggu, 15 Agustus 2021

Forum Mengeja Hujan #13: Al Hadits wal Muhadditsun bersama Ustadz Anton Ismunanto, S.Pd., M.Pd., pada 21 Agustus 2021. Rekaman seluruh kegiatan Forum Mengeja Hujan dapat diakses di bit.ly/RekamanFMH

AL HADITS WAL MUHADDITSUN

Al Hadits wal Muhadditsun adalah sebuah kitab yang terkenal, disertasi Abu Zahwu di Al-Azhar pada tahun 40-an yang membahas perkembangan ilmu hadits.

Terbaru

  • “Lebih dari Sekadar ‘Berebut Jamaah’: Mengapa Dakwah Kampus Kita Belum Optimal?”
    4 Agustus 2025
  • Ketika FSLDK Jadi Arena Pertarungan Tarbiyah dan HTI
    27 Juli 2025
  • Kisah Sang Pemburu Terbaik
    18 Juli 2025
  • UMAT YANG WAFAT
    22 Mei 2025
  • Paradoks Pribumi dan Dakwah: Mengapa Kita Sulit Berkembang?
    21 Mei 2025

Kategori

Arsip

Udah punya LINE?

Jadiin JS sahabat terbaikmu :)
ADD LINE JS KUY!
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada